Cha… yang

 
Awal Ketemu
Dalam diam kumenangis tertahan
Dalam diam kurindu tak terungkap
Dalam diam ada cinta yang membiru
Dan dalam diam bukan berarti ku tak tahu 
Apa yang kamu lakukan dalam diam dan kebisuan
 
Ingin kulari dari bayang wajahmu
Ingin kumembenci dirimu
Tapi yang terjadi adalah sebaliknya
Smakin kumembencimu, smakin dalam rasa cintaku
Dan kenyataan ini begitu menyiksaku
 
Mungkin smua ini
karena adanya kehadiranmu
Yang tanpa sengaja dapat slalu indahkan seluruh hari-hariku
Ketenangan jiwamu adalah ketegaran dalam tiap langkahku
 
Diriku bagaikan debu yang ditiup oleh angin
Tanpa bisa melawan
Diriku bagaikan sebatang kayu
Yang apabila dibuang dalam sungai
Diriku kan hanyut terbawah arus
 
Stiap malam berlalu selalu saja tak pernah tersenyum
Tus + Audi
Inginku menghantarkan mimpi indahmu
Mataku terpejam, hatipun menangis
Menantikan dirimu di dalam kesunyian malam
 
Kau hadir disaat hatiku sepi
Kau bawa sejuta pesona
Setelah kuhanyut dalam pesonamu
Baru kusadari kau juga bawa sejuta siksa
 
Seakan bibirmu bicara
Yang tak mampu tuk berkata
Jangan biarkan kutersiksa
Merintih tak berdaya di antara kesan senyummu
 
Setiap malam dipenuhi penyesalan dan kecewa
Ingin kuakhiri langkah yang tersiksa
Biarlah semua terbang dengan belas ke ujung dunia
Kuingin duniaku selalu terbebas dari pertanyaan
Pahitnya kenyataan terus menghujam
 
Ketika hatiku tak mampu
Membayangkan rasa di antara kita
Di tempat yang sunyi ini kau genggam jemari tanganku
Menatap mentari yang tenggelam…
 
13 Januari 2013 @Home
Dalam diam kuberharap
Kan datang suatu keajaiban
Yang membuatmu merasakan bahwa bulan&bintang
Bisa mencatat sebuah kerinduan
 
Saat mulutku harus terbungkam
Saat kakiku harus telanjang
Dan saat kakiku harus dibelenggu
Kuingin ada keajaiban
Dalam diam dan kebisuan
 
Cha @Puncak 29 Januari 2013

Kuingin kau tahu

Hatiku sepi tanpamu
Hatiku layu tanpa siraman kasihmu
Senyummu rapikan serpihan hatiku
Dekapanmu meneteskan sejuk di hatiku
Aku tak ingin kita malu
Pada bulan dan bintang itu
 
Aku telah berjanji
Bahwa diam adalah cinta sejatiku
Aku ingin kau tahu
Dalam diam ada namamu
Dalam diam aku slalu mengingatmu
Dan dalam diam aku kan slalu setia … padamu
 
Tus – 18 Desember 2012

Cinta di dunia ini bagaikan batu

Yang apabila ditumbuhi akan cepat rapuh & memudar
Cinta tak slamanya memiliki
Tetapi hati akan dapat tersentuh
Oleh orang yang suci dan tulus 
 
Tetes air mata ungkapan galaunya hati
Indahnya rasa kebersamaan bersamamu
Aku yakin rasa ini tak akan pernah padam
Dalam rindu yang slalu mempersatukan kita
 
cha…yang….
 
Note :
Puisi sangat sederhana dari seorang laki-laki sederhana.
Terima kasih karena pernah menuliskannya untukku
Tahukah kamu, seringnya kamu mengirimiku puisi
Membuatku pun belajar untuk menuliskannya seindah memilikimu
 
Aku tak tahu …
Apa jadinya diriku jika aku tak pernah bertemu denganmu
Jalan yang kita lewati memang berliku, penuh jurang dan berbatu-batu
Tapi tahukah kamu, bahwa kamu adalah anugerah terindah dalam hidupku.
Kamu adalah hadiah dari surga yang mungkin tak pernah berani kupinta

PicZap Bikinan Audi 🙂


Tiga belas tahun sudah kita bersama
Tiga belas tahun kita merenda tangis, tawa, canda, bahkan luka
Tiga belas tahun bukan waktu yang singkat merangkai cinta 
Dan aku masih ingin menikmati berpuluh tahun selanjutnya hanya bersamamu.
 
Terima kasih karena telah memilihku
Aku sadar, dalam ketidaksempurnaanku ini, ada banyak hal yang mungkin menyakitimu
Aku sadar, ketajaman lidahku dan cara berpikirku yang berbeda mungkin membuatmu harus terus mengelus dadamu
Karena itu, terima kasih karena telah menyempurnakan diriku yang tidak sempurna ini
 
3 Januari 2013
I love you till the end My PW
 

1,147 total views, 2 views today

SHARE
Previous articleKasih Ibu
Next articleAku (akan) Baik-baik Saja!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here