Home Event Potret Kualitas Pendidikan di Kepulauan Seribu

Potret Kualitas Pendidikan di Kepulauan Seribu

0
918
Potret Kualitas Pendidikan di Kepulauan Seribu
Potret Kualitas Pendidikan di Kepulauan Seribu

Pagi hari, tanggal 29 April 2018, saya sudah bangun sekitar pukul 4 pagi, bersiap secepat kilat dan langsung pesan taksi online. Hari ini rencananya saya ikut bersama rombongan XL Axiata, tim media dan blogger ke Pulau Pramuka untuk melihat Potret Kualitas Pendidikan di Kepulauan Seribu. Karena jalan yang masih lengang dan saking semangatnya berangkat, saya tiba di Marina Ancol Dermaga 10, meeting point kami sekitar pukul 5 pagi.

Oke, tak apalah ya, anggap saya sedang berolahraga pagi. Jadi, saya pun jalan-jalan aja di sekitar Dermaga 10, menghirup udara pagi, menikmati hijau tanaman, dan setelah capek ya duduk-duduk di dekat dermaga. Cuma yang bikin hati kesal saat melihat air di dermaga yang penuh dengan sampah plastik. Please deh, mulai sekarang ayo kita semua membiasakan diri masing-masing untuk membuang sampah pada tempatnya. Sampah yang dibuang sembarangan pasti larinya ke sungai, danau atau laut. Dan jika sudah sampai di laut, sulit sekali membersihkan sampah-sampah itu.

Kolaborasi XL Axiata Bersama Wardah Cosmetic Dorong Pemanfaatan Internet untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Kepulauan Seribu

Setelah seluruh anggota rombongan lengkap, kami pun memulai perjalanan menuju Pulau Pramuka dengan naik kapal Sea Horse. Setibanya di Pulau Pramuka, kami langsung menuju ke SMAN 69, salah satu sekolah yang mendapatkan donasi dari program Gerakan Donasi Kuota (GDK) dengan penyaluran donasi untuk 9 sekolah dan 2 PKBM di Kepulauan Seribu. Sekolah-sekolah yang mendapatkan donasi ini, yaitu SMPN 133 dan SMAN 69 di Pulau Pramuka, SMPN 241 dan SMKN 61 di Pulau Tidung, SMPN 285 di Pulau Untung Jawa, SMPN 288 di Pulau Lancang, SMP Negeri 260 di Pulau Harapan, SMPN Satu Atap 01 di Pulau Pari, dan SMPN Satu Atap 02 (Pulau Sabira). Dua PKBM yang mendapatkan donasi adalah PKBM di Pulau Pramuka dan Pulau Untung Jawa.

“XL Axiata sejak awal berkomitmen untuk membantu pemerintah dalam menyiapkan masyarakat memasuki era digital. Hal itu kami wujudkan dengan terus memperluas wilayah layanan data dan internet cepat 4G hingga ke pelosok daerah, termasuk salah satunya di wilayah Kepulauan Seribu. Selain itu, kami juga menggelar program-program yang bersifat memperkuat kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan internet untuk tujuan produktif, baik guna meningkatkan perekonomian, pendidikan, maupun aktivitas sosial ekonomi lainnya. Kami berharap kegiatan ini yang juga mendapat dukungan dari Wardah Cosmetics dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh peserta yang hadir.”

– Hendra Dotulong, General Manager Sales Operation XL Axiata Jabodetabek –

Seperti yang dikatakan Hendra Dotulong, PT Xl Axiata Tbk (XL Axiata) berkomitmen kuat untuk membantu pemerintah dalam upaya peningkatan kualitas dan digitalisasi pendidikan melalui program Sisternet yang juga dilengkapi dengan penyaluran hasil dari Program Gerakan Donasi Kuota ke lembaga-lembaga pendidikan di berbagai pelosok Indonesia.

Jadi, program yang sama, yaitu program GDK, di sekolah-sekolah yang ada di Kepualuan Seribu ini sekaligus bentuk dukungan kepada masyarakat setempat untuk bisa memanfaatkan lebih lanjut keberadaan jaringan data berkualitas yang telah dihadirkan XL Axiata di wilayah kepulauan ini. Saat ini, di seluruh kabupaten Kepulauan Seribu telah berdiri kurang lebih 19 BTS 3G dan 7 BTS 4G di sejumlah pulau. Jaringan internet cepat 4G bahkan telah terpasang sejak Juni 2017.

Saya dan rombongan beramah tamah sejenak dengan tim lain dari Sisternet dan Wardah Cosmetic yang telah hadir di lokasi. Tak lama kemudian kami semua masuk ke salah satu ruangan kelas untuk mengikuti acara serah terima donasi. Hari ini, XL Axiata berkolaborasi dengan Wardah Cosmetic memberikan edukasi disertai bahan pembelajaran melalui perangkat-perangkat digital. Tujuannya tentu saja untuk meningkatkan kualitas dan memperkuat kapasitas pendidikan di Kepulauan Seribu.

Bentuk acara kolaborasi ini dikemas dalam workshop dengan mengangkat bahasan: Internet Bagi Guru, Komunikasi Efektif dalam belajar, dan Bagaimana Bergaul Secara Positif di Media Sosial, dan diikuti para guru, tenaga pendidik, serta perwakilan siswa dari sekolah-sekolah dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kepulauan Seribu. Selain itu, acara ini juga dihadiri, antara lain Kepala Suku Dinas Pendidikan Adm. Kepulauan Seribu, Ade Yulia Narun, General Manager Sales Operation XL Axiata Jabodetabek, Hendra Dotulong, dan Manager Public Relation Wardah Cosmetic, Suci Hendrina.

“Kami sangat senang dapat turut mengambil bagian dalam program pengembangan infrastruktur di Kepulauan Seribu bersama XL Axiata. Dengan infrastruktur yang memadai, akses internet akan lebih merata, sehingga masyarakat dapat memanfaatkannya untuk mendapatkan informasi terkini. Hal tersebut selanjutnya akan berdampak positif pula pada kemajuan pendidikan di Indonesia.”

– Suci Hendrina, Manager Public Relation Wardah Cosmetic –

Seluruh peserta workshop hari ini dibekali kartu perdana Sisternet yang telah dilengkapi paket data internet serta fitur XL Tunai (e-money). Selain itu, setiap sekolah penerima donasi telah mendapatkan masing-masing kuota data sebesar 20 GB/bulan selama 12 bulan hingga total kuota yang didapatkan adalah 240GB, ditambah satu unit router XL Home berkecepatan tinggi yang dapat diakses 32 siswa.

Potret Kualitas Pendidikan di Kepulauan Seribu

Gedung SMAN 69 Pulau Pramuka
Gedung SMAN 69 Pulau Pramuka

Saya dan rombongan media serta blogger tak sepenuhnya ikut workshop karena ada agenda lain yang harus kami ikuti yaitu berkeliling sekolah untuk mengetahui potret kualitas pendidikan di Kepulauan Seribu. Pak Ade dan beberapa pejabat setempat menemani kami berkeliling seraya memberi berbagai informasi yang banyak tak kami sangka.

Pertama-tama kami diajak ke lantai dua sekolah untuk melihat bagian belakang sekolah yang saat ini dalam proses pembangunan. Nantinya, di bagian belakang sekolah itu akan dibangun tempat wisata. Pemandangannya bagian belakang sekolah yang langsung ke laut lepas begitu indah. Saya jadi membayangkan sedang berada di resort mana gitu dan sedang bersantai menikmati pemandangan laut… hahaha.

Menurut Pak Ade, fasilitas sekolah di Kepulauan Seribu, terutama yang ada di Pulau Pramuka sudah sangat baik, ini terlihat dari gedung sekolah yang luar biasa indah, baik gedung SMA maupun SMP, malah saat ini gedung SD yang berada persis di sebelah SMA 69 juga akan segera dibangun jadi bagus. Dengan fasilitas gedung yang sudah bagus, minat dan motivasi anak-anak usia sekolah di Kepulauan Seribu masih sangat rendah.

Dengan kata lain, masih banyak anak yang tak terlalu berminat melanjutkan pendidikan dengan berbagai alasan. Bahkan ketika pihak sekolah dan pemerintah setempat menyediakan kapal untuk antar jemput anak-anak sekolah dari pulau-pulau lain, masih saja ada anak yang menolak untuk berangkat ke sekolah. Hal lain yang patut disayangkan, di sini masih banyak pelajar yang melakukan pernikahan dini alih-alih mengejar pendidikan yang lebih tinggi demi masa depan yang lebih baik.

“Karena masih cukup banyak anak yang berminat melanjutkan sekolah, kuota kursi di sekolah-sekolah yang ada di Kepulauan Seribu masih tersedia banyak. Jika anak dari Jakarta dan sekitarnya tak diterima di sekolah setempat, bolehlah kalau mau mengisi kekosongan kursi di sekolah yang ada di Kepulauan seribu,” kata Pak Ade.

Kami juga diajak untuk melihat sendiri ruang-ruang kelas, juga laboratorium bahasa dan komputer. Setiap kelas telah dilengkapi dengan pendingin ruangan demi menghalau udara panas yang memang cukup menyengat di pulau ini. Di laboratorium bahasa dan komputer, unit komputer yang tersedia cukup banyak dengan model All in One PC.

Oh ya, seluruh murid di sekolah SMAN 69 ini juga telah dibiasakan untuk membawa peralatan makan dan minum sendiri dari rumah. Budaya membawa peralatan makan sendiri ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan kemasan plastik untuk makanan dan minuman sehingga sampah plastik tak menumpuk, apalagi sampai mencemari laut. Ini budaya yang bagus. Alangkah baiknya kalau kita juga meniru dan menerapkan budaya ini di daerah-daerah lain di Indonesia.

Potret kualitas pendidikan di Kepulauan Seribu menjadi catatan penting bagi banyak pihak untuk kembali mensosialisasikan pentingnya pendidikan setinggi mungkin demi kehidupan yang lebih baik. Investasi terbaik dalam hidup ini adalah pendidikan. Dengan semakin berpendidikan seseorang maka ia akan mampu menemukan berbagai solusi untuk menciptakan hal-hal baru, peluang baru bagi dirinya sendiri dan lingkungannya, bahkan membangun bangsa menjadi lebih besar. Semoga pula generasi penerus bangsa Indonesia bisa menyadari hal ini dan tak lagi menganggap enteng masalah pendidikan.

1,021 total views, 3 views today

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here