G-Shock Berbagi Semangat Pantang Menyerah Bersama Para Inovator Muda Indonesia

Ada banyak ide yang awalnya ditertawakan dan terasa mustahil pada awalnya, seperti saat Wrigth Bersaudara mengajukan ide tentang pesawat terbang. Orang-orang pada masa itu menertawakan mereka dan menganggap mereka gila. Kikuo Ibe, Bapak G-Shock, juga pernah mengalami hal yang sama. Idenya untuk membuat jam tangan tahan banting ditertawakan orang-orang. Bagaimana kisahnya? Yuk, baca kisah G-Shock berbagi semangat pantang menyerah dalam artikel ini.

Impian Tentang Jam Tangan Tahan Banting

Di masa lalu, mewujudkan impian menciptakan jam tangan tahan banting terasa mustahil. Inilah yang Kikuo Ibe rasakan saat ia mencetuskan idenya untuk membuat jam tangan yang tak rusak dan tidak pecah saat terbanting. Walau banyak sekali rintangan dan masalah yang menghadang, Kikuo Ibe pantang menyerah, hingga akhirnya ia bisa menciptakan jam tangan G-Shock tahan banting dan tak mudah rusak.

Untuk menandai 35 tahun usia inovasinya, G-Shock berbagi semangat pantang menyerah kepada rekan media, blogger dan relasi yang selama ini telah bekerja sama membesarkan G-Shock.

Kikuo Ibe, Penemu G-Shock yang Berbagi Semangat Pantang Menyerah

Pada temu media dengan Father of G-Shock, Kikuo Ibe, membagikan kisahnya ketika menciptakan G-Shock pertama. Saya beruntung sekali mendapatkan kesempatan hadir di acara yang diselenggarakan pada 7 Desember 2017 di salah satu resto di daerah Kuningan ini.

Dengan hadir di acara ini, saya jadi punya pengetahuan baru mengenai sejarah perjalanan inovasi G-Shock. Dari awalnya berbentuk sederhana, namun sudah tahan guncangan. Lalu pada akhirnya, berbentuk modis dan kekinian dengan teknologi yang sudah sangat maju.

G-Shock saat ini sudah jadi jam tangan tahan banting, kuat, kedap air dan debu, bahkan telah terhubung dengan GPS, dan smartphone pengguna jam.

Satu quote dari Kikuo Ibe yang berkesan bagi saya, yaitu “Saya bertekad membuat jam tangan yang kuat dan tahan banting setelah secara tak sengaja memecahkan jam tangan hadiah ayah saya.”

Kikuo Ibe Penemu jam tangan G-Shock

Perjalanan Penciptaan G-Shock yang Butuh Usaha Pantang Menyerah

Suatu hari, Kikuo Ibe memecahkan jam tangan ayahnya. Sejak itu, ia pun berusaha sepenuh hati untuk menciptakan jam tangan anti pecah dan kuat. Selama dua tahun penuh sejak kejadian jam yang pecah tadi, Kikuo Ibe terus melakukan berbagai percobaan.

Untuk menguji ketangguhan jam tangan ciptaannya, ia dengan sengaja meleparkan jam itu dari jendela toilet di lantai 5 kantornya. Tentu di awal-awal, jam yang ia lemparkan berakhir dengan kondisi hancur berkeping-keping. Ia kemudian melakukan berbagai perbaikan dan penguatan di beberapa bagian.

Setiap percobaan yang dilakukannya, ada saja komponen yang pecah, entah LCD-nya, choke coil yang putus, crystal pecah, dan sebagainya. Percobaan demi percobaan yang gagal membuat Kikuo Ibe semakin tertantang untuk menemukan teknologi yang mampu membuat jam tangan tak rusak kalau jatuh atau terbentur.

Setelah sekian banyak percobaan yang berakhir dengan kegagalan, Kikuo Ibe sempat merasa lelah. Apalagi sudah lebih dari 200 prototipe ia hancurkan. Untuk menyegarkan pikiran, suatu hari ia pergi ke taman di dekat kantor dan duduk di sana. Lalu, ia melihat seorang anak perempuan bermain bola.

Bola yang memantul ke tanah memunculkan ide baru dalam kepalanya. Kikuo Ibe pun langsung menerapkan ide tadi dalam percobaan berikutnya. Ia akhirnya menemukan inovasi hollow case serta bantalan pengaman sebagai pelindung menyeluruh, dan membuat G-Shock benar-benar tahan banting.

Tiga Inovator Muda Ikut Berbagi Semangat Pantang Menyerah

Selain Kikuo Ibe berbagi pengalaman dalam menciptakan G-Shock, hadir pula 3 inovator muda Indonesia yang ikut membagikan semangat untuk berkarya dengan semangat pantang menyerah. Ketiga inovator itu, yaitu Irzan Raditya, Tyovan Ari Widagdo, dan Maudy Ayunda.

1. Kata.ai

Kata.ai adalah platform chatbot pertama di Indonesia yang memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI), yang dapat digunakan oleh brand atau korporat untuk aktif berinteraksi dengan pelanggan. Sebagai penggemar teknologi AI, Irzan Raditya, co-founder kata.ai, telah menghabiskan sepanjang usianya mengutak-atik teknologi.

Ia pernah bekerja di beberapa start-up di Jerman sambil menyelesaikan pendidikan gelar Ilmu Komputer. Setelah selesai pendidikan, ia kembali ke Indonesia dan melihat betapa sibuknya masyarakat modern di Indonesia hingga kesulitan untuk mengatur semuanya sendiri.

Ia dan beberapa temannya kemudian menanamkan inovasi unik Natural Language Processing yang berfungsi menyelaraskan bahasa komputer dengan linguistik manusia.

Kata.ai pun menjadi chatbot yang dapat berfungsi sebagai asisten pribadi. Bahkan, mampu memahami berbagai istilah dan jargon yang biasa digunakan orang-orang ketika berkomunikasi lewat pesan singkat.

2. Bahaso.com

Tyovan Ari Widagdo, founder Bahaso.com, mengatakan kalau penciptaan Bahaso.com bertujuan untuk membantu orang-orang belajar bahasa. Ya, platform yang satu ini adalah platform untuk belajar bahasa asing secara online.

Meski ditawarkan secara online, Bahaso juga menyediakan kelas tatap muka bagi yang membutuhkan. Selain itu, yang selesai menempuh satu tahapan pembelajaran akan mendapatkan sertifikat dari Universitas Indonesia.

3. #KejarMimpi

Saat ini, masih banyak anak muda Indonesia yang belum tahu apa impian terbesar mereka. Untuk itu, Maudy Ayunda dan beberapa pendiri lainnya menyelenggarakan gerakan sosial #KejarMimpi yang mengajak setiap orang untuk percaya pada kekuatan mimpi.

Kampanye #KejarMimpi adalah seruan kepada kaum muda untuk mulai bermimpi dan menjalaninya. #Kejarmimpi telah mempertemukan kamu muda yang ingin berkarya dengan para pemimpin inspiratif sebagai bagian dari inisiatif kampanye sehingga mereka lebih termotivasi.

G-Shock berbagi semangat pantang menyerah demi mewujudkan dunia yang lebih baik dengan generasi muda yang terus berinovasi. Tantangan dan kesulitan akan selalu hadir dalam hidup setiap orang. Namun dengan semangat pantang menyerah, kita akan selalu menemukan jalan keluar untuk menaklukkan tantangan dan menyelesaikan setiap kesulitan. Agar lebih mudah menaklukkan tantangan dan menemukan solusi bagi setiap masalah, terus lakukan Pengembangan Diri ya.

About the author

Hobi saya dalam hal kepenulisan menjadikan saya ingin selalu berkarya. Menciptakan ruang blog monicaanggen.com ini bukanlah sesuatu hal yang kebetulan gais. Sit, Enjoy, and Starting Read.. ^_^

Tinggalkan komentar