Bagaimana caranya bikin konten kreatif? Pertanyaan ini masih menjadi bagian penting yang selalu saya pikirkan setiap hari. Di saat yang sama, saya juga mulai punya keinginan untuk ganti laptop, mengingat laptop yang saya gunakan hingga hari ini sudah berusia lebih dari 6 tahun dan sudah tak mampu lagi mendukung saya untuk bekerja secara produktif dalam membuat konten yang kreatif. Beberapa kali saya browsing dan melihat-lihat berbagai spesifikasi laptop keluaran terbaru, khususnya laptop ASUS. Setahu saya, bulan April 2018 lalu, ASUS Indonesia meluncurkan laptop ASUS baru, yaitu Laptop ASUS VivoBook A407. Bisakah laptop ASUS VivoBook A407 jadi laptop impian untuk mendukung saya bikin konten kreatif?

Laptop ASUS VivoBook A407 Laptop Impian
Laptop ASUS VivoBook A407 Laptop Impian untuk Bikin Konten Kreatif

Mengenal Infografis Sebagai Pendukung Konten Kreatif

Pengalaman telah menulis 5 buku best seller yang hak terbitnya pernah pula dibeli negara tetangga tidak menjadikan saya mudah dalam berkreasi menciptakan konten kreatif. Kemampuan menulis saja tidak cukup lho untuk bisa membuat konten yang berbeda daripada konten-konten lain yang sudah ada. 

Dalam pembuatan konten kreatif ternyata dibutuhkan materi pendukung, seperti ide-ide antimainstream, pengolahan konsep dengan cara dan sudut pandang berbeda, infografis, foto-foto dengan resolusi  tinggi, juga video yang melengkapi keseluruhan konten hingga menarik untuk dibaca dan tak membosankan.

Laptop Asus VivoBook A407 Laptop Impian untuk Bikin Konten Kreatif
Kreativitas Dalam Pembuatan Konten Kreatif. Sumber: Buku Nggak Usah Kebanyakan Teori Deh. Ilustrator: Langit Amaravati

Saya mengenal infografis sejak tahun 2015. Ketika itu saya menerbitkan 2 buku dengan konsep yang berbeda, sedikit teks dan lebih banyak gambar, salah satunya berjudul Nggak Usah Kebanyakan Teori Deh! Infografis di dalam buku tersebut sangat menarik dan membuat buku saya tersebut jadi lebih interaktif. Tangan dingin editor, layouter sekaligus ilustrator buku menjadikan tulisan sederhana jadi buku yang luar biasa. Permainan ilustrasi dalam infografis menjadi daya tarik dan nilai tambah di dalam buku tersebut. 

Bagi orang-orang dengan daya kemampuan menyerap ilmu secara visual, infografis membantu mereka memahami bacaan dengan lebih baik. Sementara untuk orang-orang dengan kemampuan tekstual, kehadiran infografis sama sekali tidak mengganggu malah bisa menghadirkan ide-ide baru dalam perspektif yang berbeda untuk tema yang sama.

Begitu mengetahui nilai tambah yang ada pada infografis, saya mulai memahami bahwa konten kreatif, baik untuk naskah buku maupun untuk tampilan pada blog atau website, adalah satu kesatuan utuh antara tulisan dan gambar pendukung yang membantu seseorang memahami bacaan yang sedang dibaca dengan lebih baik, sekaligus mencari tahu lebih banyak lagi berkaitan dengan data dan fakta yang mereka dapatkan dari bacaan.

Bagaimana Caranya Membuat Konten Kreatif?

1. Konten Kreatif Bukan Tentang Ide Brilian

Banyak yang mengira, konten kreatif dihasilkan dari ide brilian. Mereka memikirkan hal-hal yang rumit hingga akhirnya produktivitas terhambat. Padahal untuk menghasilkan konten yang kreatif dan berbeda dari kebanyakan konten yang sudah ada hanya membutuhkan ide sederhana. Proses pengolahan ide sederhana inilah yang kemudian patut diperhitungkan agar jadinya nanti berbeda.

“Ide-ide terbaik adalah ketika kamu mengambil dua gagasan kuno yang tidak saling berhubungan satu sama lain, kemudian menggabungkannya menjadi satu, dan menghasilkan sesuatu yang baru.”


– James Altucher, Choose Yourself –

Seperti yang dikatakan James Altucher dalam tulisannya yang berjudul Choose Yourself, yang saya cuplik dalam tulisan ini, menghasilkan suatu konten kreatif bisa berasal dari ide yang sederhana, yang digabungkan dengan ide lain yang sama sekali tak berhubungan, untuk menghasilkan sesuatu yang baru.

Laptop ASUS VivoBook A407 Laptop Impian untuk Bikin Konten Kreatif
Memadukan Dua Teknologi Menjadi Teknologi Baru. Sumber: Buku Nggak Usah Kebanyakan Teori Deh. Ilustrasi: Langit Amaravati

Contoh nyata dalam kehidupan adalah adaptasi satu teknologi yang digabungkan dengan teknologi lain, untuk menghasilkan produk yang berbeda. Pemutar musik seperti Mp4 player yang dipadukan dengan ponsel, jadilah Iphone. Contoh lain, penggunaan kunci sebagai alat pengaman telah banyak mengalami pengembangan dan inovasi hingga lahirlah teknologi pemindai, face detected maupun finger sensor, seperti fingerprint sensor yang ada pada laptop ASUS VivoBook A407.

2. Konten Kreatif Hasil dari Kreativitas

Menurut Mary Lou Cook, kreativitas adalah menciptakan, bereksperimen, bertumbuh, mengambil risiko, melanggar aturan, membuat kesalahan, dan bersenang-senang. Dari pendapatnya Mary Lou Cook ini saya menarik kesimpulan bahwa untuk menciptakan suatu konten kreatif, kita harus memiliki kemampuan dan kemauan dalam bereksperimen, menciptakan, mengambil risiko dengan melakukan serangkaian percobaan dan pengamatan, bertumbuh melalui proses belajar, tidak takut melakukan kesalahan, dan sesekali bolehlah kita melanggar aturan.

Kreativitas adalah menciptakan, bereksperimen, bertumbuh, mengambil risiko, melanggar aturan, membuat kesalahan, dan bersenang-senang.

Bersenang-senang saat membuat konten itu wajib hukumnya karena segala sesuatu yang dihasilkan dengan perasaan senang, perasaan bahagia, jauh lebih bagus dibandingkan kalau kita mengerjakannya dengan perasaan tertekan dan terbebani. Jika kita merasa tertekan saat melakukannya, bisa jadi kita kurang menguasai bahan yang digunakan untuk membuat konten, kurang referensi, dan kita perlu belajar dan mencari informasi lebih banyak lagi agar proses pembuatannya tak lagi terasa berat.

Melanggar aturan seperti yang dikatakan Mary jangan diartikan secara harafiah atau secara negatif ya. Melanggar aturan di sini diberlakukan dalam proses penciptaan suatu konten, produk, atau jasa. Misalnya nih, selama ini yang kita ketahui bahwa suatu buku mestilah hanya berisi teks, kalau berisi banyak gambar berarti komik atau buku cerita bergambar. Karena buku yang isinya hanya tulisan terlalu kuno dan membosankan, maka kita mencoba memasukkan gambar, menggabungkan konsep buku teks dan komik. Hasilnya tentu saja buku dalam format baru.

3. Pribadi yang Kreatif Lebih Mudah Menciptakan Konten Kreatif

Tadi pertanyaan di awal adalah bagaimana caranya membuat konten kreatif, kan? Dalam tulisan saya ini, jangan berharap menemukan teori-teori cara membuat konten. Bukan itu yang jadi titik perhatian saya. Kalau mau cari teorinya, sudah banyak artikel yang bertebaran di internet yang bisa kamu temukan, misalnya tentang aplikasi yang membantu untuk desain infografis, cara mengoperasikan photoshop atau corel draw untuk menghasilkan gambar, cara menggunakan paint, dan sebagainya.

Di tulisan kali ini, saya ingin mengangkat bagaimana caranya kita jadi pribadi yang kreatif serta meningkatkan sense of creativity kita agar lebih baik lagi. Kalau di dalam diri kita aja udah kreatif, maka masalah membuat konten kreatif pastilah jauh lebih mudah. Seperti pada point sebelumnya kan sudah saya tekankan bahwa pembuatan konten kreatif sebenarnya dimulai dari pencarian ide-ide serta proses pengolahan ide tersebut. Hal-hal lain seperti aplikasi dan teori-teorinya hanya pendukung. Intinya, pribadi kita dulu yang dijadikan kreatif maka penggalian ide untuk menciptakan konten kreatif jelas jadi lebih mudah.

Laptop ASUS VivoBook A407
Cara Jadi Pribadi Kreatif

Nah cara yang saya tahu agar jadi pribadi yang kreatif, antara lain:

  • Mencatat ide-ide yang muncul untuk diolah kembali, entah digabungkan, dikembangkan, dipadupadankan, dan sebagainya.
  • Sosialisasi dengan orang-orang kreatif akan membangunkan sisi kreatif kita.
  • Berani melakukan berbagai percobaan.
  • Pantau dan ikuti tren yang sedang berlangsung dan pikirkan apa yang bisa kamu lakukan terhadap tren tersebut.
  • Belajar keterampilan baru. Jika sekarang kamu hanya bisa menulis, maka selanjutnya belajarlah desain grafis biar bisa bikin inforafis, belajar fotografi agar hasil foto untuk tulisanmu bagus, dan sebagainya.
  • Banyak baca buku akan membantu kamu menemukan lebih banyak ide yang bisa diolah dan dikembangkan kembali.
  • Sering-seringlah keluar rumah karena di luar sana ada jutaan ide yang bisa kamu tangkap dan gunakan untuk menciptakan konten kreatif.
  • Lakukan perjalanan untuk membuka wawasan dan merasakan pengalaman baru. Tersesat di suatu kota yang tak kamu kenali juga bisa memancing untuk berpikir kreatif, gimana caranya menemukan jalan yang benar.
  • Mencoba hobi baru. Kalau dulu hobimu hanya olahraga lari, sesekali lakukan panjat tebing. Jika hobimu tidur, ya bangunlah, karena kalau keseringan tidur konten kreatifmu mana mungkin bisa terwujud. Impian hanya selamanya akan jadi mimpi kalau selamanya kamu tak mau bangun dan bergerak untuk mewujudkannya.
  • Kolaborasi perlu dilakukan. Satu ide dari dua kepala atau lebih jauh lebih baik daripada banyak ide hanya dari satu kepala.

4. Persenjatai Diri Dengan Peralatan Pendukung

Oke, tahap selanjutnya agar bisa bikin konten kreatif adalah ketersediaan peralatan pendukung. Untuk membuat infografis, edit foto atau edit video, jelas kamu membutuhkan aplikasi khusus, yang semuanya bisa kamu dapatkan dari rajin browsing di internet. Untuk internetan kamu butuh koneksi yang cepat maka pilihkan provider penyedia layanan yang bagus.

Agar foto yang kamu gunakan untuk kontenmu berkualitas bagus, miliki kamera atau smartphone. Banyak kok smartphone yang telah dilengkapi dengan fitur kamera sekelas kamera canggih. Hayo, butuh apa lagi? Komputer atau laptop? Udah jelas. Agar produktif dalam memproduksi konten jelas kita membutuhkan komputer atau laptop dengan spesifikasi yang bagus, seperti laptop ASUS keluaran ASUS Indonesia yang menyediakan banyak pilihan. Ada laptop ASUS VivoBook A407, laptop ASUS ROG Zephyrus GX501VI, laptop ASUS ZenBook Flip S UX370, dan masih banyak lagi.

Selain peralatan pendukung, mempersenjatai diri di sini juga termasuk meningkatkan kemampuan dalam pengoperasian tiap-tiap peralatan pendukung tadi. Untuk membuat desain infografis yang bagus tentunya kita perlu memiliki kemampuan mengoperasikan setiap fitur dalam aplikasi yang kita gunakan. Untuk bisa mengedit foto, ya belajarlah cara terbaik dalam hal mengedit foto, mulai dari kecerahan foto, warna, dan sebagainya. Hal yang sama juga berlaku pada saat mau edit video.

Laptop Asus Vivobook A407 Laptop Impian untuk Bikin Konten Kreatif

Laptop yang saya gunakan saat ini bukan laptop ASUS karena dulu saya belum benar-benar mengerti mengenai alat pendukung yang memudahkan aktivitas menulis dan blogging. Laptop ini adalah laptop pertama yang saya miliki. Usianya sudah lebih dari 6 tahun dan ini pun hasil dari saya menulis. Di masa lalu, saya menulis hanya mengunakan pulpen dan buku atau kertas apa pun yang bisa saya temukan. Pekerjaan saya sebagai sales lapangan membuat saya lebih banyak di jalan. Tapi disela-sela kesibukan saya bekerja, saya masih menyempatkan diri menulis.

Di hari Sabtu setiap pekan, saya akan mampir ke warnet langganan, beli paket 4 jam harga 10 ribu rupiah, dan menyalin semua tulisan tangan saya menjadi file digital. Baru setelah jadi satu naskah saya kirimkan ke penerbit. Aktivitas ini terus saya lakukan sepanjang 2010-2011. Buku pertama saya terbit tahun 2012. Di tahun yang sama, saya berhasil membeli laptop agar bisa terus produktif berkarya.

Tahun 2017 lalu, saya mulai berminat pada dunia blogging yang menurut saya tantangannya lebih mengasyikkan. Kegiatan menulis tak lagi sekadar menulis teks, namun harus memikirkan bagaimana agar tulisan yang ditayangkan di blog memiliki banyak pembaca. Sebagai seorang penulis buku best seller, banyak yang mengira hal ini mudah. Faktanya tidak semudah itu menghasilkan suatu konten yang berbeda dari kebanyakan konten yang sudah ada dan bisa menarik banyak pembaca. Butuh pendukung agar tulisan menjadi menarik untuk dibaca, selain tentu saja isi tulisan yang berkualitas dan bermanfaat.

Belajar membuat infografis menjadi salah satu aktivitas yang cukup menghabiskan banyak waktu saya, terutama karena laptop yang sekarang saya gunakan tidak terlalu mendukung aktivitas multitasking secara digital. Saya butuh laptop yang performanya cepat, spesifikasi tinggi, dingin meski dipakai dalam waktu lama (saya biasanya bekerja di depan laptop hinga 10 jam dan akibatnya laptop saya suka mati mendadak karena kepanasan), serta punya fitur entertainment yang membuat saya nyaman ketika menonton video untuk mencari ide-ide segar.

Saya pun bertanya pada suami, secara dia yang punya banyak pengetahuan mengetahui teknologi laptop terkini, dan tahu mana laptop yang sesuai untuk saya. Sarannya sih beli laptop ASUS saja. Saya sempat bertanya, “Kenapa saya harus memilih laptop ASUS?” Nah, jawaban yang diberikan suami saya akhirnya menjadi pertimbangan saya untuk segera memiliki laptop ASUS, terutama laptop ASUS VivoBook A407. Mau tahu tidak jawaban suami saya, kenapa saya perlu punya laptop ASUS VivoBook A407? Nih saya rangkumin ya.

1. Tipis, Ringan, dan Mudah Dibawa-bawa

Saya selalu bawa laptop ke mana pun saya pergi. Alasannya, tiap ada waktu luang, saya bisa kerja. Misalnya saja saya habis ikut acara blogger di Jakarta Pusat. Daripada saya bermacet ria pulang ke rumah di Jakarta Selatan, ya mending saya ngendon di kafe mana gitu. Bermodal kopi seharga 20 ribu segelas, saya bisa kerja selama 4-5 jam. Begitu jalan lenggang baru saya pulang.

Karena senang membawa laptop saya yang berat, tulang punggung saya sering nyeri. Makanya suami menyarankan agar saya punya laptop ASUS VivoBook A407 ini yang beratnya hanya 1,5kg denan ketebalan 21,9mm, namun tetap memiliki layar seluas 14 inch. Laptop ASUS VivoBook A407 mendukung sekali bagi orang-orang dengan mobilitas tinggi seperti saya. Bahkan kalau traveling juga ringan dibawa jalan-jalan.

Laptop ASUS VivoBook A407 Laptop Impian Untuk Membuat Konten Kreatif
Laptop ASUS VivoBook A407 Laptop Impian Saya. Sumber: asus.com

2. Performa dan Spesifikasi Tinggi Memudahkan Aktivitas Multitab

Saya kalau menulis suka membuka banyak halaman (multitab) untuk mencari referensi tambahan. Satu artikel saja bisa membuat saya membuka lebih dari 20 halaman. Tujuannya, semakin banyak referensi, data, dan fakta, maka tulisan saya akan semakin lengkap. Saya memang termasuk orang yang senang bicara (dalam hal ini menulis) dengan data pendukung, biar kesannya tak sekadar omong kosong.

Bekerja secara multitab jelas membutuhkan performa dan spesifikasi laptop yang tinggi. Dengan performa yang bagus, kinerja laptop jauh lebih cepat. Laptop saya yang sekarang kalau sudah kebanyakan buka tab langsung lemot. Loadingnya jadi lama. Kadang sembari menunggu loading, saya bisa membalas cukup banyak chat di ponsel. Kebayangkan lamanya kayak apa?

Laptop ASUS VivoBook A407
Performa Terbaik Laptop ASUS VivoBook A407

Kalau pakai laptop ASUS VivoBook A407, katanya masalah lemot dan loading lama tak akan saya alami lagi. Produktivitas saya bisa jadi lebih tinggi dan kerjaan jadi cepat selesai. Hal ini karena ASUS VivoBook A407 telah mengunakan prosesor Intel® Core™ i3-6006U 2.0GHz. Ram-nya pun bisa diupgrade dari yang 4GB DDR4 jadi 8GB. Nanti tinggal nabung saja biar bisa ganti Ram 8GB dan kinerja laptop pun jadi semakin cepat.

Hal lain yang memudahkan pekerjaan saya dan sudah tersedia di laptop ASUS VivoBook A407 adalah kartu grafis yang mumpuni untuk mendukung aktivitas desain. Sembari menulis saya bisa sekalian bikin desain infografis yan mendukung dan melengkapi tulisan saya. NVIDIA® GeForce® MX110 graphics dan harddisk berkapasitas 1TB sudah pasti akan memudahkan aktivitas digital saya ini.

3. Fingerprint Sensor Bikin Aman dari Tangan Jahil

Selain senang jalan-jalan, saya juga cukup sering pulang ke Surabaya untuk berkumpul dengan keluarga adik saya yang tinggal di kota itu. Keponakan saya, Michel, selalu senang kalau saya datang. Dia pasti mainnya ya di kamar saya. Pernah kejadian, saya meninggalkan laptop dalam keadaan menyala di kamar untuk pergi mandi. Selesai mandi dan masuk lagi ke kamar, Michel sudah sibuk berkutat di depan laptop saya. Dia main game di laptop yang tadi saya tinggal. Apesnya setelah saya periksa, tulisan saya yang masih setengah jadi hilang entah ke mana. 85 halaman raib dalam sekejap karena ketidaksengajaan anak kecil. Saya jelas tak bisa marah karena saya sendiri yang teledor meninggalkan laptop dalam kondisi menyala.

Laptop ASUS VivoBook A407
Michel Main Laptop

“Jadi biar Michel tak iseng buka laptopmu dan bikin naskahmu raib tak berjejak, kamu pakai saja laptop ASUS VivoBook A407,” terang suami saya sambil menunjukkan gambar laptop yang dia maksud.

Jadi, laptop ASUS yang disarankan suami saya tersebut sudah dilengkapi dengan sensor fingerprint yang mendukung keamanan dan tak sembarang orang bisa membuka laptop saya. Sensor ini juga didukung fungsi pengenalan 360° serta Window Hello sehingga tingkat akurasi pemindainya sangat bagus, bahkan dalam posisi terbalik atau jari dalam keadaan basah tetap bisa memindai dengan tepat. Dengan adanya fitur ini, otomatis laptop saya aman dari tangan jahil. Keamanan ini juga saya perlukan saat kerja di luar, kemudian saya perlu ke toilet sebentar. Orang tak bisa sembarangan utak-atik atau lihat data di laptop saya tanpa seizin saya.

Kegunaan Fingerprint Sensor Pada Laptop ASUS VivoBook A407
Kegunaan Fingerprint Sensor Pada Laptop ASUS VivoBook A407

4. NanoEdge Display, Asus Sonicmaster dan Asus Video Wizard Untuk Kepuasan Para Pecinta Kdrama

Saya pecinta Kdrama. Menurut saya, Kdrama bagus sebagai tontonan karena detail dan jalan ceritanya bagus untuk dipelajari. Pastinya sih juga buat cari ide bahan tulisan karena selain menulis berbagai buku self improvement, saya juga sesekali menulis novel. Kadang, saya juga memadukan penulisan nonfiksi dengan fiksi untuk menghasilkan gaya tulisan yang berbeda.

Kepuasan menonton itu penting, termasuk sound yang pas dan enak didengar. ASUS VivoBook A407 menjadi alat pendukung entertainment yang bakal bikin puas karena NanoEdge display memberi tampilan layar yang lebih lebar dan lebih imersif. Bezelnya tipis, berukuran 7,1mm dari rasio layar ke body 73,8%.

Tampilan visual pun bisa disesuaikan dengan kebutuhan berkat teknologi ASUS Splendid dan teknoloi ASUS Tru2Life membantu mengoptimalkan secara cerdas piksel pada video yang sedang ditonton dan menyesuaikan kontras dan ketajamannya biar mata tetap nyaman.

Apa lagi ya? Oh ya, kalau masalah audio, jangan ditanya deh. Saat menonton film atau video, audio penting biar nontonnya jadi asyik. Nah ASUS VivoBook A407 udah punya ASUS SonicMaster dan ASUS Audio Wizard yang meningkatkan kualitas audio menjadi benar-benar imersif dan meningkatkan kenyamanan menonton.

5. Kerja 24 Jam Nonstop Tetap Dingin Berkat Asus IceCool

Untuk saat-saat krusial, terutama kalau lagi ngejar deadline tulisan, saya bisa bekerja 24 jam nonstop. Sayangnya aktivitas ini tak bisa benar-benar saya lakukan 24 jam penuh karena begitu laptop saya panas, saya terpaksa berhenti dulu selama beberapa saat sampai laptop jadi dingin kembali. Otomatis, naskah yang tinggal finishing jadi tertunda.

Saya butuh laptop yang dingin meski dipakai dalam jangka waktu lama dan pilihan yang diajukan suami lagi-lagi laptop ASUS VivoBook A407. Katanya, laptop ini punya teknologi ASUS IceCool yang bikin laptop tetap dingin dan suhunya tetap terjaga di bawah 36° C.

6. Tak Perlu Ribet Cari Colokan Karena Baterai Tahan Lama

Syarat penting kalau beli laptop baru adalah daya tahan baterai. Selama ini kalau diajak suami atau teman-teman kami kerja bareng di luar, hal pertama yang saya tanyakan adalah ada tidaknya colokan. Ya, laptop saya yang sekarang sangat tergantung dengan colokan akibat baterainya memang tak memiliki daya tahan lama sejak beli. Makanya kalau saya beli laptop baru, harus yang baterainya tahan lama. Saya kan ingin juga bisa bikin konten sambil duduk di taman gitu, atau di pinggir pantai, atau kalau perlu di gunung. Dan lagi-lagi, suami menyebutkan laptop ASUS VivoBook A407.

Laptop ASUS VivoBook A407 Laptop Impian untuk Mmebuat Konten Kreatif
Baterai Laptop ASUS VivoBook A407. Sumber: asus.com

7. Sudah Dilengkapi Windows 10

Hal terakhir nih, saya butuh menggunakan Windows 10 karena kebanyakan teman blogger dan editor di penerbit sudah pakai Windows 10. Saya pernah tuh dikirimi file naskah saya dan tulisannya jadi rapat-rapat berantakan akibat file tulisan dalam format Word yang dikirim ke saya sudah tak kompatible dengan Windows yang saya gunakan. Pernah suami mencoba instal Windows 10 di laptop saya yang sekarang, hasilnya tentu saja tidak bekerja karena laptop saya belum support mengunakan software tersebut. Kalau pakai laptop ASUS VivoBook A407, saya tak perlu repot lagi mengalami ketidaknyamanan harus menerim file naskah/tulisan yang berantakan dan harus pakai aplikasi lain lagi untuk membetulkannya.

Laptop ASUS VivoBook A407
Spesifikasi Laptop ASUS VivoBook A407

Setelah mendengar penjelasan suami mengenai laptop yang cocok untuk membantu meningkatkan produktivitas saya, yaitu laptop Asus, saya jadi benar-benar ingin memiliki laptop ASUS ini. Ya, Laptop Asus Vivobook A407 jadi Laptop Impian untuk mendukung saya bikin konten kreatif, entah dalam bentuk naskah buku, dalam artikel untuk blog atau website, konten kreatif untuk posting di media sosial, bahkan konten kreatif dalam bentuk video. Kapan ya saya bisa punya Laptop ASUS VivoBook A407 ini?

35 COMMENTS

  1. Fitur entertainment yang membuat nyaman ketika menonton video ini maksudnya nonton video download an atau kaya di touyube gitu, apa bisa buka CD/DVD sendiri, Mbak?

    Kami lagi perlu laptop tapi mau yang bisa buka CD/DVD juga …

    Ada saran? Trims 🙂

  2. Tipis, enteng enak di bawa kemana mana iu udah cocok banget buat wanita apalagi ditambah spesifikasi laptop yang udah cocok buat blogger kreatif pasti jadi pilihan ku juga ini mbak

  3. yup kreativitas memang harus diasah yah kak, selain itu juga perlu dukungan media yang mumpuni juga seperti asus hehehe

  4. Tipis, elegan, baterai awet sekaligus punya fitur fast charging, VGA yang kekinian memanjakan mata, Sound yang memanjakan telinga, bikin laptop ASUS VivoBook A407 layak banget jadi laptop tambatan hati. Mudahan semakin kreatif ya kalau sudah punya..

  5. Kalau saya malah kagum dengan fitur fingerprint sensornya. Biasanya fitur kayak gini cuman ada di laptop kelas atas tapi asus berani nawarin ke laptop dengan harga ekonomis. keren deh.

  6. Asus emang keren deh kalau ngeluarin produk barunya, setelah S15 kini ada A407 yang punya hardware hampir sama plus ada fingerprintsnya nnih

  7. Laptop lawas saya juga udah 6 tahun lebih, udah sering ngambek minta diganti, hiks hiks… Tapi tetap saya paksakan untuk dipakai ngeblog dan berbagai kebutuhan komputasi lainnya. Wah kalo dapat laptop Asus A407 ini, makin tambah semangat ngeblognya mba..

  8. Gadget yang penting batere nya kalau sudah kapasitas besar dan irit is the best dech aku suka banget performanya elegan ya kak.

  9. Dengan keamanan sidik jari jadi bikin kita gak khawatir ya mba… Minimal dari grecokan anak-anak kita yang pengen tahu segala hal

  10. “Bersenang-senang saat membuat konten itu wajib hukumnya”, setuju banget. Menulis dengan perasaan senang tanpa tekanan akan bisa dirasa oleh pembacanya ya mba. Btw, aku penasaran sama Asus IceCool nya deh, keren banget bisa tahan 24 jam nonstop .

  11. TerTerima kasih atas ilmunya mengenai konten kreatif. Ide lama di gabung menjadi yang baru di peralatan yang mendukung. Pastinya akan membantu produktivitas

  12. Untung yang sering mobile kaya mbak Monica, perlu banget laptop yang tipis bin ringan. Biar gak berat2in ransel ya mbak…

  13. Kak, blognya bagus banget. Infonya tentang Asus Vivobook A407 lengkap, bikin ngiler. Pas laptop aku lagi agak bermasalah, lagi cari2 yang oke. Aku terpana sama info2 grafisnya, membuat lebih mudah mencerna informasi ketimbang baca teks yang panjang. Keren, keren laah

  14. Mupeng euyyy sama laptop ini. Ringan, speknya mumpuni.. cocok buat ngegantiin laptop saya yang udah enam tahun n mulai ngadat. Mudah mudahan ada rezeki buat beli laptop ini

  15. Wah speknya lengkap, udah dilengkapin windows pula.
    Hehe emang tu kalau anak2 dah pegang laptop pasti ada aja yang ilang ya mbak, kalau security-nya bagus kyk laptop ini mungkin bisa lbh diantisipasi 😀

  16. Aku juga pake Asus Mbak, tapi versi jadul hihi. Alhamdulillah sudah 4 tahun menemani belum pernah rewel sama sekali. Memang tahan banting brand satu ini. Padahal aku sering lupa matiin laptop dan menyala terus selama hampir 48 jam (dengan colokan terpasang). Hihi jangan ditiru yaa

  17. Waduh ini lihat spec nya bikin ngiler, Mba. Apalagi ada proteksi finger print. Saya juga bs gegerungan kalau 85 halaman ilang. Hiks

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here