Bisnis makanan, mulai dari kue basah, kue kering, maupun makanan jadi, selalu memiliki peluang dan pasar yang besar, terutama mendekati hari besar Idul Fitri, Natal, dan Tahun Baru. Permintaan akan produk makanan beragam jenis meningkat sementara tidak semua pebisnis makanan bisa memenuhi semua permintaan tersebut. Jadi, bagaimana caranya agar bisa sukses memulai bisnis makanan?

5 Tips Sukses Memulai Bisnis Makanan

Banyak yang mengatakan kalau menjalankan bisnis makanan itu gampang-gampang susah. Ini benar. Susah kalau kita tidak tahu tipsnya, tapi akan menjadi gampang kalau kita tahu apa saja yang perlu dilakukan agar konsumen terpikat dengan produk makanan yang kita jual bahkan melakukan pembelian ulang di masa mendatang. Nah, mari kita bahas satu persatu tips yang perlu dilakukan dalam berbisnis makanan.

1. Produksi Sendiri atau Reseller

Memulai bisnis makanan ada 2 cara, yaitu dengan memproduksi sendiri atau menjadi reseller. Memproduksi makanan sendiri berarti memberi kita kebebasan untuk berkresi dan menciptakan berbagai jenis makanan yang lebih beragam dan bisa jadi berbeda dengan yang sudah ada di pasaran.

Memproduksi produk makanan sendiri juga memungkinkan kita untuk memilih bahan-bahan terbaik dan cara pengolahan yang tepat demi menghasilkan produk berkualitas. Kualitas makanan akan menentukan apakah konsumen akan membeli lagi atau tidak di masa mendatang.

Jika pilihan kita untuk memulai bisnis makanan adalah menjadi reseller, pastikan produsen makanan yang kita pilih adalah produsen yang mengutamakan kualitas, baik dari segi cita rasa maupun tampilan. Sekali lagi, kualitas produk makanan menjadi penentu kesuksesan bisnis makanan yang kita jalankan. Bisnis makanan secara reseller biasanya lebih banyak untuk produk kue, sementara untuk makanan jadi (katering) jarang yang menggunakan sistem ini.

2. Lokasi Usaha dan Target Konsumen

Setelah tahu sistem bisnis yang dijalankan maka selanjutnya pertimbangkan pula mengenai lokasi usaha dan target konsumen. Jika lokasi usahanya dekat dengan keramaian, misalnya pasar, pusat perbelanjaan, sekolah, atau kampus, maka ini adalah lokasi yang strategis. Target konsumen pun bisa langsung disesuaikan dengan menu makanan yang hendak dijual.

Sedangkan kalau lokasi usaha kebetulan tidak berada dekat dengan keramaian maka pertimbangkan cara lain untuk “jemput bola”. Artinya, kita tak bisa hanya menunggu konsumen datang melainkan kitalah yang menjangkau konsumen dengan cara promosi yang tepat.

3. Produk Memiliki Ciri Khas

Agar bisa bersaing di pasar dan mendapatkan konsumen maka produk makanan yang kita jual harus memiliki ciri khas yang membedakannya dengan produk lain. Misalnya untuk produk makanan jadi bisa disebutkan tanpa penyedap, menggunakan bahan-bahan alami dan segar, tanpa pengawet, dan sebagainya.

Untuk kue, kita bisa menyebutkan bahan pembedanya seperti menggunakan mentega tertentu, diolah dengan cara khusus, tanpa pengawet dan pemanis buatan, dan sebagainya. Ciri khas inilah yang nantinya bisa membuat konsumen menjadi pelanggan tetap produk kita, asalkan kita terus menjaga kualitas produk dengan sebaik mungkin.

Bisnis Makanan
Contoh Kemasan Makanan

4. Kemasan

Kemasan makanan memegang peranan penting dalam bisnis makanan karena kemasan yang menarik tentu saja akan menarik minat konsumen. Ada beberapa syarat dalam memilih kemasan, antara lain:

  • Kemasan terlihat menarik dan sesuai dengan isi produk.
  • Pada kemasan terdapat nama usaha sebagai identitas/brand produk dan menjadi upaya meningkatkan branding usaha.
  • Kemasan akan membuat tampilan produk kita lebih mudah dikenali sehingga ketika konsumen ingin membeli lagi, ia bisa langsung tahu mana produk kita.
  • Pemilihan kemasan yang tepat akan meningkatkan kualitas produk sekaligus kepercayaan konsumen untuk membeli produk kita.

Demi mendapatkan kemasan yang tepat untuk produk kita, maka tentukan desain kemasan terlebih dahulu, atau bisa juga berdiskusi dengan orang yang tahu bagaimana membuat desain yang bagus untuk suatu produk. Setelahnya barulah memesan kemasan ke percetakan, misalnya pesan kemasan makanan di Uprint.

5. Promosi

Jika bisnis dijalankan di lokasi yang strategis maka upaya promosi tidak terlalu berat karena orang yang lalu lalang pastilah akan tertarik begitu mereka tahu ada usaha yang baru buka, asalkan di depan tempat usaha dipasang spanduk atau banner.

Sementara jika lokasi usaha berada jauh dari keramaian, Anda bisa menggunakan media sosial untuk berpromosi. Buatlah konten menarik berkaitan dengan produk Anda demi memikat rasa penasaran calon konsumen sehingga mereka mencari tahu bahkan melakukan pembelian.

Kemudahan Mencetak Kemasan Makanan di Uprint

Kemasan makanan untuk Bisnis Makanan
Mengapa Harus Mencetak Kemasan Makanan di Uprint

Tadi pada poin 4 saya sudah menyebutkan sedikit mengenai mencetak kemasan makanan di Uprint. Mengapa harus Uprint? Jadi, Uprint adalah percetakan yang bisa memenuhi semua kebutuhan kita akan bahan cetakan, mulai dari buku, stationeries, cetak kartu nama, souvenir, dan sebagainya, termasuk cetak kemasan makanan. Bisa dibilang Uprint ini one stop shopping khusus cetakan deh.

Karena saya pernah punya pengalaman cetak kartu nama di Uprint maka saya bisa rekomendasikan kalau layanan di Uprint ini bagus banget. Uprint jadi satu-satunya percetakan online yang berhasil mengembangkan teknologi Enterprise Resources Planning (ERP).

Jadi, teknologi ERP tersebut mampu menghubungkan secara otomatis semua divisi yang ada di Uprint, mulai dari proses penerimaan pesanan, penerimaan gambar/desain, proses pencetakan hingga finishing, kemudian packing, dan akhirnya hasil cetak dikirimkan ke pemesan.

Memesan kemasan makanan di Uprint cukup dengan membuka website-nya dari rumah, kantor, atau dari manapun. Otomatis menghemat waktu banyak karena tak perlu bermacet ria di jalanan hanya untuk mencetak kemasan, tidak perlu antri juga.

Pokoknya buka saja website Uprint, pilih desain sesuai keinginan (bisa juga memesan desain khusus atau mengirimkan desain sendiri melalui email), lakukan pembayaran, dan setelahnya kita tinggal menunggu kemasan makanan yang kita pesan dikirim langsung ke rumah. Mudah banget kan mencetak kemasan makanan di Uprint.

Semoga 5 Tips Sukses Memulai Bisnis Makanan ini bermanfaat dan bisa membantu siapa pun yang ingin mulai berbisnis.

6,750 total views, 1 views today

18 COMMENTS

  1. Makin menarik aja packaging foodnya, boxnya lebih bagus dan beda dari yang biasanya. Apalagi kini ada Uprint, yang bisa membantu kita untuk mendesain dan mencetak kemasan makanan yang sesuai dengan keinginan kita. Lebih praktis dan hemat biaya juga, keren Uprint.

  2. Jadi ingat usaha makanan saya di tahun 2013 lalu.
    Bikin resep sendiri, disain kemasan sendiri, produksi sendiri, marketing sendiri.

    Dan emang, yang namanya kemasan itu penting banget.

    Saya dulu kalah di kemasan, karena kesannya biasa, padahal harganya lumayan.
    Sayang baru kenal Uprint sekarang, apa mungkin saya kudu buka usaha lagi? 😀

  3. Banyak orang tertarik untuk mencoba dan beli produk kita karena pandangan pertama melihat tampilannya. Jadi packing produk itu benar harus dipikirkan matang-matang ya. Serius agar feedback dari konsumen juga positif.

  4. aku kepengen banget mulai usaha kuliner, maunya yang memang long lasting gak seekdar ngikutin trend belaka. tapi tips tips mom monica, bener sekali. harus dipertimbangkan ini. apalagi kemasan juga menjadi kunci ya mom.

  5. Setuju mba, packaging selalu menjadi modal utama untuk menarik pembeli. Soalnya aku juga kalau mau beli apa-apa selalu liat dulu kemasannya. Hehe. Tipsnya keren.

  6. Packaging menurut aku memang menjadi faktor penting seseorang akan membeli produknya atau enggak sih mbak. Kakak iparku juga punya usaha keripik, yang bikin laris itu karena packagingnya lucu imut-imut, enggak malu-maluin dibawa buat oleh-oleh

  7. Aku tu pengen banget punya bisnis makanan tapi sadar diri gak pinter masak. Kemungkinan pakai bantuan org lain tinggal kita maretingin gtu juga bisa ya mbak. Atau bikin makanan yg simple2 aja kyk cookies yg awet2 gtu jd ya memudahkan hehe thx tipsnya

  8. Udah lama pengen punya usaha makanan. Pengennya sih dijual online. Tapi soal tips nomor 3, ini yang masih susah. Belum bisa menentukan keunikannya. Tiap lihat toko-toko online yg jual cemilan, sambal, dan kue-kue udah minder duluan. Makasih sharing tipsnya, Mbak.

  9. beberapa kali aku pernah berjualan makanan online, yang paling bikin pusing itu masalah kemasannya sih hehehe.. ada beberapa kali trial erorr gitu..

  10. Aku pun pernah memulai bisnis kalau diawal memang lebih baik reseller dulu ya buat belajar nanti bisa produksi sendiri akan lebih baik lagi untungnya dan punya brand sendiri lebih enjoy aja gitu ngejalaninnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here