Ketika memutuskan untuk serius di dunia blogging, hal pertama yang saya pikirkan adalah memilih nama domain untuk blog. Dari banyak tulisan tentang tips memilih nama domain untuk blog yang saya baca, katanya sih nama blog itu akan jadi identitas saya di dunia maya. Orang akan mencari tahu mengenai saya melalui nama domain yang diketikkan di mesin pencari. Artinya, pemilihan nama domain ini harus benar-benar ditetapkan dengan baik dan terencana.

Sewaktu membaca hal tersebut, saya jadi berpikir, pemilihan nama domain bisa diibaratkan seperti orang tua saat hendak memberi nama anak. Mesti memiliki makna yang bagus, memuat doa, menggambarkan jati diri atau personal branding dan sebagainya. Jadi awal 2017 lalu, saya pun memikirkan baik-baik pemilihan nama domain ini sambil mencoba mengikuti tips-tips yang diberikan dalam upaya memilih nama domain yang tepat bagi blog yang hendak saya bangun.

Tips Memilih Nama Domain Untuk Blog

Cukup banyak referensi yang membahas mengenai tips memilih nama domain untuk blog di internet. Beberapa tips yang kemudian saya jadikan pegangan dalam rangka menetapkan nama domain saya sendiri, antara lain:

1. Pilih Nama yang Mudah Diingat

Seperti yang sudah saya tuliskan sebelumnya, nama domain untuk blog sebaiknya nama yang mudah diingat karena nama itu akan menjadi identitas kita di dunia maya, yang bisa menjadi ciri khas dan menggambarkan diri kita.

Nama yang mudah diingat ini memiliki syarat tambahan, seperti: pendek lebih baik, jika pun panjang ya tidak menggunakan nama-nama yang jika disebutkan akan membuat lidah terbelit. Nama yang mudah diingat ini bisa nama pribadi, akronim dari nama kita, keyword atau niche blog yang hendak kita bidik, dan sebagainya.

2. Nama Domain Mudah Diketik di Mesin Pencari

Jika memilih nama domain untuk blog yang mudah diingat, otomatis ketika orang mau berkunjung ke blog kita maka dia akan mudah pula mengetikkan nama tersebut di mesin pencari. Semakin sering dan semakin banyak orang mengetikkan nama kita di mesin pencari maka blog dengan nama tersebut semakin mudah ditemukan. Artinya, tingkat keterbacaan blog (yang ditandai juga dengan jumlah kunjungan pembaca) akan semakin baik.

3. Nama Disesuaikan Dengan Target Pembaca

Memilih nama domain untuk blog juga bisa disesuaikan dengan target pembaca yang dituju. Misalnya nih kita pengen isi blog kita nanti tentang parenting, pola asuh, dan tumbuh kembang anak, otomatis pembaca yang menjadi target adalah orang tua, ibu-ibu yang baru punya anak. Nah tinggal sesuaikan saja nama domainnya dengan target pembaca tadi, misalnya infoparenting, ceritabunda, diarytumbuhkembang, dan sebagainya.

4. Ketersediaan Nama di Mesin Pencari dan Media Sosial

Setelah kita memilih dan menetapkan hendak menggunakan nama domain tertentu, maka yang selanjutnya kita lakukan adalah memeriksa ketersedian nama tersebut di mesin pencari, di media sosial dan di penyedia hosting/domain. Untuk di media sosial dan di mesin pencari, jika sudah ada yang menggunakan nama tersebut, sebaiknya hindari saja karena dua atau lebih nama yang mirip jelas akan sedikit membuat branding ke identitas kita jadi terganggu. Ada dua kemungkinan sih jika menggunakan nama domain yang mirip begini, yaitu bisa mendatangkan lebih banyak pengunjung ke blog kita atau malah membuat pengunjung blog “tersesat” ke blog lain yang namanya serupa sehingga blog kita jadi sepi pengunjung.

5. Hindari Penggunaan Simbol

Hindari penggunaan simbol-simbol, termasuk penggunaan angka. Alasannya, jika saat mengetikkan nama domain kemudian lupa memasukkan simbol atau angka maka nama domain akan sulit ditemukan di mesin pencari. Memang sih ketika nama yang mau kita gunakan ternyata sudah digunakan orang lain maka penambahan tanda “minus” atau (-) sering dijadikan solusi. Penggunaan simbol asalkan tidak berlebihan dan masih membuat nama domain mudah diingat, ya boleh saja. Contohnya: pe-we.com. Karena pendek, nama domain seperti ini masih oke untuk digunakan.

Alasan Memilih monicaanggen.com Jadi Nama Domain untuk Blog

Setelah cukup banyak membaca tips memilih nama domain untuk blog, lalu juga melakukan survei kecil-kecilan ke blog-blog punya teman, akhirnya saya pun mulai memilih beberapa nama yang akan saya gunakan untuk domain blog saya.

Sewaktu masih menggunakan blogspot.com, nama yang saya gunakan adalah catatan monica. Tapi ketika memutuskan membeli hosting agar blog saya bisa Top Level Domain (TLD), saya menggantinya menjadi: monicaanggen.com.

Alasan saya ketika itu adalah:

  • Nama Monica Anggen sudah cukup banyak yang mengetikkannya di mesin pencari dan nama tersebut merujuk pada buku-buku yang telah saya terbitkan.
  • Saya sudah dikenal sebagai Monica Anggen berkat buku-buku yang telah saya terbitkan. Artinya, ya inilah identitas saya, sebagai penulis buku (dan yang kemudian juga jadi blogger).
  • Nama adalah pemberian orang tua. Ada doa-doa orang tua yang terselip di dalamnya. Meskipun di awal orang tua kurang setuju dengan pilihan saya menjadi penulis, namun saya yakin di doa-doa mereka nama saya ini terus mereka sebutkan.
  • Ketika mengetikkan nama monicaanggen.com di penyedia hosting, nama ini masih tersedia. Itu sebabnya, tanpa pikir panjang lagi langsung memilih nama domain ini untuk blog saya dan hingga hari ini masih saya gunakan.

Tips memilih nama domain untuk blog masih banyak sih di internet yang bisa dibaca-baca dan dijadikan panduan ketika hendak memilih nama blog yang tepat. Namun, tetap gunakan pula suara hati dan pertimbangan-pertimbangan pribadi ya. Kadang, intuisi juga memberikan unjuk saran lho sehingga ketika memilih nama kita seakan mendapatkan pertanda kalau nama itulah yang paling tepat untuk kita gunakan. Selamat memilih nama domain ya. Semoga tulisan ini bisa sedikit memberi inspirasi untuk yang sedang bingung memilih nama domain.

10,116 total views, 257 views today

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here