Tips & Trick

Cara Mengirimkan Naskah ke Penerbit

Saya sering sekali mendapat pesan dari seseorang (entah yang sudah berteman lama maupun yang baru lima 5 menit berteman langsung tanya-tanya) mengenai cara mengirimkan naskah ke penerbit. Biasanya mereka akan bertanya mengenai alamat email penerbit, naskah apa saja yang biasanya diterima oleh penerbit, ketentuan pengiriman naskah, juga berapa lama ada jawaban apakah naskah diterima atau ditolak, dan sebagainya. Agar saya tidak bolak-balik jawab pertanyaan yang sama untuk orang yang berbeda, kali ini saya akan menuliskan cara mengirimkan naskah ke penerbit.

Cara Mengirimkan Naskah ke Penerbit. Foto: dok.pribadi

Beli Buku Terbitan Penerbit yang Ingin Dituju.

Cara pertama ini untuk tahu naskah seperti apa sih yang diterima penerbit sampai akhirnya diterbitkan. Jadi, kamu perlu membeli satu atau dua buku dari penerbit yang ingin dituju dan baca bukunya agar kamu tahu, apakah naskahmu sesuai tidak dengan penerbit tersebut? Alangkah baiknya kalau kamu membeli dan membaca buku yang temanya hampir sama dengan naskahmu. Misalnya kamu ingin mengirimkan naskah novel dengan tema percintaan remaja, maka cobalah cari novel dengan tema yang sama. Pelajari novel tersebut, dan tema percintaan seperti apa yang bisa diterbitkan di penerbit tersebut.

Novel Korea Terbitan Grasindo. Foto: dok.pribadi
Novel Remaja Terbitan Bhuana Sastra (BIP). Foto: dok.pribadi

Ketika saya tahu Penerbit Grasindo menerbitkan novel-novel dengan setting Korea, saya pun mulai menulis naskah novel bertema Korea. Informasi mengenai tema ini saya dapatkan saat saya jalan-jalan ke toko buku dan melihat ada banyak novel Korea yang diterbitkan penerbit itu. Begitu naskah saya siap dan saya kirimkan, ternyata prosesnya tidak perlu menunggu lama karena kebetulan penerbit memang sedang membutuhkan naskah bertema itu.

Untuk novel Bersamamu yang diterbitkan Bhuana Sastra, imprint dari Bhuana Ilmu Populer, saya juga mengetahui terlebih dahulu kalau penerbit ini membutuhkan naskah bertema kisah cinta yang manis. Informasi tersebut saya dapatkan dari grup Facebook milik Bhuana Ilmu Populer. Kamu juga mau menerbitkan novel dengan tema tertentu? Coba cari tahu dulu ya kebutuhan naskah penerbit yang ingin kamu tuju dengan cara membeli dan membaca novel atau buku terbitan mereka.

Jalan-jalan ke Toko Buku.

Memangnya jalan-jalan ke toko buku bisa tahu cara mengirimkan naskah ke penerbit? Tentu saja! Di toko buku, kamu bisa melihat buku apa saja yang diterbitkan penerbit A, dan buku apa saja yang diterbitkan di penerbit B? Kemudian, kamu juga bisa melihat pada rak recommended book maupun rak best seller, tema-tema buku apa yang berada di rak tersebut. Setelahnya, kamu bisa menyesuaikan naskahmu cocoknya dikirimkan ke penerbit mana. Oh ya, dari jalan-jalan di toko buku ini, kamu juga bisa mengetahui nama dan alamat masing-masing penerbit. Coba saja ambil satu buku dan lihat di bagian belakang buku. Biasanya di sana tercantum nama, alamat, dan website penerbit.

Facebook Gudang Informasi Penerbit.

Grup Facebook punya Penerbit Bhuana Ilmu Populer

Ini nih yang seringkali (sepertinya) banyak dilupakan orang. Ada banyak di antara kita yang setiap hari membuka dan bermain-main di Facebook, namun tidak memanfaatkan media sosial yang satu ini dengan maksimal. Padahal kalau kamu mau membuka mata dan lebih jeli serta cerdas dalam bermedia sosial, kamu bisa mendapatkan informasi apa pun yang kamu butuhkan. Dalam hal ini yang saya maksudkan tentu saja informasi positif ya, termasuk informasi mengenai penerbit. Ada banyak sekali penerbit yang sudah memanfaatkan Facebook sebagai salah satu akun media sosial mereka demi bisa menjalin hubungan yang akrab dengan para pembacanya. Bahkan, ada banyak pula editor dari suatu penerbit yang juga bisa jadi teman kita, dan sering membagikan kebutuhan naskah mereka di akun media sosial masing-masing.

Untuk bisa mendapatkan informasi mengenai penerbit di Facebook dan cara mengirimkan naskah ke penerbit tersebut, kamu cari saja nama-nama penerbit yang hendak kamu tuju, bergabunglah dengan grup dari penerbit itu, dan bertemanlah dengan para editornya. Dari sini nantinya kamu bisa mendapatkan banyak sekali informasi berkaitan dengan naskah yang mereka butuhkan, syarat-syarat yang harus dipenuhi agar bisa menerbitkan naskah, bahkan tema-tema apa saja yang mereka butuhkan. Mengetahui kebutuhan tema penting sekali lho, supaya kamu tidak perlu lama menunggu jawaban apakah naskahmu akan diterima atau ditolak.

Cara Mengirimkan Naskah ke Penerbit. Foto: dok.pribadi

Browsing ke Website Resmi Penerbit.

Teknologi informasi dan internet berkembang sangat pesat saat ini. Saya yakin, hampir semua orang sudah terhubung ke internet. Buktinya, semua pada punya Facebook atau akun media sosial lainnya, kan? Nah, seharusnya kemajuan teknologi internet ini dimanfaatkan dengan baik untuk memudahkan kegiatan kamu, termasuk mencari berbagai informasi cara mengirimkan naskah ke penerbit. Untuk diketahui, penerbit-penerbit besar pasti memiliki website resmi. Kamu tinggal ketikkan saja nama penerbit yang ingin kamu tuju di kotak pencarian. Di website tersebut biasanya sudah dicantumkan syarat-syarat pengiriman naskah, alamat pengiriman (termasuk email), bahkan ada nomor telepon yang bisa kamu hubungi. Untuk memudahkan akses pencarian informasi di internet, pilih provider yang sinyalnya kuat dan jaringannya luas sehingga proses mencari informasi ini tidak menghabiskan banyak waktu. Kalau saya sih pakai XL yang sudah terbukti koneksinya ngebut dan Xtra Combonya memberi kuota yang berlimpah dengan harga sangat murah.

Bertanya Pada Penulis Lain.

Ada banyak penerbit di luar sana, baik penerbit besar maupun kecil, mulai dari penerbit benar maupun penerbit tak benar... hahaha. Setelah mendapatkan banyak informasi dari 4 langkah sebelumnya, maka hal terakhir yang perlu kamu lakukan adalah mencari informasi berkaitan dengan penerbit mana yang bagus dan amanah dalam menerbitkan naskah. Caranya? Cari tahu siapa saja penulis yang pernah menerbitkan buku di suatu penerbit. Bertanyalah pada mereka, bagaimana pengalaman mereka menerbitkan naskah di penerbit tersebut. Tapi ingat, bertanyalah yang sopan. Ketahui dan pelajari pula etika berteman yang baik sebelum bertanya. Jangan datang-datang langsung bertanya, atau malah baru berteman lima menit langsung tanya tanpa sebelumnya berusaha mencari informasi terlebih dahulu. Dengan bertanya kepada teman-teman yang pernah menerbitkan buku di suatu penerbit, kamu bisa terhindar dari kemungkinan terjadinya kejadian buruk, seperti naskahmu tidak ada kabar, naskah diambil dan diterbitkan, namun kamu tidak mendapatkan surat perjanjian penerbitan, naskah sudah diterbitkan tapi kemudian penerbitnya susah dihubungi, atau malah terlibat dalam kasus plagiat. Intinya, semakin banyak kamu mencari informasi, semakin banyak hal bisa jadi bahan pertimbanganmu untuk mengirimkan naskah ke penerbit.

Sudah punya naskah jadi yang siap dikirimkan ke penerbit? Sudah tahu cara mengirimkan naskah ke penerbit?
Ayo, tunggu apa lagi? Segera kirimkan naskahmu!

14 thoughts on “Cara Mengirimkan Naskah ke Penerbit

    1. Saya belum pernah menerbitkan secara indie, Kak. Belum percaya diri karena gimana pun untuk menerbitkan satu buku yang bagus butuh banyak dukungan, baik dari para editor, ilustrator, layouter, bahkan pembaca yang dengan setia menunggu karya kita selanjutnya. Saya takut mengecewakan pembaca, meski di setiap buku saya pun kadang masih saja ada bagian yang mungkin mengundang rasa kecewe

    1. Hai Mbak Rizka… makasi sudah berkunjung ya. Semoga semakin termotivasi dan nggak lama lagi akan terbit buku karya Mbak Rizka. Ditunggu lho. Kalau ada sesuatu yang bisa saya bantu, colek saja ya

    1. Nah, etika berteman ini gampang-gampang susah ya, Mas. Banyak orang yang datang kalau ada perlunya aja. Padahal teman yang baik tidak begitu seharusnya, kan? hiks… sedih tapi sekaligus ini jadi pelajaran juga sih untuk ikhlas menjadi bermanfaat bagi sesama

  1. Aku baru sadar, buku 9 Langkah Cepat Selesaikan Outline itu ternyata buku karya Mbak Monica. Aku baca buku itu…..
    Terimakasih tipsnya. Tapi buat aku langkah pertama ada, nulis naskah dulu. hehehehe…Abis enggak ditulis-tulis sih. Cuma baca-baca teori menulis aja terus menerus.

  2. Pas banget ini mba monica, saya rasa sudah terlalu lama bercita2 punya buku solo, pelan2 saya belajar merampungkannya. Nab, sambil belajar saya cari tahu cara nerbitin buku. Baru aja saya ikut cara nerbitin buku secara self publish. Sekarang dapat lagi ilmu dari mba monica tentang penerbit.
    Bener2 pas, makasih banyak ya mba

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *