Karakter dalam novel – Saat mulai menulis novel maka karakter dalam novel memegang peranan penting. Mereka akan bergerak “menjalankan cerita”. Maka, persiapan perlu dilakukan dan ini termasuk hal yang cukup sulit bagi saya.

Saya belajar menulis novel ini secara otodidak dan hanya mengandalkan kesenangan akan bacaan berbagai jenis novel. Hingga hari ini, saya belum pernah benar-benar belajar bagaimana menulis novel yang baik.

Suatu hari, saya mendapat kesempatan untuk menjadi peserta workshop menulis novel yang diselenggarakan salah satu penerbit, dan di sinilah saya mulai belajar cara menulis novel yang seharusnya.

Karakter Dalam Novel

Hal pertama yang perlu dilakukan saat menulis novel adalah:

  • Banyak baca novel.
  • Belajar mendeskripsikan segala hal.
  • Belajar plot dan alur cerita.
  • Memperbanyak diksi

Pada awalnya dulu, saya disibukkan dengan keempat hal tersebut. Nah, pada saat saya mulai menuliskan novel pertama, saya lupa satu hal yang penting, yang membuat novel itu hidup yaitu : KARAKTER.

Saya berhasil menyelesaikan novel pertama di akhir tahun 2010. Dengan sedikit ragu, saya meminta suami membacanya. Satu kata yang terucap dari mulut suami saat itu, JELEK!

Saya langsung penasaran dan novel itu pun saya baca ulang. Dari membaca ulang itulah saya tahu bahwa karakter-karakter di dalam novel itu kacau balau.

  • Mana ada karakter berbintang Scorpio ternyata memiliki sifat seorang Libra?
  • Mana ada laki-laki bertato tapi suka boneka?
  • Mana ada manusia yang sangat-sangat sempurna! Ini tidak masuk akal, kan?
  • Karakter yang terlalu klise dan tidak masuk akal.

Kasarnya, penilaian saya ya begitu ya. Ada banyak kejanggalan yang saya rasakan saat membaca ulang dan mempelajari setiap karakter. Kegagalan novel pertama yang disebut Sangat Jelek oleh suami ini membuat saya belajar hal yang penting dalam novel, yaitu pemasangan karakter yang pas untuk setiap tokoh di dalam novel.

Dari pengalaman itu, akhirnya saya mencoba membuat rumusan mengenai pembuatan karakter dalam novel.

Karakter dalam novel
Contoh Tabel Karakter

Tips Membuat Karakter Dalam Novel

1. Karakter Novel Mengambil Karakter-karakter di Sekitar Saya

Mengambil karakter dari orang-orang sekitar saya ternyata memudahkan saya dalam menulis novel hingga karakter-karakternya jadi mirip dengan manusia yang sebenarnya di dunia nyata.

Contohnya :

  • Michael Hwang di novel My Lost Prince adalah karakter adik laki-laki saya yang keras kepala dan suka seenaknya.
  • Dr Jun, dalam novel My Lost Prince, saya mencomot kepribadian suami saya yang tenang.
  • Tokoh Rei di novel Destinee adalah penggambaran dari seorang teman laki-laki saya yang angkuh, dingin, namun memiliki sikap yang melindungi.
  • Ari Wirabuana di Love, Edelweiss and Me benar-benar penggambaran sosok Ari, yang merupakan pacar pertama saya.
  • Kayla, di Love, Edelweiss and Me juga merupakan penggambaran sifat dari seorang teman baik.
  • Tokoh Sasa di Love, Edelweiss and Me dan tokoh Monique di When I Met You, merupakan penggambaran kepribadian beberapa saudara perempuan saya, termasuk sedikit kepribadian saya.

2. Mempelajari Eneagram dan Berbagai Kepribadian Manusia

Mempelajari Eneagram dan berbagai kepribadian manusia membuat saya mengetahui sifat-sifat seorang Sanguinist, Melankolis, Koleris atau Plegmatis. Ada kepribadian yang murni seorang Sanguin. Namun ada juga kepribadian yang merupakan campuran dari Koleris dan Melankolis.

Selain itu, penentuan tanggal lahir si tokoh juga akan membentuk kepribadian tokoh tersebut. Contohnya saja, seseorang yang lahir di bulan Oktober, pastilah seorang Libra, dan sifat-sifat seseorang yang berbintang Libra akan sangat jauh berbeda dengan seseorang yang terlahir sebagai Leo.

3. Menentukan Asal-usul Tokoh, Suku, Budaya, Bahasa, Agama, Pekerjaan, Status atau Tingkat Pendidikan

Indonesia memiliki banyak sekali latar belakang kebudayaan. Kenapa kita tidak memasukkan ini dalam karakter-karakter ciptaan kita. Seorang pemuda bersuku Jawa pasti berbeda pembawaannya dengan seseorang yang terlahir sebagai suku Batak, misalnya. Laki-laki yang lahir di Propinsi Jawa Tengah juga akan memiliki kebiasaan dan cara berbicara yang berbeda dengan laki-laki yang lahir di Jawa Timur.

Anak yang dibesarkan dalam keluarga kaya yang tidak pernah merasakan kekurangan akan memiliki kebiasaan dan sifat yang berbeda dengan anak yang lahir di keluarga yang ekonominya kurang. Sama halnya dengan anak yang lahir di keluarga yang harmonis dengan keluarga yang berantakan juga akan memiliki karakter yang berbeda.

Masih ada banyak lagi sebenarnya yang harus diperhatikan saat membuat karakter setiap tokoh novel yang kita ciptakan agar terlihat manusiawi dan nyata, seperti misalnya:

  • Bentuk fisik baik bentuk tubuh, wajah, telinga, hidung dan lain sebagainya.
  • Cara pandang tokoh tersebut baik cara pandang terhadap dirinya sendiri maupun terhadap lingkungan di sekitarnya.
  • Motivasi si tokoh, misalnya impiannya, ambisinya, atau bahkan keputusasaan yang ada di dalam dirinya itu

Tidak ada manusia yang sempurna. Itu kenyataan di dunia kan? Karena itu buat pula karakter novel kita seperti kenyataannya. Tokoh yang memiliki ketidaksempurnaan dalam kesempurnaannya. Hayo loh, pasti bingung.

Contohnya : kita bisa membuat karakter kita itu sangat tampan, berbodi aduhai, memiliki Ferrari 10 biji, tapi ternyata oon setengah mati. Atau kita bisa buat karakter tokoh yang mungkin dilirik orang pun malas karena wajahnya yang jelek, bentuk hidungnya yang aneh dan lain sebagainya, tapi ternyata ia memiliki hati yang baik, pembawaannya tenang dan ia mampu membuat siapa pun yang berbicara dengannya merasa nyaman. Ya pokoknya yang begitu-begitu deh.

Buat karakter kita itu berkembang. Jangan biarkan karakter stuck di satu titik. Misalnya saja, ia dingin dan cuek awalnya, namun ada kejadian yang membuat orang itu menjadi lebih hangat, lebih perhatian dan lain sebagainya.

Berikut ini caraku menentukan karakter sebelum memulai penulisan:

  • Membuat data penting tiap-tiap karakter dari tanggal lahir, bintang, hobi, sifat, dan lain sebagainya.
  • Menentukan kepribadian : sanguin, melankolis, dll
  • Membuat diagram hubungan misalnya dia berteman dengan siapa saja, nantinya ia akan jadian dengan siapa, atau di bagian mana ia putus dan akhirnya menjalin hubungan dengan siapa.
  • Membuat tabel karakter
Karakter Dalam Novel
Contoh Pembuatan ALur Hubungan Antar Karakter Dalam Novel

Sering orang bertanya, kenapa saya bisa menulis secepat itu, bahkan kadang saya bisa menyelesaikan dua naskah sekaligus dalam waktu yang hampir berbarengan…

Rahasianya:

  • Karakter yang sudah terencana dengan baik.
  • Alur dan plot yang sudah siap.
  • Kerangka karangan (outline) yang sudah mendetail.
  • Dan saya punya daftar diksi, puisi, ungkapan-ungkapan indah yang kurangkum dalam sebuah binder, termasuk lirik lagu, dialog di film, kosakata dalam berbagai bahasa :p

Saya belum menjadi seorang penulis. Saya masih belajar untuk menjadi seorang penulis.
Ini hanya berbagi ya, berdasarkan pengalaman yang biasanya kuterapkan.

Mari belajar bersama.
Dan semoga tulisan tentang Karakter Dalam Novel ini bisa bermanfaat bagi kita semua.

2,351 total views, 4 views today

SHARE
Previous article1 April 2013
Next articleMamma Mia! Single Parents

7 COMMENTS

  1. Hanya berbagi sedikit pengalaman, Mel Ara.
    Semoga bermanfaat yaaaaa… Mohon maaf jika ada salah kata atau ada kurang-kurangnya 🙂

  2. Makasih mbak tipsnya, baru buka blognya sih, mudah"an bisa membantu. Aku juga baru belajar buat novel 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here