Tips & Trick

7 Manfaat Membaca Buku Bagi Pengembangan Diri

Pada artikel kali ini seharusnya sudah banyak yang tahu, ya, karena dari masa sekolah dulu kita pasti sering dijejali nasihat-nasihat mengenai pentingnya membaca buku, termasuk diberitahu manfaat membaca buku bagi pengembangan diri. Sayangnya, masih banyak di antara kita yang belum membiasakan diri untuk membaca. Ini terlihat dari rendahnya minat baca di Indonesia hingga tahun 2017 ini.

Setiap tangga 8 September kita merayakan Hari Literasi Internasional yang awalnya dideklarasikan oleh The United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO). Tahun 2017, perayaan ini telah memasuki yang ke-52 kalinya, namun dari data statistik yang didapatkan UNESCO, minat baca di banyak negara masih termasuk rendah, termasuk tingginya anak putus sekolah dengan kemampuan literasi dasar yang sangat minim. Indonesia memasuki urutan ke-60 minat baca yang buruk. Data di Indonesia ini diperkuat dengan hasil penelitian yang dilakukan United Nations Development Programme (UNDP) yang menyatakan tingkat pendidikan berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Indonesia masih sekitar 14, 6 persen, jauh lebih rendah dibandingkan Malaysia yang mencapai 28 persen dan Singapura 33 persen.

Manfaat Membaca Buku. Foto: housekeeping.com
Manfaat Membaca Buku Menciptakan Petualangan. Foto: housekeeping.com

Apa yang menyebabkan minat baca masih saja rendah? Saya sih berpikir mungkin masih ada banyak orang yang belum benar-benar memahami manfaat membaca buku bagi pengembangan diri, juga agar lebih mampu bersaing di dunia kerja yang semakin ketat. Jadi, apa saja manfaat membaca buku? Berikut ini daftar 10 Manfaat Membaca Buku Bagi Pengembangan Diri yang saya yakini betul mampu membawa perubahan bagi hidup saya, dan juga bagi kehidupan banyak orang.

1. Meningkatkan Kemampuan Berpikir dan Berkonsentrasi.

Ada banyak penelitian yang menemukan fakta membaca bisa meningkatkan kemampuan berpikir dan berkonsentrasi, salah satu penelitian ini dilakukan oleh direktur penelitian Haskins Laboratories, Key Pugh, PhD. Dalam penelitiannya, orang yang senang membaca akan lebih mampu berkonsentrasi dalam banyak hal, juga mampu berpikir lebih baik dibandingkan dengan orang lain yang tak terlalu senang membaca. Ketika kita membaca, kita akan memusatkan perhatian dan pikiran kita hanya pada bacaan. Kegiatan ini jika dilakukan rutin setiap hari sama saja dengan melatih kita untuk berkonsentrasi hanya pada satu hal.Β 

2. Memperkuat Kemampuan Mengingat dan Berpikir Jadi Lebih Tajam.

Manfaat berikutnya yang bisa didapat dari kebiasaan membaca, setelah terjadi peningkatan kemampuan berpikir dan berkonsentrasi, adalah simpul-simpul saraf pada otak menjadi lebih efektif kerjanya sehingga kemampuan berpikir pun menjadi semakin tajam. Hal ini ditegaskan pula oleh Robert S. Wilson, PhD, profesor neuropsikologi dari Rush University Medical Center, yang mengatakan bahwa hobi dan kebiasaan membaca buku yang dimulai sejak kecil, yang dijadikan kebiasaan sehari-hari, akan sangat bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan mengingat. Selain itu, otak kita jadi terbiasa berpikir secara detail. Ini artinya kemampuan berpikir kita pun menjadi semakin tajam, menjadi lebih kritis, dan mampu melihat segala sesuatu dari banyak sudut pandang.Β 

Berkaitan dengan peningkatan kemampuan mengingat, Maryanne Wolf dalam bukunya yang berjudul Proust and the Squid the Story and Science of the Reading Brain, menjelaskan bahwa saat kita membaca, kita jadi memiliki waktu lebih banyak untuk berpikir. Membaca seolah memberi tombol jeda unik bagi kita untuk menyerap isi bacaan, yang nantinya akan memberi hasil bertambahnya wawasan yang kita miliki. Manfaat utama dari aktivitas membaca ini nantinya bisa meningkatkan daya ingat menjadi kuat dan kita pun jadi berpikir lebih tajam. Hasil ini tidak akan kita dapatkan dalam kegiatan menonton televisi atau mendengarkan audio.

3. Kualitas Mental Menjadi Lebih Baik.

Membaca juga membantu kita meningkatkan kualitas mental dan memperkuat otak melawan berbagai penyakit. Hal ini dikatakan oleh Dr. Robert P. Friedland kepada USA Today. Katanya, "Otak adalah organ penting, sama seperti organ tubuh lainnya. Jika aktivitas fisik memperkuat jantung, otot, dan tulang di tubuh kita maka aktivitas intelektual seperti membaca dapat memperkuat otak hingga bisa melawan berbagai penyakit."

Penyakit yang dimaksudkan di sini adalah penyakit Alzheimer, penyakit pikun, yang dulu banyak menyerang orang usia lanjut di atas usia 60 tahun, namun sekarang telah pula dialami orang-orang berusia lebih muda. Untuk menangkal agar terhindar dari penyakit ini, kita sebaiknya rajin melakukan aktivitas yang melibatkan otak, seperti banyak membaca buku, mengisi teka-teki silang, bermain catur, dan sebagainya. Hal ini diperkuat oleh USD Togay yang menerbitkan jurnal penelitian Proceedings of the National Academy of Science pada 2001. Dalam laporan tersebut tertulis bahwa para peneliti hanya mengidentifikasi asosiasi, bukan hubungan sebab akibat bahwa berkurangnya aktivitas otak akan menyebabkan simpul-simpul saraf otak menjadi kurang aktif sehingga kerja otak pun melambat dan berakibat sulit mengingat sesuatu.

Infografis Created by: monicaanggen.com

4. Mengusir Stres.

Belajar itu seharusnya dilakukan terus selama kita hidup di dunia ini. Pernah mendengar pernyataan ini? Ya, namanya hidup di dunia, kita pasti mengalami yang namanya perubahan zaman. Dalam setiap periode perubahan tersebut, kita menjadi bagian di dalamnya. Kalau kita tidak mau belajar, tentu kita akan tertinggal. Di saat yang sama, perubahan zaman juga memberi dampak lain, yaitu tingkat stres menjadi lebih tinggi akibat ketatnya persaingan dalam banyak bidang, entah dalam bidang pendidikan, bisnis, usaha, tenaga kerja, dan sebagainya. Di sinilah kegiatan membaca memiliki peranan penting bagi kita untuk meredam dampak buruk stres. Dengan membaca secara rutin, 15 menit saja setiap hari, kita bisa terhindar dari depresi, yang merupakan kelanjutan dari stres yang terus-menerus.

"Kegiatan membaca sangat penting bagi kesehatan otak, apalagi jika dilakukan sejak masa kanak-kanak dan terus dilanjutkan hingga usia tua. Penelitian yang kami lakukan telah membuktikan kegiatan membaca dapat meredam efek buruk dari kehidupan dan membuat hidup kita jadi lebih di masa mendatang. Itu sebabnya, kita tidak boleh meremehkan aktivitas membaca secara rutin," kata Robert S. Wilson dari Rush University Medical Center di Chicago kepada laman Huffingtonpost (05/08/2015).

Tekanan pekerjaan, kemacetan yang menjadi bagian hidup sehari-hari, pemenuhan kebutuhan hidup yang tak ada habisnya, dan masalah lain yang terus silih berganti dalam hidup kita biasanya bisa membuat kita tertekan dan stres. Apa yang sebaiknya dilakukan untuk mengatasi stres?Β Para peneliti dari University of Sussex menyarankan agar kita segera mengambil buku untuk mengusir stres. Dari hasil penelitian yang mereka lakukan pada 2009 menemukan bahwa membaca buku akan menurunkan denyut jantung dan ketegangan otot sehingga kita menjadi lebih santai/rileks, padahal hanya membaca kurang lebih 10 menit. Efek menenangkan membaca buku ini jauh lebih baik dibandingkan dengan mendengarkan musik atau meminum secangkir teh hangat.

"Tidak masalah buku apa yang kamu baca dan mampu membuat kamu hanyut di dalam bacaan untuk sesaat, maka inilah cara terbaik untuk melepaskan diri dari rasa khawatir dan perasan tertekan akibat beban hidup sehari-hari."

- Dr. David Lewis kepada Telegraph -

5. Bisa Lebih Mengenal dan Mengembangkan Diri.

Pernahkah kamu mendengar ada seseorang yang terinspirasi dari suatu buku untuk melakukan sesuatu dan akhirnya mencapai kesuksesan? Larry Ellison, miliarder pendiri Oracle, adalah salah satu orang yang bisa kita jadikan contoh. Penemuannya akan konsep berbasis Structure Query Language (SQL) muncul setelah ia membaca tulisan Edgar F. Codd. Dari tulisan itulah akhirnya ia terus mengembangkan Oracle hingga menjadi besar seperti sekarang dan mengantarkannya menjadi miliarder.

Dalam bukunya yang berjudul How to Read and Why, Harold Bloom mengatakan pada saat membaca, kita harus melakukannya dengan perlahan, hati dan pikiran yang terbuka, dan mengaktifkan mata batin kita untuk menyerap semua hal yang kita dapatkan dari buku, sekaligus menyaring dan memilih mana yang baik bagi kita dan mana yang tidak. Kegiatan membaca yang dilakukan secara rutin akan meningkatkan kecerdasan dan imajinasi kita. Selain itu, membaca juga bisa meningkatkan kesadaran akan diri kita sendiri, mengenal dengan lebih baik kemampuan-kemampuan yang dimiliki, yang kemudian mendapatkan ide-ide brilian untuk memanfaatkan sekaligus mengembangkan kemampuan tersebut. Dengan banyaknya perspektif, pengetahuan, bahkan solusi mengenai suatu masalah yang kita dapatkan dari buku, kita jadi memiliki lebih banyak kesempatan untuk mencoba pengalaman baru yang sebelumnya tak pernah kita lakukan. Ini tentu akan memungkinkan kita mempelajari keterampilan hidup yang kita butuhkan.

6. Lebih Bisa Berpikir Analitis dan Kreatif.

Buku adalah harta karun yang sangat berharga, begitu pula dengan ilmu pengetahuan. Banyak orangtua di masa lalu mendorong anak-anaknya untuk menempuh pendidikan lebih tinggi agar anak mendapatkan banyak pengetahuan yang dibutuhkan. Alasannya, ketika orangtua tak mampu meninggalkan harta bagi anaknya, maka meninggalkan pengetahuan yang berlimpah bisa menjadi modal lebih baik bagi anak untuk melanjutkan hidupnya. Dan cara terbaik untuk mendapatkan pengetahuan, selain dari bangku pendidikan adalah dengan banyak membaca buku. Dari membaca buku, kita bisa mendapatkan banyak sekali hasil penelitian dan berbagai pengetahuan yang kelak bisa kita gunakan untuk menganalisis berbagai situasi yang kita hadapi. Anne C. Cunningham dan Keith E. Stanovich dalam tulisannya yang berjudul What Reading Does for the Mind menemukan bahwa seorang pembaca buku aktif cenderung memiliki pengetahuan lebih banyak mengenai cara kerja segala sesuatu, mengenai orang-orang, bahkan mengenai situasi di sekitarnya. Dari pengetahuan tersebut, ia jadi lebih mudah menemukan berbagai solusi atas permasalahan yang sedang dihadapinya, juga jadi lebih kreatif untuk menemukan hal-hal baru yang bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain.

7. Memiliki Perbendaharaan Kata yang Banyak.

Membaca bisa menambah kosakata dan meningkatkan kemampuan berkomunikasi secara lisan. Hal ini sudah bukan rahasia lagi dan faktanya memang tak bisa dipungkiri. Lihat saja pada anak-anak yang senang membaca pasti pilihan kosakata yang mereka gunakan jauh lebih banyak dibandingkan dengan anak-anak yang tidak senang membaca. Saat membaca, secara tidak langsung kita dipaksa untuk melihat kata demi kata yang belum pernah kita lihat, lalu perlahan kita akan mulai mengetahui arti/makna dari kata-kata baru tersebut, dan kemudian mulai menggunakannya dalam percakapan sehari-hari.

Perbendaharaan kosakata yang banyak tidak saja berguna dalam komunikasi lisan, namun juga berguna dalam komunikasi tulisan, seperti untuk kegiatan menulis bagi para penulis dan blogger, menulis surat penawaran atau proposal, menulis makalah, skripsi maupun tesis, dan sebagainya. Coba mulai sekarang kamu rajin membaca dan jangan terkejut kalau nanti menyadari ada banyak kata-kata baru yang muncul dalam percakapanmu sehari-hari atau muncul dalam tulisanmu.

Biasakan Kegiatan Menjadi Jadi Bagian Kehidupan Sehari-hari. Foto: goodhousekeeping.com

Masih ingin tahu manfaat membaca buku bagi pengembangan diri?
Ayo, mulailah dengan membaca banyak artikel yang memuat mengenai manfaat membaca. Untuk dapat mengakses internet, gunakan saja jaringan internet terpercaya yang koneksinya cepat dan sinyalnya kuat, seperti XL.

8 thoughts on “7 Manfaat Membaca Buku Bagi Pengembangan Diri

  1. Betul banget Mbak Monica.
    Membaca itu banyak manfaatnya. Meski skrng saya sudah susah banget bisa membaca buku dengan cepat, tapi suka saya sempatkan.
    Bagus buat kesehatan otak ya ternyata, spy gk pikunan dan ada modal buat bahan cerita ke anak2 kalau abis baca buku πŸ˜€
    TFS sharingnya πŸ™‚

  2. setuju sama dua poin terakhir.. pembenderhanaan.. eh. pembendaharaan kata bisa nambah… kalo pas banyak baca dan nemu salah satu komen di medsos yang keknya butuh diklat tuh kadang sebel. wkwkwk.. keknya si gara2 kurang baca tu orang…. ahaha.. padahal aku juga suka kurang baca….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *