Cara Asyik Mengatur Keuangan dengan Jenius

“Aduh, Cha, baru tanggal 15, tabungan udah menipis lagi. Gimana nih? Mana belum ada info kerjaan lagi,” keluh suami suatu malam. Apakah kamu juga pernah mengalami kehabisan uang di pertengahan bulan seperti yang kami alami? Bagaimana cara mengatur keuangan biar tak selalu kehabisan uang?

Salah Mengelola Uang Bikin Bingung di Pertengahan Bulan

Hampir setiap pertengahan bulan, drama kehabisan uang melanda dan jadi bahan percakapan saya dan suami. Awalnya, pemasukan yang sedikit jadi alasan uang yang terus habis. Tapi sejalan dengan pemasukan yang bertambah, drama ini tetap berlanjut. Saya yakin, di luar sana, drama yang sama juga terjadi. Bahkan, cukup banyak kasus perceraian yang terjadi karena “kekurangan uang”.

Setelah berbulan-bulan kami berdua menghadapi kebingungan karena tak ada uang di pertengahan bulan, akhirnya kami memutar otak. Bagaimana caranya mengisi tabungan agar di bulan depan kami tak kelabakan lagi untuk membiayai kebutuhan hidup. Ini jadi masalah serius kalau tak segera menemukan jalan keluar.

Keputusan akhir yang kemudian kami sepakati, kami harus belajar cara mengatur keuangan. Pas banget Tuhan ternyata mengaturkan segala sesuatu dalam hidup kita dengan luar biasa. Ketika saya butuh tambahan ilmu baru berkaitan dengan cara atur keuangan, saya malah dapat undangan dari situs berita kompas.com untuk hadir di acara talkshow Jenius: Cara Pintar Atur Finansial.

Kebiasaan yang Membuat Keuangan Berantakan Menurut Prita Ghozie

Acara talkshow diselenggarakan di The Hook, Jakarta, tanggal 2 Februari 2018 lalu. Kompas.com yang bekerja sama dengan PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) menghadirkan dua narasumber keren yang punya ilmu mumpuni dalam bidang keuangan, yaitu Prita Ghozie (Perencana dan Edukator Keuangan) dan Irwan Sutjipto Tisnabudi (Digital Banking Value Proposition and Product Head BTPN).

1. Pengeluaran Lebih Besar dari Pemasukan

Kebutuhan hidup manusia itu tak terbatas. Ketika pendapatan hanya 2 juta, banyak di antara kita yang merasa kurang sehingga berusaha menambah pendapatan dengan berbagai cara, misalnya dengan berbisnis sampingan, lembur di tempat kerja, mengambil kerjaan freelance di waktu weekend, dan lain sebagainya.

Lalu saat pendapatan sudah bertambah menjadi 5 juta, misalnya, tetap saja kita merasa belum cukup. Jika sudah begini, masalah kehabisan uang di pertengahan bulan pastilah akan tetap kita rasakan.

2. Biaya Gengsi Itu Mahal

Menurut Prita Ghozie, biaya hidup itu murah dan yang bikin mahal itu adalah biaya pamer. Gengsi untuk bikin foto caption di instagram keren dengan pergi makan di tempat mahal tiap hari jelas bikin dompet jebol, belum lagi kebiasaan tidak mau kalah dengan sesama teman nongkrong. Si A baru beli tas bermerek, kita tak mau kalah ikutan beli juga, padahal upaya memiliki tak tersebut menghabiskan dana di luar kemampuan.

3. Nongkrong Berlebihan

Kebiasaan lain yang juga bikin keuangan morat-marit adalah nongkrong berlebihan di tempat mahal, beli barang-barang yang sebenarnya tak dibutuhkan hanya demi gengsi atau perbaikan penampilan secara berlebihan. Pada akhirnya, kebiasaan buruk menggunakan uang tanpa perencanaan dan pengelolaan yang baik membuat keuangan kita jadi tak sehat.

cara mengatur keuangan

Cara Atur Keuangan ala Prita Ghozie

Dari hasil Survei Literasi Keuangan OJK 2016 ada data yang memperlihatkan mengenai kebiasaan kebanyakan orang terkait pengelolaan uang. Sebagian besar orang menghabiskan pendapatannya untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus untuk bertahan hidup.

Dana berikutnya yang juga wajib kita penuhi tentu saja yang berhubungan dengan kebutuhan mendadak serta biaya pendidikan anak. Jika masih ada sisa uang, baru kita berpikir untuk menabung. Akibatnya, penambahan jumlah tabungan pun hanya sedikit sekali.

Dengan kata lain banyak di antara kita, termasuk saya, menabung dari uang yang tersisa. Inilah kesalahan utama yang sering kita lakukan.

Sementara kalau berdasarkan pola pengaturan keuangan yang sehat, menabung dilakukan langsung begitu terima pendapatan (gaji). Sisanya baru dibagi dalam pos-pos kebutuhan satu bulan.

Nah, tips paling mudah untuk mengatur keuangan, menurut Prita, kita perlu membagi pos pengeluaran.  Ada baiknya, kita memiliki 3 rekening, yaitu rekening gaji atau penghasilan, rekening perasional, dan rekening tabungan.

Yang disebut rekening tabungan bukan simpanan yang numpang lewat atau yang bisa kita ambil dananya kalau kekurangan uang, melainkan rekening yang benar-benar baru digunakan ketika dalam keadaan yang sangat-sangat membutuhkan.

Alokasi Ideal Pembagian Pos-pos Pengeluaran

Bagaimana sebaiknya pembagian pos-pos pengeluaran yang ideal agar kita tetap bisa menabung setiap bulan?

1. Prioritaskan Utang dan Cicilan

Prita Ghozie pun memberi saran agar begitu uang penghasilan masuk ke rekening maka prioritas yang perlu dilakukan adalah membayar utang atau cicilan pinjaman. Ini penting agar hidup kita tenang dan tak dikejar-kejar debt collector.

2. Siapkan Rekening Operasional

Tarik sejumlah dana untuk dimasukkan ke rekening operasional, yang meliputi: biaya belanja bulanan, biaya transportasi, tagihan listrik, air, telepon (pulsa handphone), dan biaya lain yang bersifat rutin.

3. Alokasikan Dana untuk Tabungan

Alokasikan dana untuk dipindahkan ke rekening tabungan. Idealnya sih 30 persen. Tetapi jika belum terbiasa menabung, kita bisa mulai dari 10 persen dulu untuk dua – tiga bulan. Kemudian di bulan keempat dan selanjutnya, kita bisa menaikkan persentase dana untuk tabungan ini menjadi 15 persen, hingga porsi ideal 30 persen bisa terpenuhi dan dirutinkan di bulan-bulan berikutnya.

Berikut contoh alokasi ideal pembagian pos-pos pengeluaran setiap bulan yang sebaiknya kita lakukan:

  • 5% zakat, infaq, sedekah.
  • 10% dana darurat dan asuransi.
  • 30% biaya hidup.
  • 30% cicilan pinjaman.
  • 15% investasi.
  • 10% gaya hidup.

teknik mengelola pengeluaran

Pintar Mengatur Keuangan dengan Jenius

Kebutuhan hidup ada saja yang perlu dipenuhi. Satu kebutuhan akan diikuti dengan kebutuhan lain, mulai dari berbagai tempat makan kekinian yang ingin dicoba karena tergiur dengan rekomendasi teman, kebutuhan akan sandang, baik berupa pakaian, sepatu, jam, atau produk-produk sandang lainnya.

Lalu ada pula kebutuhan akan pemenuhan kebutuhan pendidikan anak, kemudian yang saat ini sedang naik daun adalah tingginya kebutuhan akan traveling. Semua kebutuhan itu baru bisa kita penuhi kalau kita punya dana. Untuk itulah, kita perlu pandai mencatat keuangan dan yang paling utama tahu cara mengelola keuangan, agar semua kebutuhan bisa kita penuhi.

Fitur Jenius untuk Memudahkan Pengelolaan Uang

Irwan Sutjipto Tisnabudi (Digital Banking Value Proposition and Product Head BTPN) menjadi pembicara selanjutnya yang mengenalkan cara pintar atur keuangan dengan Jenius.

Dengan Jenius, kita bisa melakukan berbagai transaksi perbankan secara digital di ponsel kita sendiri, seperti melakukan pembukaan rekening, mengatur limit kartu, blokir, serta mengelola keuangan berdasarkan kebutuhan yang ingin kita penuhi.

Pak Irwan juga berbagi tentang berbagai fitur unik yang tersedia di aplikasi Jenius dan dapat memudahkan kita dalam mengelola life finance. Beberapa fitur yang disebutkan, antara lain In & Out, Card Center, dan Save It.

  • Fitur In & Out di aplikasi Jenius memudahkan kita melihat, menelusuri, dan mengunduh seluruh histori transaksi yang pernah kita lakukan.
  • Card Center akan membantu kita memiliki hingga empat kartu debit fisik dan satu e-card dengan limit transaksi yang bisa diatur sendiri sehingga saat berbelanja kita tidak selalu kebobolan.
  • Dan yang terakhir adalah fitur Save It. Save It terbagi menjadi 3 fitur lagi, Flexi Saver, Dream Saver, dan Maxi Saver, yang membantu kita mengalokasikan dana tabungan dan kebutuhan sehari-hari.

Apakah fitur di tabungan Jenius BTPN hanya tiga yang disebutkan Pak Irwan? Ternyata masih banyak lagi fitur lain yang sangat memudahkan kita mengelola dan mengatur keuangan. Begitu mengenal Jenius, saya pun langsung mencobanya. Hal menarik berikutnya, aplikasi Jenius itu telah didesain dan disesuaikan dengan kebutuhan hidup masyarakat milenial. Jadi, siapa pun bisa punya cara asyik atur keuangan dengan jenius.

Penyelenggara Acara Cara Pintar Atur Finansial

BTPN

BTPN adalah bank yang memfokuskan diri untuk melayani dan memberdayakan masyarakat dengan pendapatan menengah ke bawah, yang terdiri antara lain: pensiunan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), atau komunitas prasejahtera produktif (mass market). Ada 5 lini bisnis yang dimiliki BTPN, yaitu:

  1. Unit bisnis pendanaan – BTPN Sinaya.
  2. BTPN Purna Bakti: fokus melayani nasabah pensiunan.
  3. Lini bisnis yang fokus melayani pelaku usaha kecil dan menengah: BTPN Mitra Usaha Rakyat.
  4. BTPN Wow! : BTPN Wow! terbagi menjadi dua kelompok usaha, yaitu Produk Laku Pandai yang fokus pada segmen unbanked dan Jenius yang merupakan patform perbankan digital dengan segmen consuming class.
  5. BTPN Syariah: Fokus melayani nasabah dari komunitas prasejahtera produktif melalui Program Daya, program pemberdayaan mass market yang berkelanjutan dan terukur. BTPN secara rutin memberikan pelatihan dan informasi untuk meningkatkan kapasitas nasabah, sehingga memiliki kesempatan tumbuh dan mendapatkan peluang untuk hidup lebih baik.

Kompas.com

Kompas.com merupakan salah satu pionir media online di Indonesia yang telah hadir sejak 14 September 2015 dengan nama Kompas Online. Pada 29 Mei 2008, portal berita ini me-rebranding diri menjadi kompas.com.

Hal ini merujuk pada brand Kompas yang telah dikenal selama ini sebagai media, yang mampu menyajikan jurnalisme yang memberi makna di tengah banyaknya aliran informasi yang tak jelas kebenarannya.

Kanal-kanal berita lebih lengkap dengan produktivitas sajian berita yang update dan aktual serta terpercaya bagi pembacanya.

Saya sudah punya Jenius loh, kamu gimana? Tertarik cara asyik atur keuangan dengan jenius? Unduh segera aplikasi Jenius di playstore untuk pembukaan rekeningnya.

About the author

Hobi saya dalam hal kepenulisan menjadikan saya ingin selalu berkarya. Menciptakan ruang blog monicaanggen.com ini bukanlah sesuatu hal yang kebetulan gais. Sit, Enjoy, and Starting Read.. ^_^

Tinggalkan komentar