Kenapa sih penting menjaga dan merawat Pancasila? Sebelum kita bahas jawabannya, saya ingin bercerita sedikit tentang masa kecil saya di kota Banjarmasin, Lalu masa remaja saya di Malang, dan masa saya mulai terjun ke masyarakat sebagai pekerja di berbagai kota selanjutnya.

Ketika Persatuan dalam Perbedaan Meninggalkan Ingatan Terbaik

Masa kecil saya luar biasa. Karena rumah saya di pinggir Sungai Martapura, saya berasa punya kolam renang raksasa. Tiap sore, saya dan adik lelaki nomor dua pasti berenang di sungai itu. Tahu siapa yang menemani kami bermain? Anak-anak di sekitar rumah dan sungai pastinya.

Tidak ada jarak yang membedakan antara anak keturunan Cina dan warga keturunan Banjar (warga setempat). Tidak pula kami berteman dengan membedakan terkait agama, ras, dan suku. Kalau ledek-ledekan, saya rasa masih dalam tahap wajar, yah samalah ya seperti nama orangtua yang kadang juga dijadikan bahan ledekan.

Ada beberapa di antaranya yang cukup akrab, sering main ke rumah saya dan bermain bersama, makan bahkan tidur siang geletakan di ruang tamu gitu. Kadang, saya dan adik yang main ke rumah mereka.

Saat perayaan keagamaan, seperti Natal dan Lebaran. Ingatan akan momen dua perayaan agama ini terekam dengan jelas dalam kepala, bahkan dalam hati saya. Berkesan banget hingga hari ini pun saya masih bisa mengingat setiap detailnya dengan jelas.

Jadi, Papa saya kebetulan punya truk yang memang dipakai untuk usaha. Nah setiap malam takbiran, di atas truk itu dibikin patung onta gitu. Lalu anak-anak dan remaja sekitar rumah pada naik ke bak truk, beserta para orangtua yang menjaga mereka. Sementara saya, adik, mama duduk di depan, di samping Papa yang menyetir truk untuk ikutan takbir keliling.

Sebaliknya, ketika perayaan Natal, anak-anak dan remaja sekitar ikut berpartisipasi lho. Mereka bantu jagain parkiran, jaga keamanan di sekitar lingkungan gereja, kadang waktu pasang tenda gitu, mereka juga ikutan. Tidak ada kisah-kisah perbedaan yang dipermasalahkan, atau malah jadi benci dan dengki. Semua hidup berdampingan dalam damai dan sukacita.

Perubahan begitu terasa kurang lebih 10 tahun terakhir ini, terutama saat perhelatan pilpres dan pilgub. Saya benar-benar tak menyangka ketika itu. Semua yang sebelumnya baik-baik saja kenapa jadi saling bertarung dan penuh kebencian hanya karena beda pilihan?

Malah selanjutnya, perbedaan-perbedaan yang dulunya tetap bisa membuat kami main bersama, kenapa sekarang dipermasalahkan? Sedih banget rasanya. Mayoritas dan minoritas. Keturunan asing dan pribumi. Astaga!

Sekarang coba renungkan deh, jika kondisi terpecah belah dan tiap-tiap orang ribut mempermasalahkan perbedaan yang ada, apa jadinya Indonesia?

Jika warga di satu pulau dengan pulau lainnya ribut melulu, bagaimana kelanjutannya negara Indonesia? Itu baru dua pulau lho ya yang ribut, padahal Indonesia itu punya ratusan ribu pulau, baik yang berpenghuni maupun yang belum berpenghuni.

Menjaga dan merawat pancasila
Mengenal Pancasila. Sumber: Indonesiabaik.id

Penting Menjaga dan Merawat Pancasila

Ada yang masih ingat pelajaran sejarah dan PMP di bangku sekolah dulu? Indonesia merdeka karena apa?

Indonesia merdeka karena kegigihan para pejuang di masa itu yang ingin terbebas dari penjajahan. Mereka bersatu dan berjuang bersama. Tanpa adanya persatuan dan kesatuan yang kokoh, rasanya mustahil kita bisa menghirup kebebasan bernegara dan berbangsa seperti sekarang.

Saya ingat sekali ada bab dalam pelajaran ketika itu menyebutkan bahwa karena keinginan yang kuat untuk merdeka dan bagaimana Negara Indonesia bangkit, semuanya tertuang dalam setiap butir Pancasila.

Ideologi Pancasila adalah kumpulan nilai-nilai atau norma yang berdasarkan sila-sila Pancasila. Sebagai dasar negara, sudah jelas fungsi Pancasila, antara lain:

  1. Memelihara kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia.
  2. Menjadi landasan dan dasar dalam kehidupan bernegara.
  3. Sebagai pedoman untuk bersama-sama menjaga keutuhan bangsa dan negara.
  4. Menjadi kompas penunjuk arah untuk mencapai tujuan bangsa Indonesia (dalam hal ini ya tentu saja pembangunan yang berkelanjutan yang hasilnya bisa dinikmati seluruh masyarakat Indonesia).

Untuk menuliskan artikel ini, saya berpikir ribuan kali. Dan pada akhirnya saya sadar, pengetahuan saya tentang Ideologi Pancasila, tentang betapa penting menjaga dan merawat Pancasila, bahkan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, masih sangat kurang.

Karena kesadaran itulah, saya hari ini bersyukur sekali bisa berpartisipasi dan mensukseskan Diklat Pembinaan Ideologi Pancasila.

menjaga dan merawat Pancasila

Diklat Pembinaan Ideologi Pancasila

Diklat ini diselenggarakan oleh Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia serta Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan Badan pembinaan Ideologi Pancasila mulai 9 Desember 2019 – 13 Desember 2019.

Oh ya, pada tahu kan BPIP itu apa? Jadi, berdasarkan PERPRES 7/2018 Badan Pembinaan Ideologi Pancasila berada di bawah dan bertanggung jawab terhadap Presiden. Salah satu tugasnya adalah menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan melalui Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan.

Peserta yang mengikuti Diklat ini adalah para youtuber, pendongeng, influencer, juga genre BKKBN dari berbagai daerah di Indonesia. Kami akan berkumpul untuk mengikuti diklat pembinaan ideologi Pancasila.

Tujuan dari penyelenggaraan Diklat Pembinaan Ideologi Pancasila ini sebagai salah satu cara menjaga dan merawat Pancasila.

Para pendongeng, Youtuber, dan Influencer selanjutnya bisa menjadi duta ataupun penggerak pengamalan nilai-nilai Pancasila. Melalui dongeng dari para pendongeng, suri tauladan Pancasila dapat terpatri dalam sanubari anak bangsa tanpa ceramah yang menjemukan.

Para Youtuber bisa membuat konten tentang Pancasila yang dikemas menjadi lebih menarik, interaktis dan kekinian. Sementara para influencer bisa berbagi kisah bagaimana mengamalkan Pancasila dalam karakter dan laku hidup sehingga nantinya akan diikuti masyarakat di seluruh pelosok Indonesia.

Dan melalui Generasi Berencana (GenRe) BKKBN bisa memfasilitasi remaja untuk belajar memahami dan praktik hidup sehat dan berakhlak, yang bisa menjadi upaya menyemai nilai-nilai Pancasila.

Penting Menjaga dan Merawat Pancasila agar Indonesia semakin kuat dan tangguh dan itu tak akan terwujud kalau seluruh masyarakat Indonesia tak berperan serta. Tanpa menjaga Ideologi Pancasila, Indonesia bisa tercerai berai tak tentu arah.

Kamu mau itu terjadi? Tentunya tidak dong ya. Sayang banget negara Indonesia yang begitu kaya dan indah ini kalau sampai terjajah lagi atau diambil alih negara lain hanya karena kita tak menjaga kesatuan dan persatuan.

Yuk, mari sama-sama menjaga dan merawat Pancasila

 

2,203 total views, 4 views today

SHARE
Previous articleCara Mudah Untuk kesuburan Pria
Next article7 Resolusi 2020 yang Ingin Saya Wujudkan

29 COMMENTS

  1. mengenai kepancasilaan memang terasa sekali bagaimana perbedaan itu malah dijadikan sebagai pecah belaha apalagi tahun ini, sebagai mahasiswa aku juga jadi sering berpikir kembali. anyway, keren skrg udah ada diklat untuk digital activist jg ya mba mon, nanti kalau udah selesai mau juga dong dishare 😀

  2. Saya sangat suka apabila mendapatkan ilmu langsung tentang nilai-nilai Pancasila karena banyak warga Indonesia jika di hitung menggunakan data inteligen terkena paparan radikal, please this is Indonesia.

    saya tau Ideologi nilai Pancasila itu nomor 1 dan paling utama, tidak ada ideologi yang harus diganti lagi apapun itu. Menjaga kerukunan sesama masyarakat Indonesia dan menebar kasih sayang terhadap siapapun itu. #SalamPancasila #NKRIHargaMati

  3. Nilai Ideologi Pancasila itu nomor 1 dan paling utama, tidak nilai ideologi apapun yang masuk ke tubuh sang Garuda Pancasila..

    Mari kita rawat, jaga, dan melakukan semua nilai Pancasila dengan cara menebar kasih sayang terhadap sesama makhluk hidup,tidak membedakan agama,suku,ras. Dan jangan suka menebar kebencian atau ingin mengubah ideologi Pancasila

  4. Keren juga tuh mbak. Memang perlu pembekalan pancasila buat influencer. Apalagi di zaman sosmed begini pasti yang jadi panutan ya para influencer, bisa blogger, youtuber bahkan selebgram.

  5. Memang penting banget sebagai warga negara yang baik untuk menjaga Pancasila. Ah jiwa nasionalis ku jadi memuncak mbak

  6. Menjaga dan merawat Pancasila memang sangat penting dan harus dilestarikan ke generasi penerus bangsa ya kak. Apalagi sekarang bisa dibilang gak semua orang mampu berpikiran terbuka, jadi tantangan sih ini.

  7. Kalau bukan kita yang menjaga dan merawat Pancasila, siapa lagi, jadi ayo generasi penerus bangsa ini tetap jaga rawat Pancasila sampai ke generasi berikutnya

  8. Penting banget buat ngejaga agar masyarakat tetap pada ideologi Pancasila. Pancasila ini memang tiap silanya saling berkaitan dan pas banget buat kondisi di Indonesia. Tiap orang punya peran untuk menyebarkan dan memberikan pemahaman tentang bagaimana kita bisa menerapkan ideologi ini. Bukan cuma harus hafal, tapi paham makna dan mau melaksanakannya

  9. Pancasila itu sudah nyaris sempurna sbg dasar negara. Kita tinggal menerapkannya. Tidak merasakan perjuangan anak bangsa yg berdarah2 dulu. Jadi…sudah tanggung jawab kita menghormati pejuang2 kita dgn mengamalkan pancasila yg juga hasil rumusan pejuang2 kita

  10. saya percaya, setiap agama mengajarkan kebaikan kok, apalagi kasus terorisme yang bawa2 agama ihhh gemesss bgt, bikin perpecahan aja, dan justru para teroris itu yg gak punya agama.

  11. Sebagai warganegara Indonesia yang baik dan benar hehehe wajib dong ya menjaga dan melestarikan nilai-nilai Pancasila. Kerukunan dan keamanan negara lebih utama daripada bermusuhan hanya karena beda pilihan calon yang dipilih

  12. Byk yg apal pancasila tpi gak paham pasal per pasal mbak.. Nah yg ga paham dan bisanya ngapalin doang, Bagus baca artikel ini krna dah jelasin makna mendalam di setiap sila2 nyaa.. Akupun jdi makin paham ini.

    Thx mbakk mon

  13. Kita semua memang harus menjaga, merawat dan menjalankan nilai-nilai Pancasila. Dan sebaiknya generasi muda sekarang juga bisa mengenal, memahami dan ikut menjalankan nilai-nilai dari Pancasila

  14. Masa kecilku juga aman-aman aja ho, dulu aku sekolah di SD dan SMP katholik setiap kali bulan puasa temen-temen sekelas pada baiik banget dan menjaga supaya gak makan di depanku, padahal aku nya biasa aja.

    Ketika lebaran mereka juga suka pada dateng buat ikutan makan ketupat, kirim-kiriman kartu natal dan kartu lebaran, pokoknya aman dan damai deh. Gak ngerti kenapa sekarang hal-hal kayak gitu suka diperdebatkan, suka sedih akutu.

  15. Sedih ya ngalamin lagi kayak jaman orba dulu. Meskipun aku bukan minoritas, tapi rasanya nggak fair aja kalau kita semua dibeda-bedakan. Toh, kita semua sama hidup berdampingan dan pastinya saling membutuhkan. Semoga anak2 kita seterusnya bisa tetap membina silaturahim sesuai dengan pancasila. :))

  16. Kadang, tak mudah untuk menjaga dan merawat pancasila di era seperti sekarang. Tapi menurutku, kita harus selalu giatkan dan pastikan ini bisa dilakukan

  17. Sama Mbaaaak, saya juga ingat, jaman masih kecil sering ikutan keliling takbir. Ketika Natal, tetangga yang muslim juga berkunjung bergantian ke rumah…. Seneng rasanya….

  18. Kadang kita abai tentang Pancasila, padahal dalam kehidupan sehari hari kita sudah menjalankan nilai nilai Pancasila ya mbak, semoga tulisan ini dapat dibaca masyarakat lebih luas sehingga masyarakat jadi paham bagaimana menjaga dan merawat pancasila dengan baik dan benar

  19. Meskipun jaman sekolah dulu rasanya cape banget dijejelin butir-butir pancasila dalam penataran P4 tapi rupanya itu mampu untuk menguatkan kepribadian kita. Salut sama BPIP dgn kegiatan ini

  20. Di masa kayak sekarang, di mana persatuan rasanya kurang terasa, penting banget memang kita semua belajar lagi tentang Pancasila. Gak hanya anak-anak, tapi juga kita orang dewasa. Tanpa Pancasila, akan sangat susah bagi kita yang beraneka ragam ini bisa bersatu dan maju.

  21. Iya dulu kyknya zamanku kecil tu gak gini2 amat, skrng dengan makin banyak org bisa ngomong bebas khususnya di medsos kok makin banyak ujaran kebencian. Pdhl perbedaan itu merupakan kekayaan bangsa ini. Toleransi dan gotong royong zaman dulu tu sangat dielu2kan kalau skrng ya gtu lha… SUka bertanya2 apa kita butuh pemimpin bertangan besi lg biar pd damai huhuhu

  22. Tiap zaman memang memiliki kisahnya masing-masing yaa, kak..
    Yang aku tahu, saat ini sangat masif sekali disebarkan isu-isu provokatif. Aku termasuk yang beruntung tinggal di kota dan lingkungan yang aman, in syaa Allah dan penuh toleransi.
    Semoga Indonesia damai sejahtera selalu.

  23. Senang baca kisah masa kecil Mbak Mon. Oknum sekarang memang ada yang menyebalkan, menggunakan perbedaan untuk meruncingkan masalah yang sebenarnya bisa disikapi dengan bijak. Kadang ada yang bermain,.memancing di air keruh, bikin tambah runyam.

    Tapi saya yakin di banyak tempat, situasi masih baik² saja seperti di lingkungan rumah saya. Tak sampai 100 meter, di dalam gang, di dekat rumah, ada gereja dan masjid.

    Kalau ada yang kebaktian malam, yang muslim mengerti dan tidak mengganggu. Begitu pun ketika kami shalat id sampai di jalan depan rumah warga yang Kristen, tidak masalah. Anak² warga beda agama pun main bersama sepenglihatan saya.

    Anjing piaraan warga yang Kristen masih keliaran, yang jinak tentu 😀 gak masalah juga, sejak dulu begitu, sampai sekarang pun. Semoga yang rukun terjaga terus kerukunannya. Semoga makin banyak yang mengingat Pancasila dengan adanya sosialisasi yang semakin banyak. 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here