#UpdateBlog 9 Mei 2017

Gambar: dok.pribadi

Dua hari berturut-turut saya telah menuliskan mengenai cara mengatasi writer’s block di 7 Cara Mengatasi Writer’s Block (Bagian 1) dan 7 Cara Mengatasi Writer’s Block (Bagian 2). Silakan berkunjung ke sana jika belum membaca ya, sengaja dibuat jadi beberapa bagian agar tidak lelah membacanya.

Nah, hari ini, saya akan membahas 3 cara lagi, yang telah saya coba dan terbukti ampuh.

Jalan-jalan dan Bertemu Orang

Jalan-jalan yang saya maksudkan di sini bisa ke mana saja. Kita bisa pergi ke toko buku, lalu melihat judul-judul buku yang terpajang di rak best seller atau rak recommended. Jika memiliki lebih banyak waktu, bisa pula berkeliling di rak-rak dengan genre buku/tulisan yang ingin kita tulis. Misalnya, kita ingin menulis tema bisnis, maka melihat-lihat berbagai buku bisnis yang terpajang rapi dengan judul-judul yang menarik bisa mendatangkan ide-ide baru yang siap kita eksekusi. Syukur-syukur kalau ada buku-buku bagus yang bungkusnya sudah dibuka, kita bisa melihat-lihat isi dalamnya, atau sekalian saja membeli beberapa buku agar bisa dibaca lebih mendalam di rumah.

Liburan ke Bali Agustus 2012 – Pura Besakih Foto: dok.pribadi

Jalan-jalan di sini juga bisa berarti pergi ke suatu tempat, entah ke tempat wisata, ke tempat ngopi baru untuk berteman dengan teman-teman, bersilaturahmi ke rumah saudara, ke pusat perbelanjaan, ke pasar, atau ke mana pun. Intinya, kita meninggalkan dulu meja kerja kita untuk mencari suasana baru. Suasana memegang peranan penting dalam penemuan ide/gagasan. Dengan melihat hal-hal baru, bertemu dan mengobrol dengan orang-orang, melihat barang-barang unik di pasar, melihat tingkah lalu orang-orang yang berlalu di sekitar kita, akan ada banyak tulisan yang bisa kita dapatkan. Tidak percaya? Coba dulu, deh!

Mendengarkan Lagu Sambil Browsing

Hampir semua orang suka mendengarkan musik, tidak peduli jenis dan warna musiknya. Mendengarkan musik adalah salah satu cara terbaik mendapatkan ide/gagasan dan mengusir yang namanya writer’s block, apalagi kalau dibarengi dengan browsing di internet. Misalnya nih, ya, kita lagi browsing berbagai kisah inspirasi sambil mendengarkan lagunya Christina Perry yang berjudul A Thousand Years. Lalu kita kepikiran untuk menulis novel bertema cinta sejati yang tak pupus ditelan waktu.

Yakin Selamanya Mau Di Pojokan Foto: dok. pribadi

Saya pernah mendengarkan lagu berjudul Passion milik Ten 2 Five, yang kemudian mendorong saya menuliskan buku Yakin Selamanya Mau Di Pojokan?! yang mendorong seseorang menemukan passion-nya. Juga saat mendengarkan lagu yang sama, saya menuliskan Nggak Usah Kebanyakan Teori Deh…! yang jadi seri lanjutan buku Yakin Selamanya Mau Di Pojokan?! tadi.

Nggak Usah Kebanyakan Teori Deh…! Foto: dok. pribadi

Sekarang, giliran kamu mencoba cara ini. Coba, deh, dengarkan lagu-lagu favoritmu. Kalau bisa, cari pula liriknya dan hayati lirik tersebut. Sambil mendengarkan lagu itu, biarkan pikiranmu mengembara untuk menemukan ide-ide baru yang bisa kamu olah menjadi tulisan.

Membuat Outline

Apa itu outline? Outline bisa disebut pula kerangka karangan. Outline sama seperti garis putih di tengah jalan raya, yang memandu para pengendara agar tidak keluar dari jalur. Outline bisa pula disamakan dengan daftar isi buku, deskripsi singkat mengenai isi buku, atau deskripsi bab demi bab di dalam novel/buku yang ingin kita tulis. Outline tidak berlaku hanya untuk menulis buku, tetapi juga bisa digunakan untuk menulis artikel, opini, cerpen, dan karya tulis lainnya. Pembahasan lengkap mengenai pentingnya outline dalam proses menulis bisa dibaca di Pentingnya Outline Dalam Menulis Naskah.

Kenapa membuat outline penting sebelum memasuki proses menulis?

Sejak saya menguasai cara membuat outline dan terbiasa menggunakannya sebelum memulai proses menulis, yang namanya writer’s block tidak pernah datang lagi. Saya bisa menulis lebih lancar dan produktif. Bahkan dengan membuat outline, saya bisa menyimpan lebih banyak ide-ide dan gagasan, yang nantinya bisa saya eksekusi dan olah di lain hari. Dengan kata lain, outline juga bisa digunakan untuk menyimpan ide/gagasan sebanyak mungkin sehingga kita memiliki bank ide dan menjadi lebih produktif dalam menulis.

Buku Panduan Membuat Outline Foto: dok.pribadi

Oh, ya, saya juga akhirnya menuliskan panduang membuat outline untuk teman-teman yang ingin memaksimalkan proses menulis dan meningkatkan produktivitas dalam menulis. Bukunya berjudul 9 Langkah Cepat Selesaikan Outline Tulisan Fiksi dan Nonfiksi. Buku sudah tersedia di toko buku, baik toko buku offline maupun online, ya. Atau bisa bertanya kepada saya langsung jika kesulitan mendapatkan buku ini. Jika kesulitan mendapatkan buku ini, silakan menghubungi saya di kontak yang ada di website ini.

Mari menulis dan menyebarkan ilmu yang bermanfaat.

 

1,737 total views, 3 views today

SHARE
Previous article7 Cara Mengatasi Writer’s Block (Bagian 2)
Next articleReview Big Heroes 6

2 COMMENTS

  1. Ide dari lagu, mencerna lirik, menghayati musiknya. Seringnya saya dapat ide cerita dari cara ini juga Mbak.
    Hihihi… nggak nyangka juga saya kalau ternyata buku Yakin Selamanya Mau di Pojokan idenya dari lagu itu euy 😀

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here