Cover cetakan ke-2
 
Judul : The Truth About Forever
Penulis : Orizuka
Penerbit : Gagas Media
Tahun : Cetakan kedua – 2013
ISBN : 979-780-624-3
Tebal : 304 hal
 
 
Kebencian Membuatmu Kesepian
Seberapa berharga sih satu detik itu? Tik
Sebentar saja ia langsung berlalu. Tik
Satu detik pergi lagi. Tak ada harganya.
Tapi tunggu sampai kau sadar waktumu hampir habis. Tik. Kau ingat selama ini jarang beramal. Tik. Kau teringat mimpi-mimpi yang nggak sempat kau wujudkan. Tik. Kau sadar nggak cukup menyayangi keluarga dan teman-temanmu.
Tik. Tik. Tik. Kau panik, takut menyia-nyiakan lebih banyak waktu lagi.
Yogas merasa demikian ketika divonis nggak berumur panjang. Tapi bukannya memanfaatkan waktu yang tersisa sebaik-baiknya, dia malah diam-diam pergi ke Yogyakarta. Kedatangannya ke sana nggak lain untuk balas dendam kepada orang yang dianggapnya bertanggung jawab atas semua ini. Bahkan kalau perlu, mati bersama.
Saat itulah cinta datang. Memberi pengharapan, membuatnya merasakan setitik kebahagiaan di dalam kelam hidupnya. Dan sekarang, keputusan itu ada di tangan Yogas. Karena cinta dan benci nggak akan pernah akur.
Jadi, Yogas …, pilih yang mana? Sementara kamu berpikir …. Tik.
***
Nantikan review-ku tentang buku yang satu ini ya. Yang pasti buku yang sudah diterbitkan di tahun 2008 ini kembali dicetak ulang di tahun 2013. Pasti ada yang istimewa di dalam buku ini.
***

Review yang agak terlambat ini akhirnya berhasil kuposting ya di tanggal 30 Juli 2013.

Kisah di novel The Truth About Forever karya Orizuka dimulai dengan kisah perjalanan Yogas di atas kereta tujuan Jakarta – Yogya. Sepanjang perjalanan itu, Yogas dihantui dengan mimpi buruk yang sudah menghantuinya selama beberapa tahun terakhir.

Perjalan berakhir. Yogas mencari rumah kost dan menemukan rumah kost reyot berlantai dua yang nyaris rubuh dan ibu kost yang berbicara seperti Tarzan perempuan yang berteriak-teriak. Yogas masuk ke kost reyot itu malam itu juga dan mendapati ia bersebelahan kamar dengan seorang perempuan bernama Kana, keponakan ibu kost.

Cerita pun bergulir, bagaimana pertemuan Kana dan Yogas di depan pintu kamar, kehebohan Kana sebagai calon penulis serta rahasia besar yang disimpan Yogas hingga ia memutuskan datang ke kota ini dan menuntaskan dendam yang sudah disimpannya selama bertahun-tahun.

Bab awal dari novel ini benar-benar membuat penasaran. Orizuka sama sekali tidak memberikan clue kenapa Yogas datang ke Yogya. Aku sebagai pembaca hanya tahu kalau Yogas dendam pada seseorang. Ketika adegan Yogas menerima telpon dari ibunya, aku sempat berpikir kalau Yogas dendam pada ayahnya. Tapi dugaan itu perlahan buram.

Kana yang berisik dan suka ikut campur urusan Yogas seringkali membuat Yogas terganggu. Tapi perlahan, perhatian yang diberikan Kana malah menyelinap masuk dalam hati Yogas tanpa diundang. Berkali-kali Yogas menegaskan dirinya kalau ia tidak membutuhkan orang lain. Ia tidak boleh dekat dengan orang lain. Namun berkali-kali juga Yogas menjadi begitu sedih setiap ia berusaha menyakiti hati Kana dan berusaha membuat Kana menjauhinya.

Kenyataannya, Kana tidak pernah menjauhinya. Bahkan ketika Kana berhasil mengetahui rahasia besar yang disimpan Yogas, Kana tidak menarik diri. Kana tetap mendampingi Yogas. Kana sama sekali tidak takut dan tidak peduli dengan keadaan Yogas yang membuat semua orang menjauhinya.

Ciri khas Orizuka, selalu menyembunyikan inti cerita secara manis dan memancing rasa penasaran di setiap pergantian bab. Clue yang diberikan Orizuka berada di bagian-bagian yang tak terduga dan memaksa pembaca untuk terus membalik halaman demi halaman sampai akhirnya tiba di halaman terakhir.

Point utama novel ini :

  • Dendam tidak akan membuat hidup lebih baik
  • Pengasingan hanya membuat orang yang seharusnya menerima uluran tangan dan dukungan menjadi menyimpan rasa sakit yang mendalam
  • Seorang anak membutuhkan dukungan orang tuanya, apa pun kondisi yg sedang dihadapi anak.
  • Cinta yang tulus, tidak menuntut balas. Asalkan bisa menghabiskan waktu bersama, itu sudah lebih dari cukup – Ditunjukkan di adegan Kana yang tetap ingin bersama Yogas, meski risiko yang dihadapi Kana sangat besar. Karena pada akhirnya, Kana akan sakit hati
Oh iya, bagian ending dari novel ini sangat mengejutkan loh. Benar-benar tidak disangka dan mampu membuat aku yang jarang tersentuh adegan melow menjadi menangis. Bayangin aja, Kana dan Yogas akhirnya berhasil mencapai mimpi mereka. Nyatanya… apa yang terjadi berikutnya benar-benar tidak pernah terbayangkan dan terpikirkan oleh siapa pun.
Dua jempol untuk Orizuka dengan gaya penceritaannya yang selalu keren.
Novel ini RECOMMENDED BANGET pokoknya.

1,200 total views, 2 views today

SHARE
Previous articleKado Untuk Blogger
Next articleProlog When I Met You

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here