Tring! Pagi-pagi aku dapat kabar gembira kalau sudah boleh promo novel terbaruku yang bulan September 2013 ini akan terbit. Kejutan luar biasa? Jelaslah! Meski sebenarnya sudah dari minggu lalu aku melihat penampakan cover buku ini.
Memangnya novel apaan?
Sunrise at The Sunset adalah sequel kedua dari novelku sebelumnya yang berjudul Love, Edelweiss and Me (Terbit Desember 2012). Sebagai sequel kedua, jelas karakter-karakter yang ada di dalam novel ini masih sama dengan novel sebelumnya. Hanya saja, memang ada beberapa karakter yang hilang seperti Kayla dan Dewa yang sudah pulang ke daerah asalnya dan tidak lagi saya cerita. Penambahan karakter baru juga dilakukan di Sunrise at The Sunset ini, karena karakter-karakter baru ini akan memperkuat dan memberikan sentuhan lain dalam ceritanya.
Oh iya, Sunrise at The Sunset, diterbitkan oleh Penerbit Grasindo (berbeda dengan Love, Edelweiss and Me) sehingga buku ini ‘terpaksa’ dituliskan dengan gaya penceritaan yang berbeda, masih bersetting Malang, lebih matang dan tanpa mengurangi ciri khasku. Di buku ini, aku memang sengaja tidak mengutip apa pun di buku pertama, tapi memang ada bagian-bagian yang diceritakan kembali dengan cara yang berbeda, untuk membantu New Reader yang belum pernah membaca buku pertama.
So… apaan sinopsisnya?
Ah, aku tidak ingin menuliskan sinopsis lengkapnya di sini. Tapi aku akan mengusahakan menuliskan PROLOG-nya di minggu ke-2 September 2013 ini.
Gantinya sinopsis dan prolog untuk sementara akan aku beri Blurp-nya saja ya hehehe… Cekidot
***

 

Apakah Edelweiss itu memang abadi?
Nyatanya tidak! 
Cintamu ternyata tidak seabadi Edelweiss yang kau beri.
Lalu siapa cinta sejatiku yang sesungguhnya?
Kenapa cinta jadi begitu melelahkan? 
Kenapa rasanya sakit sekali?
***
Harusnya Sasa merasakan kebahagiaan ketika Ari kembali padanya. Kenyataannya, laki-laki yang berhasil hidup lagi setelah sekian lama terjerat dalam gelapnya hidup dalam keadaan koma tidak membuat Ari menjadi lebih baik.
 
Ada luka yang disimpan oleh laki-laki itu hingga membuat hidup Sasa, hidupnya sendiri, dan hidup Rudi bagai neraka. Mereka bertiga berkutat dalam masalah yang tak ada habisnya. Kecemburuan, kebencian, perkelahian, hingga rasanya bagai hidup dalam lingkaran setan yang berputar tanpa henti.
 
Ari kembali turun ke jalan, jadi pembalap gila yang rela menyerahkan nyawanya pada iblis penjaga malam. Rudi masih tetap dengan setia di sisi Sasa, berdiri di pojokan, menatap Sasa penuh sayang, dan menjaga perempuan itu hanya demi membahagiaan Sasa.
 
Sayangnya bukan itu yang diinginkan Sasa. 
Cinta ternyata tidak sesederhana itu. Ada banyak hal yang harus dipikirkan.
Lalu siapa cinta sejati Sasa sesungguhnya? 
Apakah Rudi?
Ataukah masih Ari?
Lalu siapa laki-laki sinting yang selalu ada di mana pun ketika kekacauan terjadi?

598 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here