Event

Program Bedah Rumah Domus Gagasan Ahok Resmi Ditutup

Sekitar pertengahan bulan September 2017 lalu, saya mendapat pesan dari Mbak Kiki Handriyani yang mengajak saya ikut menghadiri acara Program Bedah Rumah Domus dan Pak Djarot, Gubernur DKI, juga akan datang. Saya langsung setuju dong, secara saya penggemar berat Pak Djarot (dan Pak Ahok sih sebenarnya... hehehe). Saya lalu diberitahu mengenai tanggal, jam, dan tempatnya. Saat tahu tempatnya di Cilincing dan harus sudah berada di lokasi pukul 07.30 wib, saya sempat ragu untuk pergi. Jauh banget lho itu Cilincing dari tempat tinggal saya di Bintaro. Tapi karena pengin banget ketemu Pak Djarot, akhirnya saya memantapkan hati untuk tetap pergi.

Menembus Hujan Deras di Pagi Buta Menuju Cilincing

Tanggal 28 September 2017, sekitar setengah lima pagi, kami sudah meninggalkan rumah. Baru saja melintasi kampus STAN, hujan deras tiba-tiba mengguyur. Sempat menyelinap keinginan untuk putar balik saja. Tidak terbayang rasanya menembus hujan sederas itu dan masih harus menempuh perjalanan jauh.

Ojek pribadi seumur hidup saya bilang, "Kalau kita putar balik, berarti kamu udah bikin banyak orang kecewa. Mbak Kiki sudah pasti yang paling kecewa, lalu teman lain yang harusnya bisa ikut, namun tak bisa ikut karena kamu yang terpilih, dan yang terakhir, kamu sendiri juga bakal kecewa karena sudah lama kamu ingin pergi ke acara ini."

"Tapi kita bakal basah sampai di acara, apalagi cuma pakai jas hujan batman begini. Ini aja bagian celana panjang saya udah basah kuyup sampai batas paha," protes saya, masih keras kepala.

"Kita tetap pergi karena kita udah janji mau pergi. Gimana pun janji itu utang, Cha."

Wah, ini... kalau saya tetap keras kepala dan memaksa pulang, sampai rumah nanti saya bakal dinasihati panjang lebar mengenai janji adalah utang, kepercayaan yang ternoda, tidak bertanggung jawab, dan sebagainya. Jadilah perjalanan tetap dilanjutkan. Jalanan cukup lengang pagi itu, mungkin karena hujan jadi banyak orang yang malas keluar rumah. Karena jalan lengang itu pula, kami memasuki daerah Kemayoran kepagian, dan jadi punya waktu untuk mampir sarapan dulu.

Ketan Susu Kemayoran. Foto: travelizt.com

Kami pun menelepon Mr. Jomblo yang rumahnya di Kemayoran dan juga ikut rencana pagi ini. Mr. Jomblo setuju untuk sarapan, kemudian berangkat bareng. Ketan Susu Kemayoran jadi pilihan sarapan kali ini. Tempat makan sederhana, tapi ramainya luar biasa, bahkan di waktu sepagi ini. Memang sih, ketan susunya bikin kanget. Selain itu, saya butuh teh manis hangat untuk meredakan gigil. Separuh tubuh saya benar-benar basah kuyup.

Seusai sarapan, kami bertiga melanjutkan perjalanan dengan dua motor melaju beriringan. Hujan yang tadi sempat reda menjadi gerimis saat kami sarapan, mulai deras lagi. Tapi udah tanggung kalau putar balik, kan? Jadi lanjut sajalah.

Sepanjang perjalanan menuju lokasi, ada banyak sekali rumah-rumah yang berada dalam kondisi berhimpitan dan dalam bentuk yang masih tampak kurang layak huni. Memang faktanya, masih banyak warga Jakarta yang kurang beruntung sehingga belum mampu menempati rumah yang layak dengan lingkungan yang baik. Mereka hidup berdesakan dalam rumah yang kondisi fisik rumahnya saja sudah sangat buruk, dinding-dinding tak lagi kokoh, atap rusak yang menyebabkan bocor saat musim hujan. Kondisi ini diperparah dengan sanitasi dan sirkulasi udara yang buruk. Akibatnya, wajar saja jika warga yang tinggal di rumah-rumah seperti ini memiliki kesehatan yang buruk pula, yang akhirnya memberi dampak besar pada kondisi mental sekaligus menjadi penyebab terhambatnya tumbuh kembang anak.

Program Bedah Rumah Domus

Kami tiba di lokasi acara Program Bedah Rumah Domus sekitar pukul 8. Setelah melakukan registrasi, kami duduk bersama teman-teman dari BloMil (Blogger Mungil), dan mulai menyiapkan materi untuk posting di media sosial. Sekitar pukul 9, rombongan Pak Djarot datang. Segenap pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Manajemen Tatalogam Lestari tampak hadir dan berbaur dengan warga dan para undangan, termasuk media dan blogger.

Ketika memberi sambutan, Pak Husein Murad, Walikota Jakarta Utara, mengatakan bahwa program bedah rumah Domus ini telah dimulai bulan 17 April 2017 dan baru akan berakhir pada bulan Desember 2017, namun ternyata program ini berhasil diselesaikan pada 28 Desember 2017. Dengan kata lain, program ini sukses besar karena berhasil diselesaikan dalam waktu 5 bulan saja. Keberhasilan program kerja sama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan PT Tatalogam Lestari ini juga berkat dukungan beberapa pihak swasta, seperti PT Palm Mas Asri, PT. Cemindo Gemilang, dan PT. Avia Avian. Selain itu juga karena kerja keras Pasukan Pelangi yang bekerja sama dengan tenaga PPSU DKI Jakarta Utara dan telah mendapatkan pelatihan pertukangan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras hingga program bedah rumah Domus terlaksana dengan baik dan berhasil diselesaikan dalam waktu yang sama sekali di luar dugaan, yaitu 5 bulan, dan mampu menyelesaikan 67 rumah yang dihuni 377 jiwa. Terima kasih juga untuk 169 personal yang telah bekerja keras di lapangan dalam menyelesaikan pembangunan rumah-rumah yang masuk dalam program bedah rumah ini."

- Husein Murad, Walikota Jakarta Utara -

Ternyata Program Bedah Rumah Ini Gagasan Ahok

Pak Djarot Saiful Hidayat juga memberi sambutan. Dalam sambutannya tersebut, Pak Djarot mengatakan bahwa terselenggaranya program bedah rumah ini berawal dari kepedulian pemerintah DKI Jakarta terhadap masyarakat kurang mampu yang masih membutuhkan tempat tinggal dan lingkungan yang baik demi meningkatkan kualitas hidup. Itu sebabnya, pemerintah bekerja sama dengan beberapa pihak swasta yang peduli, bersama-sama memperbaiki kondisi rumah-rumah yang tak layak huni tadi, hingga menjadi hunian yang layak untuk ditinggali.

Foto: Eka Murti

Kedepannya, program yang dilaksanakan di kelurahan  Cilincing – Jakarta Utara ini diharapkan menjadi contoh atau pionir bagi daerah-daerah lain di Jakarta dan lebih luas lagi diterapkan di seluruh Indonesia, sehingga masyarakat dapat memiliki rumah layak, lingkungan yang sehat, dan kehidupan yang lebih sejahtera.

Bagian yang paling membuat saya terharu dari sambutan yang diberikan oleh Pak Djarot adalah saat beliau menyebut nama Pak Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Menurut Pak Djarot, gagasan mengenai program bedah rumah bagi warga yang belum memiliki hunian yang layak berasal dari Pak Ahok. Bahkan jika Pak Ahok masih memimpin, mungkin ada lebih banyak lagi program pembangunan yang bisa diwujudkan demi mencapai kehidupan yang layak dan lebih baik bagi semua orang.

"Untuk warga Cilincing, ada salam dari Pak Ahok. Beliau yang memberikan ide ini agar melakukan bedah rumah. Saya dan Pak Ahok berpikir bagaimana caranya melakukan revitalisasi lingkungan yang kumuh di Jakarta, salah satunya Cilincing ini, agar menjadi lingkungan yang lebih baik dan layak huni. Akhirnya tercetuslah ide membangun rumah dengan prinsip gotong royong. Semua ini bisa terwujus berkat kerja sama pemerinta dan pihak swasta, yaitu donatur yang membantu sehingga rumah layak huni ini terwujud," kata Pak Djarot. "Kenapa saya menyebutkan nama Pak Ahok tadi, karena bagaimana pun perbuatan baik seseorang tidak boleh begitu saja dilupakan," lanjutnya lagi. Dan kalimat terakhir Pak Djarot ini disetujui seluruh warga dan undangan yang hadir.

Warga yang mendapatkan bantuan bedah rumah ini ternyata juga mendapatkan fasilitas lain lho. Masih kata Pak Djarot, semua warga yang terdaftar dalam program bedah rumah akan mendapatkan bantuan sosial dari Pemprov DKI dalam bentuk Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan BPJS, yaitu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak.

Foto: Kiki Handriyani

Pak Djarot kemudian memberikan kunci rumah secara simbolis kepada perwakilan warga penerima bantuan bedah rumah. Selanjutnya, bersama rombongan, Gubernur DKI Jakarta ini, diikuti awak media dan para Blogger, meninjau langsung rumah-rumah yang telah selesai dibangun. Dengan penyerahan kunci ini, Pak Djarot pun menutup secara resmi program ini.

Teknologi Domus yang Membuat Program Bedah Rumah Lebih Cepat Selesai

Nah, ini bagian yang paling penting. PT. Tatalogam Lestari berperan banyak sehingga program bedah rumah bisa cepat selesai, bahkan 3 bulan lebih cepat dari rencana semula. PT. Tatalogam Lestari menggagas teknologi Domus yang menggunakan rangka baja ringan sebagai bahan utama sehingga proses pembangunan menjadi cepat dan mudah. Dengan menggunakan teknologi Domus, satu unit rumah bisa diselesaikan hanya dalam waktu 6-8 hari saja. Selain itu, sistem Domus membuat proyek besah rumah dapat terukur dalam segi biaya, bahan baku, dan waktu, yang akhirnya dapat meminimalkan pemborosan biaya yang timbul dari salah penanganan maupun pemborosan lainnya. Selain memberikan sumbangan material serta pemasangan baja ringan kolom “PRAKTIS”, rangka atap baja ringan TASO, dan genteng metal SAKURA ROOF, PT. Tatalogam Lestari juga memberikan pelatihan bagi tenaga pemasang struktur bangunan bedah rumah.
.

Foto: tatalogam.com

Keunggulan Teknologi Domus

  • Kuat dan hemat.
  • Bisa untuk pembangunan di lahan sempit.
  • Dapat dibangun di daerah yang aksesnya susah karena pengerjaannya telah dipersiapkan lebih dulu di pabrik sehingga tidak membutuhkan lahan luas dalam proses pembangunan.
  • Dapat diaplikasikan untuk rumah dengan kontur tanah rawa.
  • Domus bersifat ringan sehingga dapat dibangun di atas panggung.
  • Tahan terhadap serangan lumut dan jamur.
  • Tahan karat dan tidak gampang pecah.
  • Tahan terhadap benturan dan beban.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *