7 Alasan Saya Menulis Blog – Duh, memikirkan alasan kenapa dulu saya mulai menulis di blog, ya jawaban saya cuma buat senang-senang saja, lumayan kan bisa menumpahkan isi hati dan pikiran dengan bebas di blog sendiri.

Saya mulai aktif menulis di blog sejak masa Friendster booming. Lama banget ya sudah masa itu berlalu. Ketika itu, pikiran saya sederhana saja. Saya menulis isi hati dan isi pikiran sekaligus untuk berbagi apa yang saya tahu, atau menuangkan pemikiran mengenai hal-hal yang baru saja saya ketahui. Tujuan lainnya, karena saya ingin melatih kemampuan menulis saya.

Sekitar tahun 2010, ketika kegiatan blogging mulai ramai, beberapa teman mengajak saya untuk ikutan menulis blog. Saya pun membuat blog dan mulai menulis di sana, tapi hanya sebatas itu. Untuk ikutan kegiatan kumpul-kumpul para blogger, saya belum berminat. Maklum, saya ini termasuk introvert yang selalu merasa canggung berada di tengah keramaian. Penyendiri yang sering merasa kesulitan ketika harus berkomunikasi secara verbal.

Jika pada akhirnya saya “terjun bebas” di dunia blogging dan aktif juga sebagai blogger dua tahun terakhir, nah ini nih yang kemudian menarik mundur ingatan saya. Ya, saya jadi memikirkan ulang, apa sih alasan saya menulis blog?

7 Alasan Saya Menulis Blog

1. Membangun Kepercayaan Diri

Awal tahun 2017 menjadi awal titik balik saya nih ketika saya harus mengambil keputusan untuk banting setir, dari orang yang terbiasa mendekam di rumah menjadi orang yang mulai keluar rumah, ikut komunitas blogger, dan mulai aktif menulis blog. Waktu itu, niatnya cuma menemani suami yang sedang terpuruk dan bingung mau ngapain lagi sejak berhenti kerja akibat vonis dokter yang tak lagi mengizinkannya bekerja berat.

Blog menjadi wadah pertama yang saya pilih demi menciptakan satu kegiatan positif bagi suami yang sedang kehilangan semangat. Meskipun suami tidak terlalu suka kegiatan menulis (awalnya), namun ketika diperkenalkan dengan blog yang membutuhkan skill dia sebagai IT, suami mulai tertarik. Kami yang sama-sama buta dengan dunia perbloggingan memaksa diri untuk mempelajarinya semuanya dalam waktu singkat.

Setelah blog jadi, hal berikutnya adalah mulai “keluar” dari zona nyaman, belajar bersosialisasi dan berkomunitas, dan perlahan membangun kepercayaan diri. Tidak hanya kepercayaan diri suami yang sempat terpuruk tadi, namun juga kepercayaan diri saya sendiri. Kami bisa ketika kami memang berpikir BISA.

2. Menambah Pengetahuan dan Berbagi Pengetahuan

Semua bisa dipelajari asalkan mau berusaha untuk mempelajarinya. Inilah kalimat yang saya dan suami pegang hingga hari ini. Dari tidak bisa, asalkan mau belajar (dari buku, dari artikel di internet, dari orang lain, dari ikutan workshop, dan sebagainya) maka lama-lama saya pun jadi bisa. Bisa karena terbiasa. Memutuskan untuk aktif menulis blog memaksa kami untuk terus menambah pengetahuan.

Dalam membangun blog dan membuat konten butuh ilmu dan pengetahuan. Untuk menulis suatu hal pun perlu pula referensi yang bisa menambah pengetahuan agar tulisan tidak “kosong”. Kemudian, apa yang sudah kami ketahui, pengetahuan yang sudah kami miliki, bisa kami bagikan pula ke sebanyak mungkin orang melalui kegiatan menulis blog. Menambah dan berbagi pengetahuan menjadi alasan kedua saya menulis blog.

3. Memperluas Jaringan dan Menambah Teman

Manusia hidup tidak bisa sendirian. Saya yang introvert dan sering berada di rumah juga butuh teman, butuh jaringan yang luas, apalagi profesi saya sebelumnya adalah seorang penulis buku. Dari jaringan yang luas dan teman-teman itulah berbagai peluang datang.

Jadi saat saya mulai menulis blog secara tak langsung saya juga mulai aktif ikut berbagai komunitas blogger. Saya belajar bersosialisasi, belajar berteman, dan perlahan memperluas jaringan dan menambah teman, baik melalui kegiatan offline di dunia nyata maupun melalui tulisan di blog. Cukup banyak lho saya mendapatkan teman baru dari yang awalnya hanya saling komentar di blog, kemudian akhirnya bertemu di dunia nyata dan menjadi teman.

4. Profesi dan Pemasukan

Menulis di blog bisa jadi sebagai kegiatan pengisi waktu luang, sebagai bentuk aktualisasi diri, atau bisa karena alasan-alasan yang telah saya sebutkan sebelumnya. Namun di sisi lain, alasan ke-empat saya menulis blog adalah kegiatan ini bisa jadi profesi yang cukup menjanjikan, bahkan bisa mendatangkan pemasukan. Namun untuk menjadi profesi, ada banyak hal yang perlu saya siapkan terlebih dahulu, mulai dari blog yang bagus secara isi dan tampilan, juga memantaskan diri sebagai blogger secara profesional (ini nih yang masih jadi PR besar saya). Jika hal tersebut telah dilakukan maka tak mustahil dari kegiatan menulis blog bisa mendatangkan pemasukan. Beberapa bentuk pekerjaan dari menulis blog yang bisa mendatangkan pemasukan, antara lain paid article, content placement, ads, event, review, dan sebagainya.

5. Berbagi Peluang dan Kesempatan

Ketika kamu membukakan peluang dan kesempatan bagi orang lain maka peluang dan kesempatan untukmu akan terbuka lebar. Ketika kamu membukakan pintu rezeki bagi orang lain maka pintu rezekimu pun akan dibukakan.

Nasihat ini ada benarnya dan terbukti berkali-kali. Ada banyak hal yang bisa dilakukan sebagai cara untuk berbagi peluang dan kesempatan, salah satunya melalui kegiatan menulis blog. Contoh sederhananya, ketika ada lomba blog. Mungkin ada sebagian di antara kita yang berpikir, “Ah, kalau banyak yang ikut nanti kesempatan menang jadi berkurang”. Padahal bukan begitu cara kerja alam.

Bisa jadi rezeki kita bukan dari menang blog, namun setelah berbagi info mengenai lomba blog tadi, tahu-tahu saja ada peluang lain yang datang. Rezeki kan bisa datang dari mana saja dari arah yang tak disangka-sangka. Hal yang sama juga bisa terjadi ketika brand yang sebelumnya pernah bekerja sama dengan kita minta tolong dicarikan teman lain yang juga suka menulis blog.

Tak perlu takut mengenalkan teman ke brand tersebut karena ini merupakan salah satu bentuk berbagi peluang dan kesempatan. Saya percaya, tiap-tiap orang sudah ada rezekinya masing-masing. Inilah alasan saya menulis blog, melalui tulisan saya bisa berbagi banyak hal, termasuk berbagi peluang dan kesempatan ini.

6. Meningkatkan Skill Menulis dan Kreativitas

Menulis blog menjadi salah satu cara terbaik untuk meningkatkan skill menulis dan sense of creativity. Meskipun saya sudah cukup banyak menulis buku nonfiksi dan novel, tetap saja skill menulis ini perlu terus diasah. Dunia blogging itu dinamis banget dengan tren yang terus berubah. Di masa lalu, blog-blog dengan tulisan hanya teks jadi favorit (apalagi jika isinya juga bernas dan kaya pengetahuan).

Sekarang sudah berbeda banget. Tulisan di blog yang dilengkapi dengan infografis dan foto yang bagus lebih banyak mendatangkan pembaca. Dengan perubahan tren yang cepat ini maka siapa pun yang ingin aktif berkecimpung di dunia blogging (plus menjadikannya sebagai profesi dan mendapatkan penghasilan dari blog) mau tak mau perlu terus mengasah sisih kreativitas, menciptakan konten-konten positif dengan cara baru, menyajikan hal yang sama dari sisi yang berbeda, dan sebagainya.

Menulis blog juga bagus lho untuk melatih orang-orang yang dulunya tidak suka (dan menganggap dirinya tak bisa menulis) jadi bisa menulis. Contoh nyatanya adalah suami saya. Dia itu orang teknis yang dulu menganggap kegiatan menulis itu ribet. Hal yang sama juga terjadi pada anak lelaki saya yang pelajaran Bahasa Indonesia-nya suka jelek hanya karena dia tak suka menulis. Sejak mulai menulis blog, saat ini kemampuan menulis keduanya terus mengalami peningkatan dan jauh lebih baik dari sebelumnya.

7. Bahagia

Bahagia itu kita sendiri yang menciptakan. Nah alasan saya menulis blog adalah menciptakan kebahagiaan. Kok bisa? Bagi saya, kebahagiaan paling hakiki adalah saat saya bisa menghabiskan waktu dengan membaca berlembar-lembar halaman buku. Lalu, kebahagiaan akan semakin lengkap begitu apa yang dibaca bisa dibagikan lagi ke banyak orang melalui tulisan. Media untuk membagikan pengetahuan melalui tulisan ini sebenarnya banyak kok, seperti melalui status di media sosial, melalui tulisan yang kemudian diterbitkan menjadi buku, melalui jurnal/artikel baik cetak maupun online, dan untuk jangkauan yang lebih luas ya dengan menulis di blog.

Manfaat lain menulis adalah membebaskan diri dari stres dan ketegangan karena bisa mencurahkan isi hati, pikiran dan emosi dalam bentuk tulisan, lalu juga membantu mengelola pikiran menjadi lebih sistematis sehingga mampu merunut suatu rencana ataupun peristiwa dengan lebih baik. Selain itu, menulis juga bisa untuk menyimpan momen-momen berharga sekaligus mensyukuri setiap berkat yang telah saya terima, dan yang terakhir ya bisa bebas dari kepikunan.

Inilah 7 alasan saya menulis di blog. Kamu juga senang menulis di blog? Adakah alasan tertentu kenapa kamu menulis blog? Yuk berbagi dengan saya di kolom komentar ya

9,914 total views, 2 views today

1 COMMENT

  1. Pengalaman menulis memang asyik. Saya awal menulis, langsung saya kirim ke surat-surat kabar. Walaupun tadinya saya sama sekali tak punya hobi menulis. Dikirim ke surat kabar karena dulu belum ada internet.
    Saya coba di surat kabar atau majalah apa saja yang bersedia menerima tulisan saya. Ternyata, ketika itu hasilnya sangat lumayan. Mengalahkan gajiku sebagai guru. Bahkan, saya bisa membangun rumah dari hasil menulis. Tetapi, sekarang sudah tidak lagi. Itu kenangan dan pengalaman yang tidak terlupakan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here