For the Love of Mom, buku antologiku yang ke-3 bersama teman-teman di grup Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) ini akhirnya diterbitkan juga di bulan Agustus 2011. Berbagai cerita tentang ibu yang tertulis di dalam buku ini akan membawa siapa pun yang membaca pada satu rasa, bahwa kasih sayang seorang ibu tak akan pernah dapat tergantikan oleh apa pun juga di dunia ini. Tangisan, tawa, bahagia dan berbagai rasa yang mengharu-biru dalam dada akan menyertai kamu menikmati buku ini.
Lihat, lihat… satu bintang di ujung malam itu begitu benderang

Cahayanya turun menyinari Bumi
Bersinar dalam pekatnya malam syahdu
Seperti itulah Ibuku…
Sinarnya mampu membawaku ke dalam kedamaian
Terangnya tak lekang oleh gulita malam
Pesonanya tak memudar oleh waktu

Lihat…
Betapa Ibuku Berkilau Bagai Gemintang

Bagaimana kamu mendeskripsikan Ibumu? Sebagai sumber air yang cintanya tak berhenti mengalir? Atau bagai kunang-kunang yang menuntun kamu pada sepetak jalan pulang?
 
Membaca buku ini seperti mengusik hati kecil saya. Membuat saya tergelitik untuk sekadar menelepon Ibu dan mengatakan, “Aku rindu, Bu.” Semakin saya menelisik isinya, semakin besar pula pertanyaan saya pada diri sendiri: sanggupkah saya menjadi sosok Ibu yang dilimpahi kedamaian dan cinta?
 
For The Love of Mom adalah antologi dari 38 penulis handal yang mengungkapkan sosok Ibu yang tiada duanya, mulai dari perjuangan seorang Ibu yang rela pergi ke negara seberang hanya untuk menghidupi anak-anaknya hingga seorang Ibu yang pandai menjalin komunikasi dengan anak gadisnya.
 
Semuanya tentang Ibu…Ibu hebat! Semuanya tentang cinta. Cinta Ibu kepada anaknya. Dibalut dalam gaya bertutur yang ringan, buku ini sanggup mengaduk-aduk emosi siapa pun yang membacanya. Ditulis dari 38 sudut pandeng yang berbeda, buku ini layak dijadikan koleksi bacaan, apalagi dilengkapi dengan puisi dan quotes, berpadu apik dengan 40 naskah terbaik.
 
Jadi tunggu apa lagi? Nantikan kedatangannya. Pesan sekarang dan siapkan semua keberanian kamu untuk bersimpuh di kaki Ibu dan katakan… Ibu, saya mencintaimu. 🙂

~ Dydie Prameswarie ~ 

Sekilas Kisah DiBalik Penulisan Buku For the Love of Mom

Buku For the Love of Mom menjadi langkah awal saya mempercayai diri sendiri kalau bisa menulis. Begitu satu tulisan selesai, rasa haus saya untuk terus berkarya membuat saya ingin terus berkarya melalui tulisan. Memang sih waktu pertama kali memulai tulisan (yang kemudian menjadi salah satu cerita di buku For the Love of Mom), sedikit saya mengalami kesulitan. Tapi karena menguatkan hati untuk tetap menulis, tanpa memikirkan hasil akhirnya dulu, ternyata saya malah berhasil menyelesaikan tulisan tersebut.

Tips Menulis Buku

Beberapa tips berikut ini saya sertakan dalam tulisan ini untuk kasih sedikit inspirasi buat siapa pun yang ingin mulai berkarya melalui tulisan. Beberapa tips tersebut antara lain:

  • Menulislah yang dikuasai, atau yang merupakan pengalaman atau kisah diri sendiri. Menulis sesuatu yang kita tahu memudahkan kita untuk memulainya, daripada menulis yang kita tidak kuasai atau tidak kita ketahui.
  • Menulislah dengan hati. Layaknya seperti orang yang sedang curhat, menulis juga begitu. Anggaplah lembar kertas kosong di hadapan kita seperti seorang teman yang siap sedia mendengarkan cerita kita, entah cerita menyenangkan, cerita lucu, cerita menyedihkan, bahkan hal-hal yang membuat hati gelisah.

Nah sedikit tips menulis ini semoga bisa berguna ya. Siapa tahu setelahnya, akan ada lebih banyak karya tulis yang mengabadikan momen terbaik bersama ibu, seperti kisah-kisah di buku For the Love of Mom ini, atau menulis banyak buku inspirasi lainnya.

 

761 total views, 3 views today

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here