Berani mengambil risiko dan timing yang tepat untuk mengeksekusi ide katanya merupakan dua cara yang perlu dilakukan bagi orang yang ingin sukses.

Hal ini sejalan dengan salah satu quote dari John Gardner yang pernah saya baca. Bunyinya, “Salah satu penyebab kenapa orang dewasa berhenti belajar adalah karena mereka semakin sering ketakutan mengambil risiko akan kemungkinan gagal.”

Jadi, masih katanya lagi nih, ketika seseorang berani menghadapi risiko yang mungkin timbul, sekaligus tahu kapan timing yang tepat mengeksekusi ide-ide dan rencana yang sudah ia buat, maka ia selangkah lebih maju dari orang-orang yang tidak berani mewujudkan impian karena takut akan risiko.

Berani Mengambil Risiko dan Timing yang Tepat

Berani mengambil risiko dan timing yang tepat dalam dunia kreatif ternyata juga berlaku dan jadi salah satu cara mencapai kesuksesan. Kreativitas membutuhkan keberanian menghadapi risiko. Pada dasarnya, setiap ide memiliki risiko masing-masing.

Contohnya saja, ketika kamu ingin menerbitkan sebuah buku dengan tema tertentu (anggaplah tema ini unik dan berbeda dari kebanyakan tema yang sudah beredar di toko buku) maka ada kemungkinan bukumu mengalami penolakan pasar.

Dengan kata lain, buku itu sebenarnya memiliki tiga risiko, yaitu laku, tidak laku, dan risiko yang paling tragis adalah buku itu gagal diwujudkan menjadi kenyataan.

Contoh lain adalah ketika kamu hendak menciptakan produk baru (misalnya minuman kaleng berbahan dasar jengkol) karena melihat manfaat bahan baku yang sangat besar bagi kesehatan.

Kenyataannya, masyarakat di Indonesia tidak semuanya menyukai jengkol. Banyak di antara mereka tidak mengetahui kalau jengkol memiliki khasiat bagi kesehatan. Nah, produkmu ini memiliki risiko gagal dan tidak laku.

Kegagalan bisa terjadi pada proses penelitian ketika mengekstraksi jengkol menjadi produk minuman. Tidak laku ketika masyarakat menolak meminum minuman berbau jengkol yang menyengat.

Ketika ada risiko kegagalan (yang sudah terlihat bahkan saat kamu masih dalam tahap merancang dan menyusun rencana), apakah kamu tetap berani mengambil risiko untuk mewujudkannya?

Tips Agar Berani Mengambil Risiko

Kamu pernah mendengar nama Elon Musk, kan? Pada tahun 2008, ia hampir saja bangkrut lho. Tapi karena bertekad bangkit dan berani mengambil risiko, ia akhirnya berhasil membuat Tesla dan SpaceX menjadi perusahaan bernilai miliaran dolar saat ini.

Hal yang sama juga dialami oleh Mark Zuckerberg, pendiri dan pemilik Facebook. Menurutnya, hanya mereka yang berani mengambil risiko untuk melakukan hal-hal besar sajalah yang akan meraih kesuksesan.

Lalu apa yang harus dilakukan? Berikut ini beberapa tips agar berani mengambil risiko.

1. Ambil Peluang yang Datang

Banyak orang cenderung menghindari peluang yang kelihatannya mustahil untuk diwujudkan. Padahal di dunia ini, ada banyak hal-hal yang awalnya terlihat tak mustahil, malah berhasil diwujudkan. Contohnya: Wright Bersaudara yang dianggap gila karena mau membuat pesawat. Elon Musk yang punya pesawat untuk pergi ke angkasa juga dulu dianggap mustahil.

Maka, ketika ada peluang yang datang, meski terlihat mustahil, cobalah tangkap dulu. Lalu susun langkah-langkah apa saja yang bisa dilakukan. Sediakan pula rencana cadangan jika ada langkah yang gagal. Kalau perlu, buat beberapa skenario untuk mewujudkan hal yang mustahil tersebut menjadi kenyataan.

2. Bungkam Pikiran dan Fokuskan Hanya Pada yang Penting Saja

Banyak orang yang sering takut gagal hingga tak berani mengambil risiko memiliki pola pikir dan kebiasaan hidup yang terkurung dalam zona nyaman. Ia tak ingin pikirannya terganggu dengan hal-hal yang membuatnya tak nyaman.

Dr. Tara Swart, ilmuwan syaraf dan pelatih kepemimpinan yang tinggal di London, Inggris, memiliki satu tips agar berani mengambil risiko. Tips tersebut dinamainya dengan “Membungkam Pikiran”.

Ketika kamu dihadapkan pada situasi atau kondisi yang tak jelas ujung pangkalnya, saking abstraknya target yang hendak dicapai, maka buatlah target tersebut tak lagi abstrak. Bungkam suara-suara di dalam pikiran yang bernada negatif dan meragukan kemampuanmu. Dengarkan hanya suara positif yang muncul, yang membuatmu semakin bersemangat.

Contoh: Kamu ingin punya satu perusahaan yang bisa memproduksi alat untuk menyedot air dalam kapasitas besar sehingga di wilayah sekitar rumah tak kena banjir. Oh, alat semacam ini sudah ada banyak di pasaran, tapi kamu ingin membuat alat yang mungkin berbeda, unik, bahkan bisa membuat air langsung berubah jadi embun (ini misalnya lho ya).

Nah, coba deskripsikan secara jelas bentuk alatnya, kemampuan alat itu, bahannya apa saja, dan bagaimana kamu akan mewujudkannya. Buat sedetail mungkin dan fokuskan pikiranmu hanya bagaimana alat ini bisa terwujud. Masalah gagal atau berhasil, nantilah ya dipikirkannya.

3. Atasi Kecemasan dengan Kekuatan Pikiran

Dalam buku yang berjudul Think Less, Learn More: Unlock the Power of the Unfocused Mind yang ditulis oleh Srini Pillay, asisten profesor psikiatri di Harvard Medical School, menyebutkan bahwa salah satu cara efektif untuk memiliki keberanian dalam mengambil risiko adalah membangun ketahanan mental dan pikiran dalam menghadapi kecemasan. Caranya dengan melatih kekuatan pikiran yang tidak fokus.

Artinya, gunakan dan latih pikiran bawah sadar untuk memperkuat kemampuan otak dalam berpikir, menggunakan kenangan dan referensi yang telah dimiliki otak, kemudian menghubungkannya dengan gagasan-gagasan baru, hingga akhirnya target mustahil yang ingin dicapai bisa benar-benar tercapai.

4. Sugesti Positif yang Diulang-ulang

Tips agar berani mengambil risiko berikutnya adalah melakukan sugesti kepada diri sendiri untuk mempengaruhi pikiran dan perasaan agar tetap fokus pada target yang ingin dicapai, tanpa dicampuri oleh pikiran-pikiran negatif yang hanya menimbulkan kecemasan.

Selain itu, sugesti positif yang harus diulang-ulang setiap hari dan setiap waktu ini akan sangat membantu dalam menangkap opini, tanggapan, pengaruh, bahkan pandangan-pandangan dari orang di sekeliling kita yang meragukan kemampuan, mengecilkan impian yang ingin dicapai, atau malah menganggap yang mustahil akan selamanya mustahil.

Kata Deena Goodman, psikoterapis, mengatakan bahwa dengan mengkalibrasi pikiran hanya pada hal positif terkait pencapaian target maka kita akan belajar bagaimana merasa nyaman dengan ketidakpastian yang muncul saat mengambil suatu risiko, termasuk tidak lagi terlalu peduli terhadap penilaian orang lain terhadap diri dan impian kita.

Brian Tracy, seorang motivator yang bergerak dalam bidang pengembangan potensi manusia, mengatakan, “Masa depan merupakan milik pengambil risiko, bukan pencari keamanan. Semakin kamu mencari keamanan, semakin sedikit kemampuan kreatifmu. Tetapi ketika kamu mengejar kesempatan dan berani mengambil risiko, kamu akan mendapatkan keamanan yang kamu inginkan (keamanan finansial, karier, atau proses kreatif).”

Jadi, semakin besar risiko yang diambil akan semakin besar pula hasil yang bisa dipetik, baik itu hasil sukses maupun hasil gagal. Kalau kita memiliki keberanian untuk menghadapi berbagai risiko yang mungkin terjadi dalam mewujudkan ide-ide kreatif, kita memiliki kesempatan untuk melihat hasil akhirnya, apakah ide kreatif itu akhirnya benar-benar gagal ataukah malah menghasilkan kesuksesan besar.

Mumpung masih di awal tahun 2020 ini, sudahlah kamu menyusun target apa saja yang ingin kamu capai? Apakah kamu yakin serta Berani Mengambil Risiko dan Timing yang Tepat untuk mewujudkan target tersebut? Yuklah semangat. Mari kita coba dulu dengan bekerja sebaik mungkin. Sisanya biarkan Tuhan yang bekerja.

2,272 total views, 8 views today

SHARE
Previous articleTips Perawatan Rambut Rontok
Next articleMeningkatkan Kepercayaan Diri: 6 Tips Terbaru 2020

19 COMMENTS

  1. Aduh mak jleb banget sih kalimat ini –> Masa depan merupakan milik pengambil risiko, bukan pencari keamanan. Mungkin aku termasuk orang yang tidak berani ambil resiko. Pengin sih melakukan ini itu tapi dipikir2 ada resiko yg akan timbul, akhirnya berhenti, malah tidak ngapa-ngapain.
    Memang harus suggest diri sendiri untuk berpikiran positif ya. Tahun baru, harapan baru. Semangat!

  2. Timing yang tepat ini salah satu rahasia untuk sukses ya Mba, kalau udah ambil risiko besar, terus tahu timing yang tepat, bakalan boom banget tuh.

    Sayangnya, untuk tahu timing tersebut dibutuhkan jam terbang tinggi atau bisa juga karena faktor lucky.
    Yang pasti semua itu bisa terwujud, kalau kita mau menangkap setiap peluang yang ada 🙂

  3. Timing yang tepat atau kesempatan itu datangnya tidak berkali-kali, jadi ketika dia lewat harus diusahakan agar mampir ya mba, walau dengan resiko ditolak, tapi harus diusahakan.
    Saya masih harus belajar banyak utk semua ini.
    Makasih tulisan penyemangat ini mba.

  4. Saya kayaknya perlu banget praktekin tips-tips ini. Kadang-kadang masih suka takut ambil risiko. Masih kebanyakan mikirnya

  5. Aku orangnya bisa dibilang santai. Tapi sebenarnya lebih ke takut ambil risiko. Tapi kalau merasa waktunya pas, hayuk lah. Sekalipun gagal, yang penting awalnya yakin

  6. Kadang, kita tuh emang lebih suka mager saatberada di comfort zone ya mba. Ngerasanya udah cukup aja gitu. Males lagi ngerjain yang lain, meski ada peluang baru yang menantang. Padahal kalau punya tekad dan nyali, bisa jado peluang itu bakalan jadi langkah besar di kemudian hari. Apalagi kesempatan sering kali ga datang dua kali. Makanya itu aku setuju banget sebelum mengambil keputusan, kita kudu berdoa dan kalo perlu konsultasi atau minta pendapat orang yang kita percayai. Selain itu emang harus PD sih.

    Btw thanks udah berbagi mba. Jadi termotivasi nih

  7. Memang harus berani melangkah memulai dan memikirkan resiko nya.

    Karena ada resiko nya paling tidak kita ancang-ancang kendala yang di hadapi. Jangan takut terhadap resiko karena rezeki dari tuhan

  8. Memang perlu diasah sih ya mba mindset untuk berani mengambil resiko karena peluang kadang gak datang dua kali. Jangan sampai menyesal belakangan karena kita terlalu banyak berpikir dan takut atas konsekuensinya dari keputusan yang kita ambil. Nice share and reminder mba.

  9. Wah penting nih supaya sukses meraih cita2 kita hehe..afirmasi positif penting jg ya ini.yg sdg aku tanamkan nih utk menjemput sebuah keajaiban..

  10. sugesti positif ini penting sih mbk

    aku biasa dlm suasana terdesak d pekerjaan dan cukup buat stress,, biasanya kran kerjaan datang bebarengna dan semua hrus cepat selese

    sebenrnya emosi, mangkel sebel,,

    tapi aku slalu usaha

    “oke oke tenang rini tenang, satu satu, pasti kelar, pasti bisa, ayok gas”

    yang gitu gtu pada akhirnya tetep bisa nylesein tugas

    gak kebayang emang resiko penulis itu,, smangatt nulis terus mbak monn

  11. Haduh, aku nih sering berkebalikannya. Punya ide, tapi suka ragu untuk ngambil risiko. Jadinya keburu muncul ide serupa yang lebih dulu dieksekusi orang lain. Huhuhu… kudu mulai belajar ngambil risiko ya. 🙁

  12. Hanya orang2 yg berani mengambil resiko yg akan jadi leader, baik dalam lingkup kecil maupun lingkup yg lebih luas. Suka dg orang2 begini karena biasanya juga berani bertanggung jawab terhadap apapun hasilnya. Paling males sama orang kalau dimintai pendapat memilih nurut aja tapi ngedumel di belakang.

  13. memang harus berani ambil resiko namun tetap fengan perhitungan yang matang yaaa mba supaya tidak menjadi penyesan di kemudian hari yaa mba

  14. Duh, serasa tercambuk mba baca artikel ini. Kayaknya aku termasuk yang kurang berani mengambil resiko.
    Thanks lho untuk lecutan semangatnya. Kudu optimis ya, meyakinkan diri sendiri, selama yang kita kerjakan itu positif, semua jalan pasti akan terbuka untuk kita.

  15. Aku kadang masih cemas kalau ngambil keputusan yang aku ga terbiasa melakukan pekerjaan itu. Makanya kudu mikir dalem2 buat menghasilkan keputusan yang matang

  16. PR banget ini ya Mba mengambil risiko dan timing yang Pas
    Kadang keinginanya aku nggak sesuai dengan risiko tapi pengen hahaha
    yang jelas kudu tetap memberikan yang terbaik, optimis menjalankan dan yakinkan diri pasti bisa

  17. Pas banget artikelnya dengan kondisi saya. Niat menulis selalu naik turun hanya karena ragu-ragu dan tak berani berbuat lenih. Thanks mbak sudah diingatkan melalui artikel ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here