Foto: MD Picture

Jakarta, 5 Juni 2017 – Hari ini, MD Picture mengadakan acara Meet & Greet dan Bukber film Insya Allah Sah di MD Tower, Setiabudi. Di acara ini, para blogger dan awak media bisa berbincang dengan para pemain film #InsyaAllahSah, juga penulis novelnya, yaitu Mbak Achi TM. Acara dimulai sekitar pukul 4 sore. Setelah proses registrasi selesai, Mbak Achi TM memulai ceritanya mengenai perjalanan panjang novel Insya Allah Sah hingga akhirnya difilmkan oleh MD Picture.

Mengenal Lebih Dekat Sosok Achi TM

Achi TM, salah satu penulis novel senior yang namanya telah malang melintang di dunia tulis menulis. Sudah puluhan novel yang berhasil ia tulis dan telah diterbitkan oleh penerbit skala nasional. Beberapa judul novel yang pernah ditulisnya: HIMITSU (2007), Quly-Girl (2007), Penaku Sebintang (2007), Bisikan Sahabat (2008), Wo Ai Ni-Jangan Ekspor Cintaku (2009), Chaos Chambell (2010), dan Cloudy (2012). Ia juga menulis buku-buku motivasi remaja, antara lain: Aku Bangga Menjadi Gagal (2010), No More Galau (2012), Tangguh Karena Allah (2012), Bermimpi Karena Allah (2012), dan Keseimbangan Hidup Perempuan (2012).

Selain menulis novel dan buku-buku nonfiksi, ia juga seorang penulis skenario untuk beberapa stasiun televisi nasional, seperti RCTI, SCTV, MNC, ANTV, dan TV daerah (B Channel). Di masa itu, Film Televisi (FTV) sedang booming sehingga Achi pun ikut menceburkan dirinya dalam tren menulis skenario FTV, yang salah satunya berjudul FTV Cinta Terlarang untuk penyanyi duo ‘Virgin’. Meski kesibukannya menulis sangat padat, ia juga merupakan pemilik dan pendiri Rumah Pena, tempat kursus menulis cerpen, novel, dan skenario, yang didirikannya pada 16 April 2009. Dalam menjalankan kegiatan Rumah Pena, ia dibantu oleh pasangan hidup yang dicintainya, yaitu Agung Argopo. Namun sayang, meski sejak kecil ia sudah bercita-cita menjadi penulis dan telah pula bekerja keras di bidang yang disukainya, ada satu hal yang membuat ia sempat down dan mengalami kejenuhan luar biasa yang membuat ia kesulitan untuk menulis. Kejenuhan ini muncul akibat harapannya tak kunjung berbuah manis, yaitu salah satu novelnya bisa difilmkan.

“Saya benar-benar jenuh menulis hingga sulit sekali ketika memasuki proses menulis. Bahkan saya sempat berpikir untuk berhenti menulis. Padahal di masa itu, karier kepenulisan saya cukup bagus kalau dilihat dari penjualan novel dan buku-buku motivasi remaja. Job kerjaan saya sebagai penulis skenario juga tidak sedikit,” kata Achi di depan awak media dan para blogger.

Bermula dari Laptop Ketinggalan di Bandara

Meski mulai malas menulis dan berpikiran untuk berhenti menulis, Achi tetap mau datang ketika diundang menjadi pembicara di berbagai seminar ataupun workshop kepenulisan. Suatu hari di tahun 2014, ia seakan mendapat ‘teguran’ dari Tuhan. Bisa-bisanya ia memotivasi orang-orang untuk menulis sementara ia sendiri sudah tidak lagi menulis. Waktu itu, ia baru saja mengisi acara kepenulisan di luar kota. Begitu acara selesai, malam itu juga ia memutuskan langsung pulang ke Jakarta. Pukul 12 malam, ia tiba di Jakarta dan dijemput suaminya. Di perjalanan pulang ke rumah itulah ia baru sadar kalau tas laptopnya tertinggal di bandara. Bagi seorang penulis, laptop adalah hartu karun yang sangat berharga. Di dalam laptop jelas tersimpan berbagai berkas-berkas penting, juga file-file naskah yang sudah bertahun-tahun ditulisnya. Kalau sampai hilang, bisa dikatakan ini adalah bencana besar bagi seorang penulis. Jadi, tak ada pilihan lain. Jam 2 malam itu juga ia mengajak suaminya kembali ke bandara sambil menangis dan bernasar dalam hati akan menulis novel islami kalau laptopnya bisa ia dapatkan kembali.

“Mungkin kejadian ini memang teguran dari Allah ya. Tapi untunglah ketika tiba di bandara, laptop saya ternyata sudah diamankan satpam. Saya kembali ke rumah dengan sukacita. Pagi harinya ketika memeriksa email, saya menerima pesan dari editor yang meminta saya menulis novel islami. Ketika melihat jam email itu dikirim, saya terkejut setengah mati. Pukul 02.30 adalah saat saya bernasar dalam hati di mobil dalam perjalanan bali ke bandara.”

Untuk memenuhi janjinya kepada Tuhan, Achi pun menulis novel islaminya. Novel ini diberi judul Insya Allah Sah dan diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada 2015 lalu. Ketika peluncuran novel ini di Gramedia Central Park yang kebetulan saya hadir di sana, Achi sempat mengucapkan harapannya. “Semoga novel ini bisa difilmkan, ya.”

Cover Novel Insya Allah Sah – Goodreads.com

Kata-kata adalah doa. Kalimat ini sungguh benar adanya dan sudah banyak orang membuktikannya. Achi TM salah satu orang yang akhirnya mendapatkan apa yang ia harapkan. MD Picture tertarik dengan kisah dalam novel Insya Allah Sah dan memutuskan untuk memfilmkannya.

“Prosesnya tidak gampang. Saya sempat panas dingin lho karena saingannya banyak saat seleksi. Novel Insya Allah Sah karya saya ini bukan satu-satunya yang akan difilmkan. Tapi syukurlah, Tuhan mengabulkan doa saya dan memberi kesempatan hingga akhirnya novel inilah yang terpilih untuk difilmkan, kata Achi ketika saya dan Mbak Hermini dari Kelas Blogger berbincang dengan beliau saat acara bukber ini usai.

Kekonyolan Raka aka Panji Bikin Suasana Meet & Greet Makin Meriah

Tidak lama setelah Achi selesai bercerita mengenai perjalanan novel Insya Allah Sah hingga difilmkan oleh MD Picture, muncul satu sosok berbaju kuning cerah dan rambut model bob berponi yang culun banget. Dia memperkenalkan diri sebagai Raka, dengan cara bicaranya yang cadel (akibat gigi palsu) dan logat Sunda-nya yang kental. Belum mulai bercerita saja, karakter Raka yang diperankan oleh Panji Pragiwaksono ini sudah sangat menarik, unik, polos, sedikit aneh, tapi sangat-sangat lucu. Ada saja yang dibicarakannya, yang membuat semua undangan tertawa keras. Bayangin, belum nonton aksinya saja di film sudah membuat orang tertawa, saya jadi tidak bisa membayangkan bagaimana lucunya dia di film Insya Allah Sah yang akan ditayangkan Lebaran 2017 nanti. Oh ya, Raka ini menjadi salah satu tokoh sentral dalam film ini lho, karakter dia yang religius dan sedikit aneh ini hasil perjuangan keras Pandji demi suksesnya film pertamanya ini.

Foto: MD Picture

Donita, pemeran Kiara, yang muncul belakangan dengan gaun putih nan anggun dan cantik sekali, mengatakan kalau proses syuting yang berlangsung selama 3 minggu adalah siksaan luar biasa bagi pemeran lain. Semuanya gara-gara kelakuan Raka.

“Bayangin ya, dia itu curang banget. Saat syuting, Raka membelakangi kamera sedangkan pemeran lain menghadap kamera. Kelakuan dia yang konyol bikin kita setengah mati menahan tawa,” kata Donita sambil tertawa.

Donita juga sempat bercerita betapa ia begitu kagum dengan Richard Kyle, pemeran Dion yang menjadi tunangan Silvi. Kyle yang tidak terlalu pandai berbahasa Indonesia tentu harus latihan dua kali lipat lebih keras dibandingkan pemain lain. Ia tidak mudah menyerah, dan sempat membuat jengkel pemain lain karena terlalu sering mengajak reading, sementara pemain lain mau istirahat.

“Tapi ada satu kejadian yang membuat semua orang di lokasi syuting tertawa terpingkal-pingkal. Meski sudah serius berlatih, Richard Kyle pernah terpeleset lidahnya. Harusnya ia mengatakan, ‘Kamu dipecat’, tapi yang dikatakannya malah ‘Kamu di Ciputat’. Ups… gawat, apa ini jadi spoiler?” cerita Pandji, setelah Donita mengungkit salah satu kisah yang membuat ia juga tertawa terpingkal-pingkal.

Kisah Richard Kyle yang terpeleset lidah ini hanyalah salah satu contoh betapa lucunya film ini. Donita dan Pandji aka Raka kompak mengatakan kalau masih ada banyak sekali adegan lucu dan konyol yang akan menghibur para penonton film Insya Allah Sah. Namun meski film ini bergenre komedi, pesan moral yang diusung film ini sangat kuat. Karakter-karakter pemain film ini juga tidak beda jauh dengan karakter-karakter para tokoh yang ada di novelnya. Achi TM juga ikut menegaskan hal ini.

“Kalian harus nonton film ini ya, dijamin nggak rugi,” kata pembawa acara sebelum menutup acara Meet and Greet sore ini karena waktu berbuka puasa telah tiba.

Sayangnya hingga acara berakhir, bintang utama, yaitu Titi Kamal, berhalangan hadir. Saya tidak bisa membayangkan betapa riuh dan ramainya jika sampai Titi Kamal juga hadir karena di novel, tokoh Silvi diceritakan sebagai perempuan yang ceplas-ceplos dan secara terang-terangan tidak suka dengan Raka. Baginya, Raka itu menyebalkan dan mengganggu hidupnya.

Sejujurnya, saya juga sudah terpesona dengan karakter Raka yang belum apa-apa bolak-balik bikin saya ketawa, padahal saya ini orangnya susah tertawa. Ada banyak film komedi, baik film Indonesia maupun film luar, yang pernah saya tonton dan membuat orang lain tertawa, sedangkan saya masih mikir di mana letak lucunya. Tetapi sore ini, saat melihat Raka dan mendengar cerita mereka mengenai film ini, saya memastikan diri akan menonton film ini karena yakin sekali film Insya Allah Sah ini lucu, menghibur, dan bagus. Pesan moralnya mengenai nasar yang harus ditepati itu mengena banget. Masa sih kita berani mengabaikan janji yang kita ucapkan kepada Tuhan?

Jadi, kalian juga harus nonton film Insya Allah Sah yang disutradarai oleh sutradara terkenal Benni Setiawan yang akan ditayangkan pada Lebaran 2017 nanti, tepatnya tanggal 25 Juni 2017.

Sinopsis Insya Allah Sah

Kenapa sih semesta ini seperti berkonspirasi mengacaukan persiapan pernikahan Silvi? Silvi terjebak dalam lift bersama Raka. Karena panik,

Silvi bernazar akan memakai jilbab kalau bisa keluar dari lift. Masalahnya, bagaimana mungkin ia—desainer sekaligus pemilik Silviana Sexy Boutique yang beromzet miliaran—bisa memenuhi nazar untuk berjilbab? Gila aja, kan?! Tapi, menurut Raka nazar harus dipenuhi, kalau tidak, kesialan beruntun akan terus menimpanya.

Kekacauan urusan pernikahan Silvi ternyata tak kunjung kelar. Ketika Silvi rela mencoba berjilbab demi kelancaran urusan pernikahannya, ia mendapati kenyataan yang mengejutkan. Dion, calon suami Silvi, ternyata tidak suka perempuan berjilbab dan mengancam akan membatalkan pernikahan mereka!

“Saya terima nikahnya Silviana Harini binti Rasyid Mahmud dengan maskawin tersebut dibayar tunai.”
“Sah?”
“Saaaah…!”
Cuma itu yang ingin didengar Silvi.

Apakah yang sebenarnya terjadi dalam hidup Silvi? Mampukah Silvi memenuhi nasarnya? Apa yang dilakukan Raka saat meneror Silvi?
Saksikan film Insya Allah Sah ini pada 25 Juni 2017.

Para Blogger dan Media – MD Picture

Para Pemain

Pandji Pragiwaksono sebagai Raka.
Titi Kamal sebagai Silvi.
Richard Kyle sebagai Dion.
Donita sebagai Kiara.
Ferdy Taher sebagai Tommy.
Joe P Project sebagai Jody.
Budi Dalton sebagai Dony.
Budi Arab sebagai Ipank.
Ira Maya Sopha sebagai Tante Sinta.
Tanta Ginting sebagai polisi sabar ikhlas.
Deddy Mizwar sebagai ayah Silvi.
Prilly Latuconsina sebagai Prilly.
Marcella Zalianty sebagai istri pejabat.
Happy Salma sebagai Anna.
Fitri Tropica sebagai manajer Gedung Wanita.
Lydia Kandou sebagai Ibu Silvi.
Bayu Skak sebagai Anto.
Gary Iskak sebagai waria.
Arie Untung sebagai Andi.
Ardit Erwandha sebagai driver ojek online.
Karina Suwandi sebagai mama Dion.
Alexa Key sebagai Diah.

Kru

Sutradara: Benni Setiawan
Produser: Manoj Punjabi
Penulis naskah: Benni Setiawan
Production: MD Pictures
Penulis novel: Achi TM

 2,975 total views,  2 views today

6 KOMENTAR

  1. Penulis ketemu penulis juga, keren.. Eh filmnya lucu banget nih, harus ikutan nonton perdana nih..

  2. Saya sudah pernah baca novelnya, dan novelnya lucuuu. semoga filmnya bisa sukses juga yaa

    • Tu kan, berarti kita harus beneran nonton ini nanti lebaran ya, Mbak. Intip deh trailernya di Youtube, ini aja udah lucu banget

  3. penasaran lanjutannya…kayaknya sivi jadinya milih raka ya…
    novel difilmkan? mau bangeet, hehe. tapi novelku masih dikit. nulis nulis nulis dulu lah yg banyak…
    smg novel mbak monica juga kelk difilmkan ya…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here