Setiap manusia memiliki jumlah waktu yang sama, yaitu 24 jam. Tidak ada yang memiliki kurang maupun lebih dari jumlah waktu itu. Namun mengapa ada orang yang bisa menyelesaikan lebih banyak pekerjaan dibandingkan lainnya? Mungkin ada di antara kita yang beranggapan kemampuan seseorang bisa menyelesaikan lebih banyak pekerjaan berkaitan dengan kepandaian. Ada pula yang beranggapan karena keberuntungan, kesempatan yang lebih baik, koneksi, dan lain sebagainya. Padahal faktanya, ini hanyalah masalah kebiasaan dan bagaimana kita mengatur waktu sehingga dapat menyelesaikan lebih banyak pekerjaan dalam jumlah yang sama. Bahkan beberapa penelitian menyebutkan adanya hubungan antara produktivitas dan kebiasaan mengenakan jam tangan.

Produktivitas dan Faktor-faktor Pendukung

Menurut Herjanto, yang dimuat di laman wikipedia.org, produktivitas merupakan suatu ukuran yang menyatakan kualitas sumber daya demi mencapai hasil optimal. Agar menjadi lebih produktif, ada faktor-faktor pendukungnya, antara lain:

1. Motivasi

Jika kita memiliki motivasi yang kuat untuk mewujudkan impian maka kita akan bekerja lebih baik dan lebih produktif dibandingkan dengan orang yang motivasinya kurang kuat. Motivasi yang kuat akan membuat kita berusaha dengan lebih baik dalam mencari berbagai solusi demi menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Coba lihat ke diri kita sendiri ketika sangat menginginkan sesuatu. Biasanya, kita akan mencari segala cara (yang baik) sampai akhirnya keinginan tersebut tercapai.

2. Keterampilan/Keahlian

Banyak orang yang menghubungkan keterampilan/keahlian dengan pendidikan tinggi. Faktanya, banyak orang yang tak berpendidikan tinggi tetap bisa berkarya dengan lebih produktif. Meski begitu, tetap saja pendidikan dibutuhkan demi dapat memiliki keterampilan/keahlian dan pendidikan yang dimaksud di sini tidak semata-mata hanya bisa didapatkan di bangku sekolah. Dengan kemajuan teknologi informasi dan internet saat ini kita bisa belajar dan mendapatkan pengetahuan dari mana saja. Pengetahuan itulah yang jika dilatih, diterapkan, dan diasah akan menjadikan kita lebih ahli di bidang yang sedang digeluti.

3. Kemampuan Memanajemen Waktu

Hal terpenting berikutnya yang harus dimiliki dan merupakan salah satu faktor pendukung produktivitas adalah kemampuan memanajemen atau mengelola waktu. Jika kita mampu mengatur waktu dan menentukan skala prioritas secara tepat maka akan ada lebih banyak pekerjaan yang bisa kita selesaikan dalam jumlah waktu yang sama.

Adakah Hubungan Antara Produktivitas dan Kebiasaan Mengenakan Jam Tangan?

Manajemen waktu berhubungan kemampuan kita mengatur setiap menit yang kita miliki dan menyesuaikannya dengan keahlian kita dalam menyelesaikan pekerjaan. Untuk tiap-tiap pekerjaan, ada baiknya kita membuat perencanaan mana pekerjaan yang bisa dikerjakan lebih dulu dan penting dan mana pekerjaan yang bisa dikerjakan kemudian.

Nah, agar dapat merencanakan dengan baik, tentu kita butuh penghitung waktu yang kita kenal dengan jam, bisa jam dinding, jam beker, atau jam tangan. Ada banyak jenis dan merek jam yang bisa kita pilih serta kita sesuaikan dengan kebutuhan, misalnya jam tangan Guess yang memiliki jenis dan ragam model. Jika kita tak punya jam, tentu sulit bagi kita untuk menghitung berapa jam pekerjaan A bisa diselesaikan, di jam berapa kita bisa menyelenggarakan pertemuan dengan klien, bahkan untuk merebus telur juga kita butuh jam, yang akan membantu kita menentukan berapa lama telur perlu direbus hingga matang.

Manfaat Mengenakan Jam Tangan

Selain sebagai penghitung waktu, ada banyak manfaat mengenakan jam tangan lho. Berikut beberapa manfaat yang berhasil saya himpun:

  1. Menjadi lebih disiplin dalam memanfaatkan waktu seefektif dan seefisien mungkin.
  2. Meningkatkan kepercayaan diri yang akan memberi pengaruh pada produktivitas kerja.
  3. Terlihat lebih profesional sehingga kerja sama dengan orang lain bisa terlaksana dengan baik (terutama dalam pertemuan-pertemuan bisnis penting).
  4. Mengenakan jam tangan menunjukkan kita sebagai pribadi yang menghargai waktu dan menjadi orang yang lebih tepat janji.

Setelah mengetahui hubungan antara produktivitas dan kebiasaan mengenakan jam tangan, ada baiknya kita mulai mempertimbangkan untuk mengenakan jam tangan. Pilihlah merek dan model yang sesuai dengan karakter dan kepribadian kita sehingga bisa sekaligus menunjang penampilan.

Semoga bermanfaat.

4 COMMENTS

  1. Sejak jam tangan saya hilang di mushola di Yogyakarta saya blm punya jam tangan lagi. Semua waktu beralih ke pengaturan jam di ponsel.
    Semoga bisa dapat jam tangan pengganti secepatnya ah. Biar tahun 2018 nanti bisa lebih gaya #eh lebih totalitas dalam manajemen waktu maksudnya…

  2. HAhaha bener2. Btw saya suka pakai jam tangan sebagai pengingta wkatu tapi saya suka cepetin waktunya mbak haha. 15 menit biasanya. Kebiasaan buruk sih ini, jd permakluman kadang2 “Oh ya waktunya saya cepetin, msh blm telat” 😛
    Tapi, kalau lagi waras saya pakai juga waktu yang kecepeten itu haha :p
    Ini komenku bisa dipahamin gak ya? Khawatir belibet haha

  3. Yeees aku setuju banget. Aku selalu suka pake jam tangan apalagi kalau sedang produktif nulis konten. Biar bisa memanejemen waktu dengan baik.

  4. iya terkesan sepele ya, ternyata di balik jam tangan ada profesional kerja yang berkaitan langsung dengan produktivitas seseorang. Aku biasa pakai jam di kanan kayak cowok hahaha…udah kebiasaan jadi kalau dikiri rasanya kaku and aneh. Hahaha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here