Bagiku, hidup itu layaknya sebuah perjalanan.
Dalam setiap episodenya selalu ada awal dan ada akhir. Ada pula saatnya aku berhenti sejenak untuk melepas lelah, mencoba menganalisa apa saja yang telah kulewati dan terlewati begitu saja sekaligus kembali membuka peta untuk melihat di titik yang mana aku akan kembali berhenti.
Seperti sebuah perjalanan pula, ada banyak hal bisa terjadi di dalam kehidupanku.
Ada kalanya kemacetan menghentikan kendaraan yang kutumpangi. Di lain waktu, bisa jadi ban bocor atau mesin yang ngadat membuatku terpaksa meminggirkan mobil dan mengambil jeda untuk memperbaikinya hingga nantinya aku kembali bisa melanjutkan perjalanan.
Lelah. Itu pasti. Ada saatnya aku merasa sangat lelah ketika banyak sekali kejadian di sepanjang jalanku menguras emosi dan air mata. Namun di lain pihak, ada pula terselip kebahagiaan, tawa dan keceriaan ketika aku bisa menikmati pemandangan indah di sepanjang jalan yang kulalui. Kebahagiaan yang terasa menjadi
begitu sempurna ketika akhirnya aku tiba di tujuan yang ingin kucapai.
Dalam setiap bagian perjalananku, selalu ada kisah manis dan pahit yang terselip begitu nyata.
Kisah menyedihkan yang masih kuingat dengan jelas hingga kini namun membuatku belajar bahwa dengan adanya kesedihan itu, aku menjadi lebih tegar menghadapi apapun. Ada banyak pula kisah membahagiakan yang membuatku semakin bersemangat ketika mengingatnya.
Pada kenyataannya, setiap perjalanan yang kutempuh tidak akan pernah terlepas dari orang-orang yang mengelilingiku. Ada banyak sahabat yang seiring sejalan, bahkan yang tidak menawarkan persahabatan pun membuat hidup menjadi semakin lengkap. Ada laki-laki yang dengan setia menungguku, yang dengan rela menyediakan kedua tangannya untuk memelukku serta menyediakan bahunya saat aku menangis. Ada anak dengan keceriaannya yang membuatku mampu melupakan apapun hanya agar bisa melihatnya tertawa.
Namun di luar itu semua, aku sadar, tidak ada satu pun perjalanan yang bisa sampai pada tujuannya jika tidak bersandar pada Sang Pemilik Waktu. Perjalananku tidak akan ada artinya tanpa rancanganNya yang begitu indah dalam setiap detik yang diberikannya kepadaku.
Karena itu, hanya syukur yang bisa kuhaturkan untuk perjalanan yang masih kutempuh hingga saat ini. Perjalananku ini, aku tak tahu akan berakhir di mana. Yang aku percayai hanya Ia telah menyediakan segala yang kubutuhkan sehingga aku tidak perlu mengkhawatirkan apa pun lagi.

1,004 total views, 3 views today

SHARE
Previous articleLove, Edelweiss and Me (Sinopsis)
Next articleKasih Ibu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here