7 Tips beli properti kali ini agak berat nih saya menuliskannya. Tapi karena memang akhir-akhir ini saya dan Pewe terpikir untuk mulai menabung dan berharap bisa beli properti, entah rumah atau apartemen, jadilah saya mulai melakukan persiapan dengan mencari banyak referensi.

Untuk mendapatkan pengetahuan dan referensi yang dibutuhkan, saya banyak membaca pengalaman orang terkait cara beli properti. Apa saja yang perlu diperhatikan, juga bagaimana harus menentukan mana properti yang tepat untuk dibeli.

Selain membaca, saya dan Pewe ya tentu saja minta pertimbangan beberapa orang kenalan yang pernah beli properti pertama mereka. Berikut ini hasil pembelajaran yang kemudian saya rangkum sebagai catatan dan sedikit berbagi inspirasi

7 Tips Beli Properti Bagi Pemula

Jadi, saya dan Pewe ini termasuk pembeli pemula. Penyebabnya, kami belum pernah membeli rumah sendiri. Maklum, pemikiran punya rumah sendiri ini baru tahun ini kami mulai terpikir. Sebelumnya, kami lebih suka hidup nomaden, berpindah tempat dari satu ke kota lain demi mendapatkan pengalaman baru.

1. Lakukan Survei Lokasi

Awal tahun 2020 yang dibuka dengan hujan deras mengguyur kota Jakarta dan sekitarnya, lalu ditambah dengan terjadi banjir di mana-mana, membuat kami perlu waspada dan berhati-hati dalam membeli properti.

Melakukan survei lokasi penting lho. Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika melakukan survei lokasi:

  • Apakah rumah yang akan dibeli berada di tengah kota, di pinggir kota, atau di lokasi strategis?
  • Apakah lokasi memungkinkan kami nantinya memiliki usaha sendiri di rumah?
  • Apakah termasuk daerah aman dari banjir dan bencana alam lainnya?
  • Apakah lingkungan perumahan atau bukan? Dan apakah sudah ada sistem keamanan di lingkungan properti yang mau dibeli?

Melakukan survei lokasi terlebih dahulu juga akan membantu sekali dalam mencari tahu harga sebenarnya dari properti yang mau dibeli. Wajar harga propertinya mahal jika berada di lingkungan strategis, dan harganya jadi lebih murah kalau berada di pinggiran kota.

2. Membandingkan Harga

Cari informasi sebanyak mungkin terkait harga pasar properti yang mau dibeli. Bagusnya sih dengan membandingkan harga dari satu pengembang ke pengembang lain dengan spesifikasi properti yang setipe.

Hal ini perlu dilakukan mengingat antara pengembang yang satu dengan pengembang lainnya punya cara dan sistem tersendiri dalam penentuan harga. Selain itu, tetap ada kemungkinan pengembang yang cukup “pintar” sehingga menaikkan harga jauh dari harga pasar yang seharusnya.

Buat saja daftar mengenai hal ini. Misalnya, pengembang A menawarkan harga sekian dengan fasilitas dan proses A. Pengembang B harganya jauh lebih murah dengan spesifikasi yang sama, tapi prosesnya cukup rumit. Pengembang C lokasi propertinya strategis dan bagus, harga masih terjangkau, dan proses mudah.

Kalau daftarnya sudah jadi, lakukan analisis dengan baik, dan jangan lupa pertimbangkan pula terlebih dahulu mau membeli properti dari pengembang yang mana.

3. Lakukan Survei Material Properti

Setelah melakukan survei lokasi, hal berikutnya adalah melihat secara langsung properti yang ingin dibeli. Tujuannya, untuk mencari tahu lebih banyak kondisi properti yang sesungguhnya, mulai dari bahan bangunan yang digunakan, kondisi saat kita datang sendiri dan melihat secara langsung, perlu perbaikan lagi atau tidak, dan sebagainya.

Tips Beli Properti yang satu ini sangat penting. Jangan hanya melihat gambar saja kemudian langsung memutuskan membeli ya. Jangan sampai nanti beli properti yang kondisinya sama sekali tak layak huni, atau malah membeli properti yang dibangun dengan material murah dan seadanya.

Memang, kondisi properti akan sesuai dengan harga yang ditawarkan. Itu sebabnya, kita perlu teliti lebih dulu sebelum membeli. Kondisi properti yang tampak bagus dari luar belum tentu dengan bahan di dalamnya. Contohnya tembok, perlu loh melakukan tes bahan untuk tembok dan sebagainya.

4. Fasilitas yang Tersedia

Ada 2 jenis fasilitas yang umumnya tersedia pada hunian properti. Fasilitas internal dan juga eksternal. Beberapa contoh dari fasilitas internal, antara lain yaitu tempat ibadah, infrastruktur yang memadai, gerbang perumahan, tempat olahraga, taman bermain.

Sementara itu fasilitas eksternal adalah apakah lokasi properti dekat dengan pasar atau pusat perbelanjaan, rumah sakit, sekolah, tempat rekreasi, pusat pendidikan, dan sebagainya.

5. Track Record Pengembang

Tips beli properti selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah track record atau catatan reputasi pengembang properti. Carilah pengembang terpercaya. Artinya, sudah banyak orang yang punya catatan bagus ketika membeli properti di pengembang ini.

Khusus yang berencana membeli tanah atau rumah melalui pihak ketiga, poin kelima ini harus benar-benar diperhatikan. Jangan sampai kita beli properti dari pengembang abal-abal yang ujung-ujungnya berakhir dengan properti bodong. Uang hilang, properti yang harusnya dimiliki juga ikut hilang.

Untuk itu, pilih pengembang yang telah berbadan hukum, memiliki track record jelas, serta tidak pernah punya catatan buruk atau tidak pernah melakukan tindak kriminal, baik penipuan ataupun pernah terlibat masalah hukum. Memilih pengembang yang tepat merupakan awal mula yang baik bagi yang pertama kali beli properti.

6. Fasilitas Pembayaran KPR

KPR atau Kredit Pemilikan Rumah merupakan salah satu jenis pembayaran untuk memiliki properti dengan cara yang lebih mudah. Arinya, kita bisa beli properti dengan skema pembiayaan mencapai 90% dari harga. Dalam bahasa sederhana, KPR merupakan fasilitas pembayaran untuk membeli properti dengan sistem kredit.

KPR dapat meringankan beban kita ketika mau membeli properti. Kita tidak perlu langsung melakukan pembayaran secara penuh di depan sehingga dana yang tersedia masih bisa digunakan untuk hal lain. Agar bisa mendapatkan fasilitas KPR, tentu ada persyaratan yang harus dipenuhi serta bekerja sama dengan bank yang jadi partner pengembang.

7. Kelengkapan Dokumen

Tips terakhir yang berhasil saya rangkum dan perjalanan mencari referensi untuk beli properti adalah penting sekali untuk melihat kelengkapan dokumen, baik dari pihak kita maupun dari pihak pengembang.

Dokumen yang perlu dicari tahu dulu adalah dokumen kepemilikan tanah, apakah tanah yang menjadi lokasi properti benar bebas sengketa hukum dan bukan milik orang lain. Kita bisa melakukan pengecekan di Badan Pertanahan Nasional.

Hal berikutnya adalah dokumen jual beli dan kepastian hukum mendapatkan surat-surat atau akta tanah, ketika pembelian properti dilakukan secara kredit. Semuanya harus jelas dan benar memang ada hitam di atas putih yang terikat dengan ketentuan hukum jual beli properti yang berlaku.

Semoga tips beli properti bagi pemula ini bisa berguna bagi banyak orang yang saat ini sedang berencana membeli properti untuk pertama kali, yah seperti saya dan Pewe ya.

1,490 total views, 1 views today

SHARE
Previous article3 Apartemen di Jakarta yang Bisa Dijadikan Pilihan Staycation
Next articlePersiapan Traveling Naik Motor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here