Sudah pernah lihat sarang walet dan tahu khasiat konsumsi sarang walet? Belum? Baiklah. Pada tulisan kali ini saya akan berbagi informasi tentang manfaat konsumsi sarang burung walet dan fakta-fakta mengenai sarang walet yang telah menjadi komoditi ekspor Indonesia dengan nominal luar biasa. Untuk diketahui, harga pasaran sarang walet yang diekspor ke luar negeri telah mencapai harga hampir 20-30 juta rupiah. Keuntungan ini tidak saja dinikmati pengusahanya, namun juga akan meningkatkan devisa negara. Itulah sebabnya, Pemerintah Indonesia berupaya mendukung para pengusaha sarang burung walet agar bisa ekspor ke berbagai negara di dunia. Bagaimana caranya? Inilah cara ekspor sarang burung walet ke luar negeri.

Mengenal Barantan dan Upaya Dukung Indonesia Menjadi Lumbung Pangan Dunia

Apa sih Barantan? Hayo, pada tahu tidak apa itu Barantan? Pada 30 Juni 2018 lalu, saya diundang hadir ke acara Barantan dan di sanalah saya mengenal Barantan. Barantan adalah Badan Karantina Pertanian yang berada di bawah naungan Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Tugasnya melakukan pengkarantinaan (pengasingan sementara dengan tujuan pemeriksaan) sumber daya hayati hewan dan tumbuhan untuk mencegah penularan hama, penyakit, dan sebagainya. Sebelum kita membahas mengenai cara ekspor sarang burung walet, ada baiknya kita mengetahui dan mengenal Barantan terlebih dahulu. Nanti ada hubungannya kok antara keduanya.

Misi Barantan:

  • Melindungi kelestarian sumber daya alam hayati hewan dan tumbuhan dari serangan Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK) serta Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).
  • Mendukung terwujudnya keamanan pangan.
  • Memfasilitasi perdagangan dalam rangka mempertahankan & meningkatkan akses pasar komoditas pertanian.
  • Memperkuat kemitraan perkarantinaan.
  • Meningkatkan citra & kualitas layanan publik.

Pada misi Barantan, yang saya kutip dari laman karantina.pertanian.go.id, bisa dilihat bahwa peranan Barantan bukan hanya melakukan pemeriksaan saja, seperti yang biasa kita lihat di bandara, di terminal, di pelabuhan, atau di Pos Batas Lintas Negara (PLBN), namun juga ada upaya melindungi kelestarian sumber daya hayati hewan dan tumbuhan, menjaga stabilitas keamanan pangan (ketersediaan pangan dalam negeri), serta memfasilitasi perdagangan dengan cara menjaga kualitas produk pangan.

Dalam acara yang diselenggarakan di Kolega Coworking Space, hadir tim dari Barantan yang terdiri dari Ibu Endah Kartikawati yang menjabat sebagai Kasubbag Humas Badan Karantina Pertanian, Pak Apris Beniawan sebagai Kasie Kepatuhan Karantina Hewan- Badan Karantina Pertanian, dan Pak Qory F. Kurniawan. Selain itu hadir pula blogger dan vlogger dari Kelas Blogger. Acara dimulai dengan perkenalan antar undangan yang berlangsung luar biasa. Untunglah para narasumber dari Barantan sabar banget melihat para undangan yang saking exciting-nya ingin tahu lebih banyak mengenai Barantan jadi heboh kelewatan… hahaha.

Cara Ekspor Sarang Burung Walet
Kelas Blogger Mengenal Barantan

Sebagai pembicara pertama, Ibu Endah Kartikawati memperkenalkan apa sih sebenarnya Barantan dan bagaimana tugas, fungsi, dan visi misinya. Intinya, Barantan adalah badan yang mengawasi dan melakukan pemeriksaan produk pertanian (dan hewan) yang keluar masuk Indonesia agar tidak menjadi pembawa hama dan penyakit. Tugas lainnya, menjaga maraknya penyelundupan produk pangan strategis yang sebenarnya bisa mendatangkan lebih banyak devisa sekaligus mendatangkan keuntungan bagi petaninya sendiri jika melalui prosedur yang seharusnya, juga mencegah masuknya produk pangan yang mutu dan kualitasnya masih perlu diperiksa demi menjaga keamanan dan kesehatan masyarakat

Ngomong-ngomong mengenai penyelundupan produk pangan, ketika saya mendapat kesempatan berkunjung ke PLBN Entikong di Kalimantan Barat, saya pun mendengar cukup banyak peristiwa berkaitan dengan penyelundupan. Produk yang paling sering diselundupkan memang produk pangan, juga produk elektronik dan obat terlarang. Peristiwa penyelundupan yang sempat heboh di PLBN Entikong adalah penyelundupan 10 karton sosis seberat 100 kilogram, kemudian pernah juga 140 kotak sosis dan sekitar 50 kotak daging ayam ilegal dari Malaysia.

Kebayang tidak sih kalau produk ini masuk ke Indonesia tanpa pemeriksaan? Bagaimana kalau ternyata sosis dan daging ayam selundupan itu mengandung bahan berbahaya bagi kesehatan? Bagaimana jika daging ayam tersebut berasal dari ayam yang sudah terkontaminasi penyakit menular berbahaya yang juga bisa menular pada manusia? Nah, di sinilah peran Badan Karantina Pertanian (Barantan), yaitu mencegah dan melindungi masyarakat Indonesia dari masuknya produk-produk pangan yang bisa membahayakan kesehatan. Tahu tidak, selain produk pangan, jenasah yang melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong juga melalui pemeriksaan lho.

Cara Ekspor Sarang Burung Walet
Proses Pemeriksaan Orang dan Barang di PLBN Entikong

Ini hanyalah salah satu contoh karena saat ini Badan Karantina Pertanian dan seluruh petugasnya masih harus mencegah masuknya 121 jenis Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan 693 Organisme Pengganggu Tanaman Karantina (OPTK) ke Indonesia karena jenis penyakit ini tidak ada di Indonesia, namun sudah ada di beberapa negara di luar sana. Pencegahan penyebaran penyakit dan hama ini penting, mengingat jika sampai masuk ke Indonesia maka kerugian yang akan dialami negara dan juga masyarakat pastilah jauh lebih besar, belum lagi upaya penanggulangannya.

Cara Ekspor Sarang Burung Walet
Tujuan Karantina

Mau tahu kasus penyebaran penyakit melalui hewan yang pernah terjadi di Indonesia dan dampaknya cukup besar? Penyakit rabies yang melanda Bali. Coba deh browsing di internet, pemberitaan mengenai wabah rabies di Bali cukup santer terdengar mulai tahun 2008-2009 lalu. Semuanya bermula dari kebiasaan wisatawan asing yang datang ke Indonesia dengan membawa hewan peliharaan, yaitu anjing. Lalu ketika pulang ke negaranya, hewan-hewan tersebut ditinggal begitu saja hingga menjadi anjing liar. Jika satu anjing yang ditinggal tadi ternyata sudah menjadi pembawa penyakit rabies, maka mudah saja menulari anjing liar lainnya yang jumlahnya terus bertambah.

Endemi penyakit rabies semakin menjadi dan membahayakan manusia yang tinggal di Bali karena di daerah ini banyak hewan pembawa rabies lain, seperti kucing, monyet dan kelelawar. Pada akhirnya, bukan hanya hewan-hewan tersebut yang tertular, manusia pun ikut tertular melalui gigitan hewan, bahkan sampai ada cukup banyak yang meninggal dunia. Pemerintah beserta lapisan masyarakat pun terpaksa bekerja keras demi mengatasi masalah ini.

Baru pada 2017, Bali dinyatakan zero kasus rabies. Hal ini dinyatakan oleh Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, I Gede Ambara Putra, pada Tribunnews Bali (tayang 22 Januari 2018 dengan judul artikel: Denpasar Zero Kasus Rabies Cakup Vaksinasi Rabies) Bisa membayangkan tidak, berapa tahun proses penanggulangan penyebaran penyakit berbahaya dan mematikan yang bisa menyerang saraf pusat ini? 8 tahun lho prosesnya. Ini hanyalah salah satu kasus yang dicegah Badan Karantina Pertanian. Bagaimana dengan kasus lain? Bagaimana dengan penyebaran penyakit flu burung yang sempat dicurigai berasal dari sarang burung walet hingga ekspor sarang burung walet sempat dilarang masuk ke beberapa negara? Duh, kerja Barantan jadi berasa berat banget ya… ah andai bisa Dilan saja menanggung, mungkin tak akan seberat ini.

Produk-Produk Pertanian yang Telah Diekspor

Pembicara kedua adalah drh. Apris Beniawan, MSi atau biasa dipanggil Mas Beni. Mas Beni memberi informasi mengenai program yang diluncurkan Kementerian Pertanian, yaitu Program Indonesia Menjadi Lumbung Pangan Dunia tahun 2045. Program ini akan dilakukan secara bertahap melalui penetapan target demi target yang berkesinambungan dalam hal ekspor produk pertanian Indonesia. Dengan kata lain, Barantan akan membantu pemerintah untuk geber produk pertanian Indonesia, yaitu beragam tumbuhan pangan, juga melalui produk hewani.

Untuk produk-produk pertanian yang secara kontinyu dan berkesinambungan ditingkatkan jumlah ekspornya, antara lain, padi, bawang merah, cabai, jagung, gula konsumsi, kedelai, gula industri, daging sapi, dan sebagainya. Lengkapnya bisa dilihat digrafis yang saya sertakan.

Cara Ekspor Sarang Burung Walet
Menuju Indonesia Menjadi Lumbung Pangan Dunia. Sumber: Barantan

Selain produk yang telah disebutkan, ada produk pertanian lainnya yang juga sudah diekspor ke berbagai negara, bahkan permintaannya masih sangat tinggi, antara lain: cokelat, kelapa, sawit, salak, manggis, nanas, buah naga, pepaya, bahkan tanaman hias. Eh ngomong-ngomong coba cari deh berita mengenai banyak orang Singapura sudah mulai menyukai salak meski awalnya mereka tidak tahu cara mengupas kulit salak. Masih butuh bukti ada banyak produk pertanian Indonesia yang diekspor ke negara lain? Nih sedikit contoh yang perlu kamu cari beritanya:

  • Dracaena Sanderiana (lucky bamboo) yang banyak dibudidayakan di Kabupaten Sukabumi sudah diekspor ke Saudi Arabia, Oman, Rusia, Malaysia, Qatar, Iran, Azarbaizan, dan Singapura, bahkan akan dipasarkan pula di Algeria, Belanda, dan Mesir. Omset perbulan dari tanaman ini bisa mencapai 280 juta per bulan.
  • Tanaman Gutaperca yang merupakan tanaman langka di dunia ternyata bisa tumbuh di Indonesia dan telah dibudidayakan di PTPN VIII Sukamaju, Sukabumi, dengan luas lahan kurang lebih 282 hektar. Daun dari tanaman ini diminati negara-negara di Eropa karena merupakan bahan utama peralatan dental, seperti tulang dan gigi palsu.
  • Tanaman lidah mertua memiliki banyak penggemar di Taiwan, Korea, Jepang, Amerika, hingga Eropa. Permintaan untuk ekspor tanaman ini cukup tinggi.
  • Buah manggis digemari masyarakat China dan Singapura. Permintaan dari kedua negara tersebut masih sangat tinggi, bahkan tidak sekadar untuk konsumsi, buah manggis juga diolah untuk obat, sirup, dan bahan kosmetik.
  • Anggrek Papua sudah yang telah banyak dibudidayakan petani tanaman hias, kini mempunyai nilai jual yang tinggi karena telah diekspor ke Thailand dan Malaysia.

Sekali lagi, beberapa contoh yang sudah saya tulis di artikel ini hanya sebagian kecil, karena faktanya masih banyak produk Indonesia yang sangat diminati masyarakat dari negara lain sehingga permintaan untuk ekspor cukup tinggi, termasuk permintaan untuk beberapa produk unik, katak, umbi talas, sapu lidi, tokek, bahkan petai. Tak percaya? Coba manfaatkan jari-jari dan smartphone-mu untuk cari beritanya. Jangan mainan medsos doang atau main game online melulu dong.

Ekspor Sarang Burung Walet Komoditas Menjanjikan

Selain menerangkan mengenai produk pertanian unggulan yang telah diekspor, Mas Beni juga menginformasikan berbagai produk hewani yang sudah diekspor ke berbagai negara. Ini penting untuk diketahui. Jangan sampai kita cuma tahu kalau Indonesia (katanya) sering impor makanan dari negara lain. Padahal aslinya, Indonesia juga sudah banyak ekspor produk makanan. Contohnya nih ya, ada 60.000 ekor kambing per tahun yang diekspor ke Malaysia, 600 daging wagyu ke Myanmar, ekspor babi maupun daging babinya saja, ekspor anak ayam, telur tetas, daging ayam, juga pangan olahan seperti sosis dan nugget. Komoditas ekspor berikutnya yang cukup menjanjikan adalah ekspor sarang burung walet.

Sejak beberapa tahun silam, ekspor sarang burung walet ini telah dilakukan ke berbagai negara, antara lain ke Hongkong kurang lebih 300 ton, ke Malaysia 100 ton, ke Vietnam 100 ton, bahkan permintaan paling tinggi berasal dari negara China. Pada 2017 lalu, sarang burung walet yang berasal dari Indonesia telah menguasai pasar di China sana kurang lebih 70 persen dibandingkan sarang walet yang berasal dari Malaysia dan Thailand. Tahu tidak berapa harga sarang burung walet yang diekspor? Satu kilogramnya bisa mencapai harga 20-30 juta rupiah.

Cara Ekspor Sarang Burung Walet
Data Ekspor Sarang Burung Walet

Kenapa sih masyarakat di negeri Tirai Bambu sana begitu menggemari sarang burung walet? Pak Djauhari Oratmangun, Duta Besar Republik Indonesia untuk China, mengatakan kepada Pandu Gumilar dari laman industri.bisnis.com (tayang 18 Mei 2018 dengan judul artikel Ekspor Sarang Burung Walet ke China Makin Terbuka) bahwa Indonesia sudah menjalin kerja sama untuk ekspor sarang burung walet ke China sejak abad ke-17 atau sejak Dinasti Ming.

Ketika itu, sarang burung walet (caviar of the East) telah dikenal sejak abad 15 dan semuanya dibawa oleh pedagang China yang kembali ke negaranya setelah berdagang di Indonesia. Pedagang-pedagang itu mendapatkan sarang burung walet dari hasil petik sarang di gua-gua yang ada di wilayah Kalimantan Timur dan Jawa Timur. Masyarakat di sana percaya ada banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan bagi kesehatan tubuh dengan mengkonsumsi sarang burung walet secara teratur. Kandungan protein yang tinggi dan kaya mineral pada sarang walet dipercaya bisa membantu regenerasi dan pertumbuhan sel-sel di dalam tubuh, meningkatkan kekebalan tubuh, dan membuat kulit jadi awet muda.

Hal berikutnya yang istimewa dari sarang burung walet adalah kandungan zat sialic acid dan asam amino yang baik untuk tumbuh kembang otak calon bayi. Makanya untuk ibu hamil disarankan konsumsi sarang burung walet. Psst… kapan-kapan saya akan tuliskan kisah ponakan saya yang ketika ibunya hamil konsumsi sarang burung walet ya. Hasilnya beneran lho seperti yang dipercayai masyarakat China sana. Karena khasiatnya yang luar biasa, permintaan untuk ekspor komoditas ini pun jadi sangat tinggi.

Di masa sekarang memang beberapa wilayah di Kalimantan, seperti di Samarinda, Sangata, dan Banjarmasin, sudah menjadi penghasil sarang burung walet dengan produksi yang cukup banyak, namun selain itu budidaya sarang walet ini juga sudah banyak dikembangkan di daerah-daerah lain di Indonesia. Jika seluruh produksi yang ada hanya dijual ke pengepul atau di dalam negeri saja, apalagi hanya dijual ala kadarnya dengan harga rendah, betapa sayangnya, karena peluang ekspor sarang burung walet Indonesia ke China telah terbuka lebar dengan diadakannya seminar 1st China Bird’s Nest Industrial Summit di Xiamen, RRT, pada 18 Mei 2018 lalu. Bahkan mengenai ekspor sarang walet ke China juga menjadi salah satu pembahasan Presiden RI Joko Widodo dengan Perdana Menteri RRT, Li Keqiang, saat sang perdana menteri berkunjung ke Indonesia pada bulan yang sama dengan diselenggarakannya seminar di Xiamen.

Yuk, para pengusaha sarang burung walet cari tahu cara ekspor sarang burung walet ke China biar bisa meningkatkan keuntungan sekaligus meningkatkan devisa negara melalui komoditas unggulan yang diekspor ini. Tapi bagaimana cara ekspor sarang burung walet ke luar negeri?

Cara Ekspor Sarang Burung Walet

Setahu saya, masih banyak pengusaha sarang burung walet yang belum mengetahui cara ekspor sarang burung walet ke luar negeri, terutama ke China. Nah saya pun berburu caranya nih dan menemukannya pada artikel yang tayang di laman okezone.com tanggal 2 Maret 2018.

Cara Ekspor Sarang Burung Walet
Rumah Walet

Di dalam artikel tersebut, Pak Banun Harpini, Kepala Badan karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian Republik Indonesia menyebutkan ada 3 syarat utama yang harus dipenuhi agar pengusaha sarang burung walet bisa mengekpor sarang walet yang dihasilkan ke China. Ketiga syarat tersebut yaitu:

  1. Ketelusuran (traceability).
  2. Bersih dengan kandungan nitrit kurang dari 30 ppm.
  3. Telah diproses pemanasan 70 derajat celcius selama 3,5 menit.
Cara Ekspor Sarang Burung Walet
Tata Cara Permohonan IKH. Sumber: Badan Karantina Pertanian

Selain ketiga syarat tadi, saya juga mendapatkan informasi di laman Badan Karantina Pertanian bahwa pengusaha sarang burung walet juga perlu mengajukan permohonan penetapan Instalasi Karantina Hewan (IKH) kalau ingin bisa ekspor sarang burung walet ke luar negeri. Pengajuan IKH bisa dilakukan melalui Aplikasi Penetapan Instalasi Karantina Hewan (APIKH) secara online. Dengan kata lain, tempat pemrosesan dan rumah walet yang menjadi sumber bahan baku sarang walet harus terdaftar di Badan Karantina Pertanian dan sudah sesuai dengan standar ekspor yang ditetapkan. Informasi lebih lengkap mengenai cara ekspor sarang burung walet bisa dibaca di Pedoman Karantina Hewan.

Masih butuh tambahan informasi berkaitan dengan cara ekspor sarang walet? Hubungi saja:

Badan Karantina Pertanian
Jl. Harsono RM No. 3 Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta, 12550
Gedung E Lantai 1, 3, 5, 7
Telp/Fax. (021) 7816481, 7816482, 7816483, 7816484
SMS Center: 0812 12 000 336
Email: humaskarantina@pertanian.go.id
Website: http://karantina.pertanian.go.id

Atau coba cari tahu juga di media sosial Barantan, yaitu di:
Facebook: Badan Karantina Pertanian
Twitter: @Barantan_RI
Instagram: @barantan_ri

Yuk dukung Pemerintah dan Barantan untuk geber ekspor produk pertanian Indonesia. Dan untuk para pengusaha sarang burung walet, ini kesempatan besar mulai ekspor. Jadi segeralah cari tahu cara ekspor sarang burung walet ke China ataupun ke negara lain.

287 total views, 2 views today

4 COMMENTS

  1. Baru tahu, ternyata ada syaratnya ya agar bisa mengekspor sarang burung walet.
    Kirain cuma siapkan sarang doang gitu, sederhana saja.

    Tapi wajarlah ya untuk harga per kg 20-30 juta, rasanya persyaratan ekspor itu, memang layak, apalagi membawa nama negara, Indonesia.

  2. Produk sarang burung walet dari tahun ke tahun banyak mengalami penurunan karen banyak hutan” termasuk hutan bakau dimana kedua tempat ini banyak di tebangi dan digusur untuk kepentingan pengembang.

    Hutan bakau, hutan” alam yang di miliki beberapa wilayah di timur khususnya Banyuwangi, Probolinggo, Paiton Situbondo termasuk Bondowoso itu tempat bermain dan bersenang – senang para walet.

    Jika walet itu senang dan bahagia maka produksinya meningkat kemudian mereka merasa tersingkir karena ulah manusia ada dugaan walet – walet hijrah entah ke Sumatera, Kalimantan Lombok dst yang kondusif bagi komunitas walet

  3. Ternyata membutuhkan proses yg tidak mudah ya mba untuk mengekspor sarang burung walet, selain memang khasiatnya sangat bagus juga dapet menghasilkan sumber devisa negara, semoga proses semuanya berjalan lancar, kekayaan Indonesia semakin banyak dan Indonesia semakin jaya dengan hasil kekayaan alamnya

  4. Sbnrnya aku penasaran rasa dari sarang walet ini seperti apa ya mba. Aku tau ini bagus bgt dan mahaaaal. Pas msh tinggal di malaysia aku sering liat produk ini di jual, dan harganya memang wow. Makanya aku ga prnh beli :D. Tapi ttp sih pgn coba, apalagi pas tau ini obat awet muda 😀

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here