Salah satu kebutuhan primer manusia adalah memilih tempat tinggal yang nyaman. Otomatis peluang bisnis di bidang rumah atau properti masih memiliki peluang untuk dijalani karena ada banyak orang yang membutuhkan bantuan untuk menemukan rumah atau properti idaman. Pada artikel kali ini, mari kita bahas 6 cara memulai bisnis properti untuk pemula.

Bagaimana Konsep Bisnis Properti Itu?

Apa sebenarnya bisnis properti? Pada artikel saya sebelumnya yang berjudul Prospek Bisnis Properti di Indonesia dan Keuntungannya, sebenarnya telah dibahas mengenai apa sebenarnya bisnis properti. Namun ada baiknya kita ulang sedikit sebagai pengingat.

Bisnis properti adalah bisnis yang melibatkan kegiatan jual beli maupun sewa menyewa properti. Properti di sini bisa berupa rumah, tanah / lahan, apartemen, gedung perkantoran, gudang, rumah kost, pabrik, pusat perbelanjaan, toko, dan sebagainya.

Bisnis properti merupakan salah satu jenis bisnis yang memiliki potensi yang menjanjikan dengan perkembangan sangat pesat. Keuntungannya yang menggiurkan memang jadi godaan terbesar, yang paling banyak menarik minat orang untuk mulai berbisnis properti, termasuk mungkin juga Anda dan saya hari ini. Hanya saja kalau salah menjalankannya, bisa-bisa bisnis ini bukannya mendatangkan keuntungan, malah akhirnya merugikan kita dan orang lain.

Agar bisa mendapatkan keuntungan sesuai harapan, mari kita pelajari bersama mengenai beberapa tips memulai bisnis properti untuk pemula.

6 Cara Memulai Bisnis Properti untuk Pemula

1. Belajar dari Analisis dan Melakukan Penelitian

Sebelum memulai suatu bisnis, sudah seharusnya kita memiliki ilmu dan pengetahuan terkait bisnis yang dijalankan. Tujuannya supaya kita tidak merasa kesulitan ketika menjalani bisnis tersebut dan mampu menyelesaikan setiap permasalahan yang mungkin saja terjadi.

Hal pertama yang perlu kita lakukan adalah melakukan analisis dan pengamatan kondisi pasar, mulai harga, properti dengan lokasi strategis, kebutuhan orang lain, dan sebagainya. Paling utama, jangan terburu-buru untuk membeli properti dengan harga sangat murah dengan harapan bisa menjualnya lagi nanti dengan harga tinggi.

Kita harus cari informasi sebanyak mungkin terkait properti tersebut, apakah perlu renovasi atau tidak? Apakah properti tersebut bekas lokasi terjadinya pembunuhan hingga dijual murah? Apakah lokasinya dekat jalan raya atau berada di lokasi rawan banjir, dan sebagainya. Semakin banyak informasi yang bisa kita dapatkan akan semakin baik supaya kita bisa meminimalkan kerugian di kemudian hari.

Belajar bisnis properti bisa dari mana saja, baik melalui buku, internet, ataupun melalui mentor. Jika orang tua atau keluarga Anda ada yang paham tentang bisnis dan dunia properti, Anda bisa belajar pula dari pengalaman mereka. Pastikan Anda tau cara kerjanya dan tau bagaimana cara memasarkannya.

2. Jujur dalam Berbisnis

Kejujuran adalah kunci utama dalam mencapai kesuksesan bisnis. Karena semua orang pasti akan merasa aman dan nyaman berbisnis dengan orang yang memiliki sifat jujur. Ketika orang percaya untuk membeli properti kepada kita, jagalah kepercayaan mereka. Bisa jadi dilain waktu mereka akan mereferensikan kita kepada orang-orang dalam lingkaran mereka yang membutuhkan properti.

3. Harga Pasar

Dalam bisnis apapun yang dijalankan, penting untuk mengetahui harga pasar properti di suatu lokasi. Jangan sampai harga properti yang kita tawarkan, justru jauh lebih mahal dari harga yang seharusnya berlaku di lokasi tersebut.

Untuk mengetahui harga pasar yang berlaku, kita bisa melakukan survei secara langsung dengan bertanya kepada penduduk sekitar lokasi, membaca iklan properti di media cetak maupun internet yang biasanya sudah mencantumkan harga jual sesuai harga pasar.

Selanjutnya, ambillah rata-rata dari harga tersebut untuk menjadi harga jual properti kita. Usahakan harga kita itu tidak terlalu murah dan tidak juga terlalu mahal.

4. Mulai Berbisnis Properti dari Lingkungan Terdekat

Jika kita masih baru pertama mulai berbisnis properti maka kita bisa mulai dari lingkungan terdekat dulu. Caranya kalau kita belum memiliki modal, cari tahu apakah ada di dalam lingkaran pertemanan atau keluarga kita yang sedang membutuhkan properti, entah rumah, gedung, lahan, dan sebagainya. Cari tahu properti seperti apa yang mereka butuhkan.

Kemudian cobalah mencarikan properti yang mereka mau tersebut, melakukan negosiasi, dan menghubungkan antara pemilik properti dengan orang yang mau membelinya. Keuntungan yang kita dapatkan adalah dari selisih harga jual dan harga beli.

Jika kita sudah punya modal yang cukup, cari properti yang bagus secara lokasi dan harga, kemudian beli properti tersebut. Setelahnya, lakukan promosi untuk menawarkan properti yang sudah kita beli tadi sampai mendapatkan pembeli. Keuntungan bisa kita sesuaikan dengan keinginan dan hasil negosiasi dengan pembeli.

5. Berkolaborasi dan Bekerja sama dengan Mitra Bisnis

Bisnis properti bisa dijalani sendiri alias tanpa adanya mitra bisnis atau bisa pula dijalankan dengan seseorang yang kita percaya dan mau menjadi mitra kerja kita. Bekerja sendiri maupun bermitra ada keuntungan dan kekurangannya masing-masing. Kita perlu mengetahui keduanya terlebih dahulu, kemudian memutuskan mana yang paling cocok dengan gaya bisnis kita.

Berhati-hatilah dalam memilih mitra bisnis. Jangan sampai memilih orang-orang serigala berbulu domba yang justru bisa menghancurkan bisnis kita dari dalam. Untuk itu, perlu membuat suatu kesepakatan kerja di awal, apa yang seharusnya dilakukan dan apa yang seharusnya tidak dilakukan.

Namanya kerjasama pastilah ingin semua pihak yang terlibat di dalamnya untung. Karena itu, pastikan pula berapa persen pembagian yang seharusnya diterima oleh masing-masing pihak, bagaimana sistem pembagian, dan sebagainya.

Satukan visi, misi, dan tujuan bisnis yang ingin dilakukan. Jangan sampai di tengah jalan bisnis yang sudah dirintis malah hancur di tengah jalan akibat salah memilih orang untuk diajak bekerja sama.

6. Mempromosikan Diri dan Bisnis

Berbisnis itu tidak melulu soal mempromosikan bisnisnya saja, melainkan siapa sosok yang ada di belakang bisnis itu sendiri. Jadi, ketika kita memulai bisnis properti, bukan propertinya saja yang harus kita promosikan ke mana-mana, tetapi diri kita secara keseluruhan sebagai seorang properti agen juga harus dipromosikan.

Cara mempromosikan diri sekaligus mempromosikan bisnis bisa dengan membuat dan menyebarkan kartu nama, flyer, mengirimkan email marketing, membuat website, berpromosi dengan memanfaatkan media sosial, dan sebagainya.

Pantang Menyerah dalam Memulai Bisnis Properti

Karena baru pertama kali berbisnis properti, mungkin saja kita bakal mengalami kesulitan, entah mempromosikan diri, mendapatkan pembeli untuk properti yang sudah terlanjur dibeli, atau malah mendapatkan properti yang diinginkan oleh pelanggan kita. Setiap kesulitan yang datang ya wajar saja, namanya hidup akan selalu ada tantangan dari berbagai sisi.

Teruslah melangkah. Jangan berhenti hanya gara-gara kerikil tantangan yang tak seberapa. Selama mau berusaha dan terus bergerak, pasti akan selalu ada jalan yang bisa dilalui untuk mewujudkan impian dan kesuksesan. Perkuat branding dan rajin-rajinlah melakukan promosi sehingga semakin banyak orang mengenal kita dan mengenal bisnis yang kita jalankan.

Semoga 6 Cara Memulai Bisnis Properti untuk Pemula bisa membantu siapa pun yang ingin mencoba peruntungan di bisnis yang satu ini. Sehat dan sukses ya.

185 total views, 1 views today

SHARE
Previous articleProspek Bisnis Properti di Indonesia dan Keuntungannya
Next articlePentingnya Mencatat Pengeluaran demi Keuangan Keluarga yang Sehat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here