Satu hari di dalam kehidupan itu selalu hadir begitu saja
Bagai anugerah yang diberikan Tuhan dengan cuma-cuma bagiku.
Siang berganti malam, dan malam berganti siang dengan cepat tanpa bisa kusadari
Semuanya berlalu bagai satu kedipan mata yg tidak bisa kurasakan.

Hingga hari ini, entah telah berapa ribu hari yang kulalui
Aku tak pernah tahu apa sebenarnya kehidupan itu
Aku mencari dalam gelap, melayang dalam ruang hampa udara
Setapak demi setapak melangkah, bahkan dalam langkah yang tertatih
Aku letih tapi aku tetap bertahan untuk mencari
Kehidupan seperti apakah yang harus kujalani?

Tangisan bagai badai datang silih berganti
Tawa yang seperti matahari di siang hari memberi rona
Kecewa terpahat menjadi luka dan meninggalkan nanah dan darah
Bahagia menari-nari membuat seluruh aliran darahku melonjak-lonjak
Apakah itu arti kehidupan yang sesungguhnya?
Entahlah…

Dalam pencarianku
ini kutemukan banyak wajah
Datang dan pergi sesuka hati
Meninggalkan kisah-kisahnya sendiri
Meski aku tak mampu mengingat semuanya
Namun setiap kisah selalu meninggalkan jejaknya dalam rongga kepala tak kasat mata

Kadang aku lelah…
Serasa menapak di atas hamparan ribuan paku hingga membuat kaki berdarah-darah
Tapi apakah aku harus berhenti begitu saja?
Apakah dengan berhenti semuanya menjadi baik dan sempurna?

Aku pernah melakukannya… 
Berhenti sesaat… Berdiam diri pada salah satu sudut yang tak tampak
Mencoba melegakan rongga dada yang penuh sesak
Kembali menelaah kehidupan yang kujalani sehari demi sehari
Tapi apakah dengan berhenti, berarti aku akan baik-baik saja?

Kehidupan ini…
Aku sungguh tak tahu pasti di mana ujung tempatku berhenti
Namun satu yang selalu kusadari
Aku hanya ingin menjadi diriku sendiri
Menjalani hari demi hari dengan caraku sendiri
Karena dengan cara itulah aku bertahan hingga kini

17 November 2012
with Breaking The Habit Linkin Park

686 total views, 4 views today

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here