Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), evaluasi diartikan sebagai penilaian. Maka, evaluasi bisa dikatakan sebagai suatu proses penilaian akan hal-hal yang telah dikerjakan beserta hasilnya sekaligus mengumpulkan data dan informasi yang ada di dalam diri, yang hasilnya nanti akan digunakan untuk mengambil keputusan selanjutnya.
Manfaat Evaluasi Diri
Sumber: dok.pribadi
Evaluasi diperlukan agar kita tahu pencapaian apa saja yang telah kita raih selama ini. Dari evaluasi tersebut, kita jadi tahu kesalahan apa saja yang telah terjadi beserta penyebabnya, kelebihan-kelebihan apa saja yang kita miliki, keberhasilan yang telah kita capai, dan apa yang perlu kita lakukan untuk meminimalkan terjadinya kesalahan dan memperbanyak pencapaian keberhasilan. Tanpa evaluasi, kita tidak akan mengetahui hal-hal tersebut sehingga kita menjadi tidak tahu apa lagi yang harus kita lakukan untuk menjadikan diri kita lebih baik lagi.
Bisa disimpulkan bahwa evaluasi diri meliputi:
  1. Kesalahan yang telah dilakukan dan penyebabnya.
  2. Hal-hal yang telah dilakukan dengan baik.
  3. Hal-hal yang perlu diperbaiki.
  4. Kelebihan yang perlu dikembangkan.
  5. Impian yang ingin diraih.

 

Evaluasi ini penting dilakukan secara berkala demi mencapai hasil yang maksimal. Analoginya sama seperti anak sekolah yang harus menempuh ulangan/ujian untuk mengetahui sampai batas mana kemampuan mereka menguasai materi yang telah diajarkan. 

Setelah selesai melakukan evaluasi (dan kalau perlu mencatat seluruh hasil evaluasi tersebut), kita perlu memikirkan dan merencanakan langkah yang selanjutnya kita ambil. Dalam hal ini, kita juga harus memiliki target. Target dapat dibagi menjadi dua, yaitu:
  • Target Utama

Target utama adalah impian terbesar kita. Contoh: kita ingin menjadi penulis best seller, ingin memiliki rumah yang lebih besar dengan empat kamar agar masing-masing anak bisa memiliki kamar sendiri, dan lain sebagainya. Target utama ini harus jelas, terukur, dan memiliki kemungkinan besar untuk dicapai.

  • Target Pendukung

Jika target utama diibaratkan sebagai puncak tertinggi tangga, maka target pendukung ini adalah anak-anak tangga yang harus kita lalui satu per satu. Target pendukung ini harus sejalan dengan target utama. Contoh, kita ingin menjadi penulis best seller maka target pendukung yang harus kita capai, antara lain:

  1. Rajin berlatih menulis.
  2. Senang membaca karena tanpa membaca sulit sekali untuk bisa menulis.
  3. Bergabung dengan komunitas kepenulisan agar dapat belajar lebih banyak lagi.
  4. Mengikuti kursus, workshop, pelatihan di bidang menulis secara berkala.
  5. Rajin mengirimkan hasil tulisan ke media atau penerbit minimal satu karya setiap bulan
  6. dan sebagainya.

 

Bagaimana Cara Melakukan Evaluasi dan Menetapkan Tujuan/Target?
Evaluasi bisa dilakukan secara berkala, misalnya seminggu sekali, sebulan sekali, tiga bulan sekali, dan sebagainya. Teman-teman di grup #ODOPfor99days, misalnya, mereka melakukan evaluasi setelah satu semester (yang terdiri dari 99 hari) selesai. Cara melakukannya, ajukan beberapa pertanyaan kepada diri kita sendiri. Menuliskan jawaban atas pertanyaan tersebut jauh lebih baik agar kita memiliki rekam jejak, apa yang sudah kita capai, apa yang belum, mengapa, dan lain sebagainya.
Apa yang sudah berhasil saya capai selama 99 hari terakhir?
  • Menyelesaikan tiga editan naskah nonfiksi.
  • Menyelesaikan dua naskah nonfiksi mengenai beasiswa.
  • Memulai satu novel teenlit.
  • Membuka kursus menulis secara private seminggu sekali untuk satu siswa.

 

Apa yang belum berhasil dan mengapa?
  • Belum konsisten menulis di Wattpad dan blog setiap hari karena manajemen waktu yang masih kurang bagus.
  • Belum menyelesaikan naskah novel teenlit yang rencananya hanya dikerjakan dalam waktu 3 minggu karena kurang bahan, sering kumat malasnya, dan terlalu banyak alasan lainnya.
  • Hidup sehat, tidur teratur, olahraga. Penyebabnya sama, masih terlalu banyak alasan ini-itu, mengandalkan mood, dan malas.

 

Apa target untuk 99 hari ke depan?
  • Menyelesaikan novel teenlit sesegera mungkin.
  • Menyelesaikan dua konsep untuk buku baru.
  • Menyelesaikan satu naskah nonfiksi.
  • Terima dua naskah editan baru.
Kesimpulan yang akhirnya saya dapatkan setelah melakukan evaluasi diri sekaligus mengevaluasi target yang ingin saya capai, saya masih sangat lemah dalam hal manajemen waktu. Ada banyak teman yang mengatakan betapa beruntungnya saya karena anak sudah besar (dan tidak tinggal sama saya) serta suami yang mengerti dan bisa mengurus dirinya sendiri sehingga saya memiliki banyak waktu untuk menulis. Tetapi faktanya, semakin memiliki banyak waktu, semakin terbuka peluang untuk bersantai dan meremehkan keberadaan waktu itu sendiri. Disadari maupun tidak disadari, saya sering lalai, menganggap masih banyak waktu dan memilih melakukan hal lain yang sama sekali melenceng dari target yang telah saya tetapkan. Akibatnya sudah bisa dipastikan, ada banyak pekerjaan yang tertunda atau yang terburuk, terpaksa begadang beberapa malam sekaligus hanya untuk menyelesaikan satu pekerjaan. Padahal, kalau manajemen waktu saya tersusun dengan baik, harusnya dengan banyaknya waktu yang tersedia akan membantu saya menyelesaikan lebih banyak pekerjaan lagi.

Waktu itu selalu berputar maju. Saya dan kalian tidak mungkin bisa mengulang hari kemarin dan menjalaninya sekali lagi. Sekali menyia-nyiakannya, maka besar sekali dampaknya.

2,712 total views, 6 views today

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here