Kaidah Kebahasaan yang Digunakan dalam Menulis Artikel

Kaidah kebahasaan apa saja yang ada dalam karya tulis? Contoh kaidah kebahasaan yang umum dalam karya tulis, termasuk artikel, seperti penggunaam kata baku, kata kerja, konjungsi, dan kata keterangan, dan sebagainya. Yuk, simak penjelasan lengkap mengenai kaidah kebahasaan dalam artikel ini.

Apa Itu Kaidah Kebahasaan?

Kaidah kebahasaan adalah aturan dasar yang digunakan dalam memahami bahasa dan mengatur tata cara berbahasa, baik secara lisan maupun tulisan.

Kaidah Kebahasaan dalam Penulisan Artikel

Seperti jenis karya tulis lainnya, penulisan artikel juga memiliki kaidah kebahasaan atau ciri bahasa tersendiri. Nah, kalau kamu mau menulis artikel yang baik dan benar, berikut kaidah kebahasaan yang harus ada dalam artikelmu:

1. Penggunaan Kata Baku

Dalam penulisan artikel, sebaiknya menggunakan kata baku sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia. Tujuannya, agar setiap kata di dalam tulisan tidak dipengaruhi jenis bahasa lain (bahasa daerah), yang bisa saja menimbulkan arti berbeda.

2. Kalimat Aktif

Dalam penulisan artikel yang baik biasanya menggunakan kalimat aktif dan kalimat efektif. Kalimat aktif adalah kalimat yang strukturnya SPOK, atau kalimat yang menjelaskan tindakan dari subyek. Contoh: Ibu membeli sayur di pasar.

Sementara kalimat efektif adalah kalimat yang sesuai dengan kaidah bahasa, yaitu ada subyek dan predikat dan menggunakan pilihan kata yang tidak bertele-tele. Nah, penggunaan kalimat aktif dan kalimat efektif dalam artikel akan membuat artikel tersebut lebih mudah dibaca dan dipahami oleh pembaca.

3. Subyek pada Kalimat

Masih berkaitan dengan kalimat aktif dan efektif pada pembahasan sebelumnya, maka dalam menulis artikel harus ada subyek. Misalnya, saya, kami, kamu, atau kata ganti lainnya. Penggunaan subyek akan memperjelas maksud kalimat dan membuat kalimat dalam artikel lebih mudah dipahami.

4. Kata Penghubung (Konjungsi)

Konjungsi atau kata penghubung antar kalimat adalah kata yang menghubungkan antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lainnya. Contoh kata penghubung: dan serta, supaya, agar, sejak, selain itu, namun, sementara itu, ketika, dan sebagainya.

5. Kata Kerja

Kata kerja adalah kata yang menjelaskan tindakan, perbuatan, pengalaman, atau keberadaan sesuatu atau seseorang. Dalam artikel, penggunaan kata kerja juga berguna untuk menjelaskan perasaan atau tindakan penulis.

6. Bahasa yang Lugas

Maksud dari bahasa yang lugas di sini adalah kata atau kalimat tidak bermakna ganda dan memiliki arti yang sebenarnya. Tujuan penggunaan bahasa yang lugas supaya artikel kamu tidak membuat pembaca salah mengerti dan isi artikel jadi lebih mudah dipahami.

7. Kata Keterangan Waktu dan Tempat

Kata keterangan adalah kata yang berperan dalam menerangkan atau memperjelas kata lainnya. Contoh kata keterangan tempat dan waktu, misalnya kemarin, di sini, ke sana, di rumah, dan sebagainya. Di dalam artikel, juga harus ada kata keterangan waktu dan tempat agar isi artikel bisa meyakinkan pembaca.

8. Sinonim dan Antonim

Sinonim kata adalah bentuk bahasa atau kata yang memiliki pengertian mirip atau sama. Contoh: gemuk = gendut, kaya = berharta, perempuan = wanita, dan sebagainya. Sementara antonim artinya lawan kata, misalnya kaya >< miskin, sedih >< senang, dan sebagainya. Penggunaan sinonim dan antonim akan memperkaya diksi dalam artikel.

9. Menggunakan Majas

Majas adalah gaya bahasa. Beberapa jenis majas, misalnya majas metafora, majas hiperbola, majas alegori, dan sebagainya. Sama seperti penggunaan sinonim dan antonim, penggunaan majas dalam artikel akan membuat tulisan jadi lebih hidup dan lebih bermakna.

 

Nah, kamu sudah tahu kaidah kebahasaan yang berguna dalam penulisan artikel. Penggunaan kaidah kebahasaan secara tepat akan membuat artikel yang kamu tulis lebih mudah dipahami dan nyaman dibaca. Untuk bisa menulis artikel yang bagus, cari tahu juga yuk Jenis-jenis Artikel.

About the author

Hobi saya dalam hal kepenulisan menjadikan saya ingin selalu berkarya. Menciptakan ruang blog monicaanggen.com ini bukanlah sesuatu hal yang kebetulan gais. Sit, Enjoy, and Starting Read.. ^_^

28 pemikiran pada “Kaidah Kebahasaan yang Digunakan dalam Menulis Artikel”

  1. Jadi diingetin lagi nih soalnya kaidah bahasa. Betul bgt kak mon, kaidah kebahasaan berguna bgt dalam penulisan artikel.

    Balas
  2. Banyak yang bisa dipelajari dalam penggunaan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar sehingga menulis artikel yang menarik sekaligus tak meninggalkan kaidah bahasa

    Balas
  3. Kalau baca kaidah kebahasaan jadi inget pas belajar bahasa Indonesia waktu sekolah. Diterangkan satu-satu, ini apa hehe.
    Request artikel Mbak Mon, tentang Penggunaan jenis paragraf.

    Balas
  4. Sebenarnya kaidah kebahasaan ini, kita gunakan juga saat menulis fiksi ya, Mbak. Termasuk kalau memang wajib sekali mengunakan kata daerah, harus ditulis miring atau nanti di akhir cerita diberi keterangan. Tapi saa pribadi, masih terus belajar menerapka kaidah kebahasaan ini, Mbak. Makanya saya harus rajin menulis hehehe.

    Balas
  5. Dengan kata lain kalau menulis artikel perlu belajar bagaimana berbahasa indonesia yang baik dan benar ya kak supaya bisa dipahami oleh pembaca

    Balas
  6. peer nih buat aku, soalnya aku nulisnya suka-suka aku aja wkwkwk nggak mikirin kaidah bahasa, makasih remindernya mba

    Balas
  7. Makasih kak informasinya. Masih belajar menulis sesuai kaidah bahasa, jadi PR sepanjang menulis. Kata baku aja masih banyak yang belum hafal

    Balas
  8. sekarang udah jarang menggunakan majas, karena udah banyak yang lupa juga, majas dan beberapa penggunaan yg relevan. trimakasih sudah mengingatkan kembali Mba

    Balas
  9. Aku kadang masih pake kalimat pasif ketimbang kalimat aktif, padahal disarankan kalimat aktif aja ya mba Mon, huehehe.. masih terus belajar membiasakan gitu sekarangg.

    Balas
  10. Banyak penulis seringkali abai sama kaidah kebahasaan ini. Atau mungkin cuma aku ya. Entahlah.
    Saat post artikel di blog, aku dibantu sama tools sih. Semacam penilai bahwa artikelku terlalu banyak kalimat pasifnya. Jadi rate untuk tata bahasanya jadi merah gitu.
    Kalau sudah begini, biasanya aku bakal baca lagi. Terus edit-edit kalimat pasifnya gitu. Meski nggak mudah. Tapi ya kudu berusaha.
    Thanks, Kak Mon.

    Balas
  11. Jadi berasa kembali sekolah nih, mbak. Thanks loh untuk pengingatnya. Semakin ke sini rasanya kalau menulis di blog rasanya udah lupa semua dengan kaidah-kaidah di atas. 🙂

    Balas
  12. ah senangnyaaa dapat artikel lengkap tentang kebahasaan 🙂 jadi berasa belajar bahasa Indonesia lagi di sekolah. Ternyata sepenting itu ya memahami tentang konsep bahasa kita sendiri, apalagi buat para penulis.

    Balas
  13. betul banget, hal ini kadang banyak terlupakan oleh para penulis. Yuk lebih semangat lagi belajarnya

    Balas
  14. Saya masih harus belajar banyak lagi menggunakan bahasa yang lugas dalam penulisan artikel saya niy Kak Mon, karena kayaknya masih suka diulang-ulang kalimatnya. Kadang kalau mau dodeletepun suka bingung sendiri mana kalimat paling efektif

    Balas
  15. Artikel yang baik memang seharusnya mengikuti kaidah bahasa ya mbak
    Agar mudah dimengerti oleh para pembacanya

    Balas
  16. Buat para blogger wajib banget nih buat paham kaidah kebahasaan saat menulis artikel. Selain biar lebih mudah dipahami oleh pembaca, juga pastinya lebih dilirik oleh klien yang mau ditulisin artikel atau sekedar letakin backlink hihihi.

    Balas
  17. Aku masih kudu dibiasakan nulis kalimat aktif, efektif juga nih, Mbak. ckckk. Aku juga heran, kok diriku suka amat ya, sama penggunaan kalimat pasif 😀
    Makasih kaidah-kaidah ini, Mbak. Berasa diingetin kembali setelah akhir pekan kemarin udah diingatkan sama uda Ivan Lanin 😀

    Balas
  18. sepertinya masih harus belajar banyak tentang kaidah bahasa, terlebih bahasa di blog aku masih kadang gado-gado antara bahasa baku dan bahasa sehari-hari.

    Balas
  19. wah ini pelajaran sekaligus pengingat ni. Saya sepertinya terkadang kalau membuat kalimat tidak ada subjeknya. (Ish blogger kok gitu.)

    Balas
  20. Sejujurnya kak Mon, setelah jadi blogger awalnya aku masih menuliskan kata-kata sesuai dengan kaidah kebahasaan yang baik dan benar. Namun setelah tahu arahnya dan target pembacanya, akhirnya aku melepaskan semua kaidah kebahasaan dan menulis mengalir menggunakan bahasa sehari-hari. Namun tetap, untuk artikel kerjasama, pasti membutuhkan kaidah kebahasaan yang rapi, sopan dan mudah dipahami.

    Balas
  21. jadi berasa kembali ke masa sekolah, tp sungguh deh memang kaidah kebahasaan terutama Bahasa Indonesia ini menurutku dipelajari sepanjang hidup. Apalagi suka ada pembaharuan, sampai sekarang pun aku masih suka menengok manual mana pun yang dipisah dan mana yang digabung. Menyenangkan krn kdg terbalik2 😀

    Balas
  22. Mbak soal kata baku di artikel itu mutlak ya? Biasanya kalau artikelnya ringan dan pembacanya remaja lebih asik kalau ada selingan2 tidak baku nggak sih mbak?

    Balas
  23. wah ini catatan buatku kadang kalimat masih ga konsisten.
    sebaiknya pakai kalimat aktif dan tidak bertele-tele, ya.
    kalau begini baru terasa pentingnya belajar bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kenapa dulu waktu sekolah kok nilainya miris, hahah

    Balas
  24. Makasih ya mbak untuk artikel ya, ini mengingatkan aku untuk menulis artikel dengan kaidah bahasa yang benar. Jadi diingetin lagi belajar bahasa Indonesia waktu sekolah 😍

    Balas
  25. berasa lagi ikut kelas bahasa indonesia yaa mba, dulu aku paling suka pelajaran majas2 itu.. kemudian berbagai jenis peribahasa juga ada, kadang kita jadi bisa bikin sendiri ya

    Balas
  26. Kaidah kebahasaan ini penting sekali diterapka ketika menulis artikel. Agar lebih mudah dipahami dan banyak orang terbantu dengan apa yang disampaikan. Karena gak sedikit orang malah salah mengartikan sebuah bahasa melalui tulisan karena kaidah kebahasaan yang kurang baik.

    Balas

Tinggalkan komentar