Kalau ditanya apakah saya seorang pecinta lukisan, saya pasti akan jawab bukan karena pada dasarnya saya hanyalah seorang penikmat seni. Hampir semua karya yang berhubungan dengan seni dan kreativitas pasti menarik minat saya dan membuat saya bisa belajar memahami sudut pandang seseorang melalui karya ciptaannya. Contohnya: ketika ada tiga orang disuruh menggambar gelas yang sama maka hasil gambarnya akan berbeda. Ini terjadi karena sudut pandang dan gaya mengimplementasikannya juga berbeda.

Sudut pandang yang berbeda dari setiap orang sebenarnya bukan untuk menciptakan perbedaan, melainkan untuk memperkaya wacana dan penemuan ide-ide baru demi masa depan yang lebih baik. Di masa lalu, banyak karya seni yang dijadikan media untuk menyampaikan aspirasi, baik itu melalui seni lukis, seni sastra, seni tari, dan sebagainya. Pertanyaannya, masih bisakah seni dijadikan sarana atau media menyampaikan harapan dan ide-ide baru? Tentu saja masih bisa. PT Kao Indonesia telah membuktikannya selama 8 tahun berturut-turut. Melalui lukisan PT Kao Indonesia mengajak anak-anak menciptakan dunia yang lebih baik, yaitu dunia yang hijau dan bersih.

Lomba Melukis Lingkungan Internasional Kao Indonesia Untuk Anak-anak

Lomba melukis untuk anak-anak ini diselenggarakan PT Kao Indonesia dengan mengangkat tema Eco Together, yang merupakan aplikasi dari komitmen PT Kao untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Anak-anak yang menjadi peserta lomba diajak memberikan sumbangsih mereka berkaitan dengan pemikiran, dan ide-ide atau aktivitas harian yang bisa dilakukan untuk menjaga lingkungan sekaligus mengungkapkan harapan dan impian mereka dalam bentuk lukisan.

Lukisan merupakan salah satu media dalam seni. Di tengah-tengah perkembangan teknologi yang pesat, lukisan tetap menjadi media yang relevan dengan pesan-pesannya. Kalau dulu kita melihat lukisan di museum untuk mempelajari sejarah, sekarang kita melihat lukisan sebagai cara memandang masa depan. Hal ini terbukti dari hasil lukisan anak-anak Indonesia yang ikut dalam Lomba Melukis Lingkungan Kao untuk Anak-anak.

– Pratomo P. Aritedjo, Associate Vice President Human Capital Development PT. Kao Indonesia –

Lomba Lukis PT KAO Indonesia
Viola Arielle Suliandy (13 tahun) dengan karya berjudul: Alam Menyelamatkan Dirinya Sendiri Melalui Tangan Kita.

Lomba Melukis Lingkungan Kao untuk Anak-anak telah diselenggarakan sejak tahun 2010. Pada penyelenggaraan ke-8 tahun 2017 lalu, Indonesia tercatat sebagai negara dengan pengiriman karya terbanyak, yaitu mencapai 3.703 karya. Pengumuman pemenang telah dilakukan pada 30 November 2017 lalu dan penyerahan hadiahnya dilakukan pada 24 Februari 2018 di Hotel Pullman Central Park, Jakarta. Dua anak Indonesia yang mendapat penghargaan Eco Friend Prize, yaitu:

  1. Viola Arielle Suliandy (13 tahun) dengan karya berjudul: Alam Menyelamatkan Dirinya Sendiri Melalui Tangan Kita.
  2. I Wayan Amerta Nur Pradnyana (15 tahun) dengan karya berjudul: Reuse.

Pemenang kategori Planet Earth Grand Prix dan Kao Prize dari seluruh dunia diundang ke Tokyo-Jepang, untuk berpartisipasi dalam acara penyerahan hadiah dan penghargaan. Lukisan-lukisan yang menjadi pemenang seluruh kategori individu juga dipamerkan di booth Kao pada acara pameran Eco-Pro yang diadakan di Tokyo Big Sight pada 7-9 Desember 2017.

Lomba Melukis Lingkungan PT KAO Indonesia
I Wayan Amerta Nur Pradnyana (15 tahun) dengan karya berjudul: Reuse.

Selain kategori Planet Earth Grand Prix, Kao Prize, dan Eco Friend Prize, ada pula kategori Group Prize. Tiga pemenang dari total 5 pemenang kategori Group Prize merupakan perwakilan dari Indonesia, yaitu:

  1. Mts Negeri 1 Pasuruan, Indonesia, dengan 907 karya.
  2. SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Indonesia, dengan 434 karya.
  3. SMPN 2 Bangil Pasuruan, Indonesia, dengan 425 karya.

Di acara penyerahan hadiah yang diselenggarakan di Hotel Pullman Central Park, Jakarta, tersebut juga hadir Haryadhi, Komikus dan Pencipta KOSTUM (Komik Strip untuk Umum). Ia mengadakan sesi mendongeng secara interaktif yang membuat anak-anak asyik menyimak cerita yang didongengkannya tersebut. Malah begitu sesi dongeng selesai, ada beberapa anak yang berseru, “Lagi… lagi!” hahaha.

Seperti yang dikatakan oleh Pratomo P. Aritedjo mengenai lukisan merupakan satu media yang bisa digunakan untuk menyampaikan pesan sekaligus harapan untuk masa depan yang lebih baik, Haryadhi juga mengatakan hal serupa. “Ketika anak-anak melukis, baik dari pengamatan atau ingatan, mereka diajak untuk berhubungan dengan apa yang dilihat dan dirasakan.

Lukisan memiliki fungsi dasar dan penting, bukan untuk menggambarkan dunia, tetapi untuk menenun dunia; atau lebih tepatnya, untuk membuat dan memperlihatkan tenunan yang sebenarnya sudah ada. Lewat lukisan anak-anak ini, mereka diajak untuk menciptakan dunia yang lebih baik, yaitu dunia yang bersih dan hijau.”

Teknis Pelaksanaan Lomba Melukis Lingkungan Internasional Kao untuk Anak-anak

Siapa yang bisa berperan serta dalam lomba melukis lingkungan internasional Kao untuk anak-anak ini? Tentu saja anak-anak yang berusia antara 6 tahun hingga 15 tahun. Caranya berpartisipasi dengan membuat lukisan bertema Eco Together di kertas berukuran A3 dan menyertakan formulir pendaftaran yang telah diisi tema dan deskripsi pesan lukisan.

Media yang digunakan bebas demi tak membatasi kreativitas anak-anak sehingga peserta boleh menggunakan pensil warna, krayon, bahkan cat minyak. Hasil karya yang telah ditempeli formulir dikirim ke PT. Kao Indonesia, yang kemudian dikirimkan ke Kao Corporation Jepang untuk melalui proses penjurian. Dewan juri terdiri dari para ahli di bidang kesenian dan seniman yang diakui di Jepang, serta perwakilan dari Kao Corporation Jepang.

Melalui Lukisan PT Kao Indonesia Mengajak Anak-anak Menciptakan Dunia yang Lebih Baik. Ini misi yang bagus. Ayuk kita dukung anak-anak kita menyampaikan aspirasi mereka melalui lukisan dan jangan lupa daftarkan karya mereka pada ajang Lomba Melukis Lingkungan Kao untuk Anak-anak berikutnya.

1,309 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here