Kesehatan

Upaya Meningkatkan dan Memperpanjang Usia Pasien Gagal Jantung

Penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) merupakan salah satu masalah kesehatan utama di negara berkembang maupun negara maju. Penyakit kardiovaskuler yang menjadi penyebab utama terjadinya kematian adalah stroke dan penyakit jantung.

(Dari kiri ke kanan): Prof. Bambang Budi Siswanto, MD, FIHA, FAsCC, FAPSC, FACC, - Professor in Cardiovascular Medicine; Prof. Sim Kheng Leng David - Senior Consultant of Director Heart Failure Programme in Department of Cardiology, National Heart Centre Singapore; Dr. Lily Sriwahyuni Sulistyowati, MM, - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; dan Milan Paleja - General Manager Pharma, President Director, Novartis Group Indonesia ketika berdiskusi dengan media untuk membahas penyakit gagal jantung.

Berdasarkan data yang telah dihimpun World Health Organization (WHO) tahun 2012, ada 17,5 juta orang di dunia yang meninggal akibat penyakit kardiovaskuler (penyakit jantung koroner dan stroke) atau sekitar 31 persen dari 56,5 juta kematian yang terjadi di seluruh dunia, dan 3/4 kematian tersebut terjadi di negara berkembang yang masyarakatnya berpenghasilan menengah ke bawah. Dan kurangnya informasi mengenai penyakit inilah yang membuat angka kematian akibat penyakit kardiovaskuler terus meningkat dari tahun ke tahun.

Demi menyebarkan informasi yang benar berkaitan dengan penyakit kardiovaskuler, terutama yang berhubungan dengan penyakit jantung, Novartis Indonesia mengadakan media gathering dengan mengundang para awak media dan blogger di Hotel Borobudur Jakarta, pada 29 Juli 2017 lalu.

Kesalahpahaman Seputar Gagal Jantung.

Masih banyak di antara kita yang ternyata belum benar-benar paham mengenai penyakit gagal jantung sehingga penanganan dan pencegahannya seringkali terlambat dan pasien yang terkena penyakit ini sudah dalam keadaan kritis baru dibawa dan dirawat ke rumah sakit. Hal inilah yang menyebabkan banyak pasien yang akhirnya tidak lagi bisa melanjutkan hidupnya. Padahal faktanya, kalau kita memiliki pemahaman yang baik mengenai penyakit ini, kita bisa melakukan upaya pencegahan sedini mungkin, baik bagi diri kita sendiri maupun bagi orang-orang yang ada di sekitar kita.

Gagal jantung adalah kondisi kesehatan serius ketika jantung tidak dapat memompa darah yang cukup ke seluruh tubuh. Akibat melemahnya otot-otot jantung dari waktu ke waktu, darah yang ada di dalam tubuh tidak dapat mengantarkan cukup oksigen dan makanan ke seluruh jaringan dan organ-organ tubuh agar dapat bekerja dengan normal. Dampak dari hal ini tentu saja tubuh mudah lelah serta tidak dapat membersihkan dirinya sendiri dari berbagai 'limbah' maupun racun yang ada di dalam tubuh dengan benar, yang jika tidak segera ditangani akan menyebabkan penumpukan cairan di paru-paru dan di bagian tubuh lainnya, seperti di kaki dan perut. Meski disebut sebagai gagal jantung bukan berarti jantung berhenti bekerja, melainkan jantung mengalami kesulitan untuk bekerja demi memenuhi kebutuhan tubuh akan oksigen, terutama saat melakukan aktivitas fisik.

"Penyakit gagal jantung tidak dapat disembuhkan. Oleh sebab itu, sangat penting bagi masyarakat memahami penyakit ini dan mengetahui gejala-gejalanya agar pengidap gagal jantung dapat memiliki kehidupan yang lebih aktif dan panjang," kata Prof. Dr. Bambang Budi Siswanto dari Rumah Sakit Pusat Jantung Harapan Kita.

Prof. Bambang Budi Siswanto, MD, FIHA, FAsCC, FAPSC, FACC, - Professor in Cardiovascular Medicine ketika memberikan penjelasan mengenai penyakit gagal jantung.

Penyebab Penyakit Gagal Jantung

Penyakit gagal jantung bisa terjadi pada siapa pun, di usia berapa pun, namun seiring bertambahnya usia maka resiko terkena penyakit ini menjadi semakin besar. Dari data yang ada, sekitar satu persen dialami oleh orang berusia di bawah 65 tahun. Risiko ini mengalami peningkatan kurang lebih 7 persen pada orang berusia 75-84 tahun, dan mencapai 15 persen pada orang yang berusia lebih dari 85 tahun. Umumnya, penderita gagal jantung adalah pria dan sepanjang 2014-2015, penyakit gagal jantung tidak lagi dialami pasien berusia di atas 65 tahun, namun sudah dialami pula oleh orang-orang berusia produktif antara umur 45 hingga 60 tahun.

Dibandingkan dengan negara Barat, gagal jantung pada pasien di negara Asia Tenggara terjadi pada usia yang lebih muda dan ditandai dengan kondisi klinis yang lebih parah. Studi juga menunjukkan bahwa kualitas hidup pasien gagal jantung lebih buruk dibandingkan kondisi kronis lainnya. Ini sudah tentu akan mengganggu pasien, bahkan untuk melakukan aktivitas sehari-hari yang paling sederhana sekali pun.

Prof. Sim Kheng Leng David - Senior Consultant of Director Heart Failure Programme in Department of Cardiology, National Heart Centre Singapore ketika memberikan penjelasan mengenai penyakit gagal jantung.

Gagal jantung merupakan stadium paling akhir dari semua kelainan/penyakit jantung. Berbagai penyakit kardiovaskuler, seperti penyakit jantung bawaan, penyakit katup, penyakit jantung koroner, dan hipertensi, semuanya berujung pada gagal jantung. Banyak kondisi yang merupakan faktor risiko penyakit karviovaskuler. Faktor-faktor tersebut tidak jarang didapatkan bersamaan pada seseorang sehingga risiko untuk menderita penyakit kardiovaskuler menjadi semakin tinggi. Faktor tersebut, antara lain: hipertensi, diabetes mellitus, dislipidemia (gangguan metabolisme lemak), kurang aktivitas fisik, obesitas, asam urat, dan merokok.

Tipe-tipe Penyakit Gagal Jantung

Gagal Jantung Akut

Gagal jantung akut terjadi secara tiba-tiba dan kemungkinan bisa diikuti dengan serangan jantung. Penyakit ini menyebabkan kerusakan pada area jantung akibat kurangnya kemampuan tubuh untuk mengimbangi gagal jantung kronis. Penyakit ini bisa berlangsung dalam waktu singkat dan dapat membaik dengan cepat pula asalkan mendapatkan pengobatan dan perawatan yang tepat.

Gagal Jantung Kronis

Gejala muncul perlahan dan secara bertahap memburuk. Gejalanya, sesak napas, kemudian memburuk dalam waktu yang sangat singkat.

Gagal Jantung Sisi Kiri

Gagal jantung sisi kiri ini sebenarnya masih masuk dalam tipe gagal jantung kronis, namun hanya menyerang jantung bagian kiri. Kondisi jantung yang lemah, sementara harus terus memompa darah ke seluruh tubuh, menyebabkan jantung sisi kiri bekerja lebih keras dari biasanya.

Ada dua jenis gagal jantung sisi kiri:

  • Kegagalan sistolik: ruang kiri jantung tidak memiliki kekuatan untuk mengedarkan darah ke seluruh tubuh.
  • Gagal diastolik: ruang kiri jantung gagal untuk beristirahat dengan normal karena otot menjadi kaku dan terganggu.
Gagal Jantung Sisi Kanan

Sama seperti gagal jantung sisi kiri, gagal jantung sisi kanan juga masih termasuk dalam gagal jantung kronis. Pada penyakit ini, ruang pemompaan atau ventrikel kanan yang memompa darah ke paru-paru mengalami gangguan. Hal ini terjadi bisa disebabkan cedera otot, seperti serangan jantung yang lokasinya berada di ventrikel kanan, kerusakan pada katup di sisi kanan jantung, atau tekanan tinggi di paru-paru.

Gagal Jantung Biventrikular

Gagal jantung yang satu ini biasanya menyerang kedua sisi jantung.

Bisakah Penyakit Gagal Jantung Disembuhkan?

Pengobatan gagal jantung tergantung pada jenis dan tingkat keparahan kondisi pasien. Untuk itulah pemeriksaan perlu dilakukan dan perlu pula melalui tahap pengobatan yang meliputi:

  • Mengobati penyebab mendasar, seperti penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi atau diabetes.
  • Mengurangi gejala.
  • Menghentikan gagal jantung semakin memburuk dan menghindari rawat inap di rumah sakit yang biasanya menghabiskan biaya cukup mahal.
  • Meningkatkan umur dan meningaktkan kualitas hidup pasien.
Milan Paleja - General Manager Pharma, President Director, Novartis Group Indonesia ketika memberikan penjelasan mengenai dukungan Novartis indonesia untuk kemajuan kesehatan Indonesia.

Novartis Indonesia, penyedia solusi layanan kesehatan bagi pasien, melakukan inovasi demi meningkatkan dan memperpanjang kehidupan pasien di Indonesia dengan menghadirkan pengobatan gagal jantung baru LCZ696. Hal ini perlu dilakukan karena Indonesia dan banyak negara lain di Asia Tenggara terbukti memiliki risiko tinggi untuk terkena gagal jantung.

"Demi mengurangi memburuknya kondisi pasien gagal jantung, Novartis menghadirkan pengobatan gagal jantung baru LCZ696 yang nama molekul sacubitril valsartan sodium hydrate di kelas perawatan ARNI (Angiotensin Receptor-Neprilysin inhibitor) di Indonesia, sejak pertama kali diluncurkan di Eropa dan Amerika Serikat 18 bulan lalu. Komitmen kami tetap teguh di semua negara di mana kami beroperasi. Kami selalu siap untuk mendukung pemerintah Indonesia dan bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan untuk membantu pasien Indonesia yang menderita penyakit kardio-metaboli, seperti diabetes, hipertensi dan gagal jantung, baik melalui JKN maupun pasar komersial. Dengan ini kami juga berharap dapat membantu meringankan beban sosial maupun ekonomi sebagai akibat dari penyakit ini," ujar Presiden Direktur Novartis Indonesia, Milan Paleja.

Sosialisasi Germas

Sesuai dengan Instruksi Presiden nomor 1 tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), diharapkan seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan, dan kemampuan sendiri berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup, meningkatkan produktivitas, sehingga akan dapat menurunkan biaya pelayanan kesehatan. Tahun 2017, Germas difokuskan pada 3 kegiatan, yaitu:

  • Peningkatan aktivitas fisik.
  • Peningkatan konsumsi buah dan sayur.
  • Deteksi dini / pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Dr. Lily Sriwahyuni Sulistyowati, MM, - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ketika memberikan penjelasan mengenai kondisi penyakit gagal jantung di Indonesia.

Di saat yang sama, Kementerian Kesehatan Indonesia juga telah melakukan berbagai upaya pencegahan dan pengendalian Penyakit Jantung dan pembuluh darah. Hal ini dikatakan oleh Dr. Lily Sriwahyuni Sulistyowati yang menjabat sebagai Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Upaya-upaya tersebut meliputi:

  1. Upaya promotif dengan perilaku CERDIK.
  2. Upaya preventif dengan self awareness, melalui pengukuran tekanan darah dan pemeriksaan kolesterol secara rutin atau minimal satu kali dalam satu tahun di Pobindu PTM/Fasilitas Pelayanan Kesehatan.
  3. Upaya kuratif dengan penguatan pelayanan kesehatan.
  4. Rehabilitatif.

Apa Itu CERDIK?

C: Cek kesehatan secara berkala.
E: Enyahkan asap rokok.
R: Rajin beraktivitas fisik.
D: Diet yang sehat dan seimbang.
I: Istirahat yang cukup.
K: Kelola stres.

Catatan Penulis:

Terima kasih banyak saya ucapkan pada Bu Yuli (Julayjo) dan teman-teman Komunitas Blogger yang telah memberi kesempatan pada saya untuk hadir di acara yang diselenggarakan di Hotel Borobudur Jakarta, 29 Juli 2017. 

2 thoughts on “Upaya Meningkatkan dan Memperpanjang Usia Pasien Gagal Jantung

  1. Wah. Bagus banget acaranya ya kak. Kebanyakan sekarang pasien datang sudah dengan manifestasi gagal jantung dan intervensi tenaga medis tentu juga semakin terbatas. Semoga dengan acara ini, metode CERDIK dari menkes bisa tersebar ke masyarakat ya ka 🙂

    1. Iya, emang bagus banget acaranya dan bersyukur bisa mendapat undangan untuk datang ke acara ini ya. Aamiin. Setuju banget. Metode CERDIK perlu terus disosialisasikan ke masyarakat ya biar semua orang bisa hidup lebih sehat dan terhindar dari berbagai penyakit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *