11 Tips dan Cara Menjadi Freelance Writer Sukses

Home » Content Marketing » 11 Tips dan Cara Menjadi Freelance Writer Sukses

Menjadi freelance writer atau penulis freelance adalah profesi yang dibutuhkan di era digital seperti sekarang. Sebab, ada banyak brand dan klien yang membutuhkan jasa penulis untuk membuat materi iklan, artikel untuk website, siaran pers, dan sebagainya.

Namun, untuk berkarir sebagai freelance writer yang sukses tidak hanya soal menulis dengan baik, tetapi juga tentang bagaimana kamu menjual diri, memberi layanan terbaik kepada klien, dan mengelola keuangan dengan efektif.

Kemampuan menulis hanya permulaan. Pada akhirnya, kamu harus bisa memasarkan kemampuanmu sebagai penulis kreatif sekaligus sebagai seorang pebisnis jasa yang handal. Kalau kamu ingin jadi penulis freelance, yuk simak 11 tips di artikel saya kali ini.

11 Tips Ampuh Menjadi Freelance Writer yang Sukses

1. Punya Tujuan dan Ekspektasi yang Jelas

Memulai karier sebagai freelance writer membutuhkan tujuan yang jelas dan ekspektasi yang realistis.

Tujuan yang dimaksudkan di sini bisa berupa nominal penghasilan bulanan, jumlah proyek yang ingin kamu kerjakan, keterampilan dan spesialisasi yang ingin kamu kembangkan, dan sebagainya.

Jika dijabarkan lebih lanjut, coba jawab dulu beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Berapa penghasilan bulanan dari menulis yang ingin kamu dapatkan? Misalnya 10 juta per bulan, maka catat semua hal yang bisa kamu lakukan untuk mencapai nominal tersebut. Lebih bagus lagi kalau kamu juga menentukan tarif atau rate card untuk jasa yang kamu tawarkan.
  • Berapa banyak proyek menulis yang bisa kamu tangani dalam satu bulan? Menentukan jumlah proyek akan membantu kamu mengatur waktu dan bisa lebih fokus dalam menyelesaikan setiap pekerjaan.
  • Keterampilan apa saja yang sudah kamu pelajari dan kuasai dengan baik? Lalu, keterampilan apa saja yang sebaiknya segera kamu kuasai dalam waktu dekat? Apa alasannya? Bagaimana cara menguasai dan meningkatkan keterampilan tersebut?
  • Buat timeline atau rencana jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam pembuatan timeline ini, mulailah dari titik di mana kamu ingin membangun karir sebagai freelance writer, berapa lama waktu untuk membuat dan menyebarkan portofolio, hingga kapan tepatnya kamu sudah mendapatkan klien pertamamu.

Memiliki tujuan dan ekspektasi yang jelas memungkinkan kamu merencanakan langkah konkret untuk mencapainya, mengukur kemajuanmu secara berkala, meningkatkan keahlian, dan berfokus mencapai sukses sebagai freelance writer.

2. Buat Portofolio yang Menjual

contoh pembukaan portofolio freelance writer

Portofolio adalah alat utama untuk menunjukkan keahlian yang kamu miliki kepada calon klien. Untuk itu pastikan kamu membuat portofolio yang menarik sebagai media untuk memasarkan diri.

Seperti apa sih portofolio yang menarik itu? Sebagai gambaran untuk membuat portofolio yang menarik, ikuti panduan berikut:

  • Kenalkan diri kamu, apa yang kamu tawarkan, dan pasang foto profesional terbaik, dalam satu deskripsi singkat yang detail, namun tidak berbelit-belit.
  • Hanya tampilkan karya terbaik kamu dalam portofolio dan buatlah kategori yang jelas untuk setiap karya. Jangan lupa sertakan informasi tambahan agar klien bisa memahami  setiap karya tersebut.
  • Jika memungkinkan, kamu bisa memberikan “hasil” dari proyek yang pernah kamu selesaikan. Bagus lagi kalau disertai dengan testimoni dari klien yang puas dengan hasil kerja tersebut. Misalnya traffic kunjungan ke tulisan kamu, banyaknya jumlah potential leads yang berhasil kamu dapatkan, dan sebagainya.
  • Hal paling penting di dalam portofolio harus ada informasi kontak yang mudah ditemukan agar calon klien bisa segera menghubungi kamu.

3. Tentukan Spesialisasi

Spesialisasi pada topik atau bidang tertentu akan membuat kamu lebih menonjol dibandingkan dengan kebanyakan penulis lepas di luar sana.

Contohnya seperti saya yang lebih punya pengetahuan terkait topik content marketing dan pengembangan diri. Maka proyek yang saya terima memang berkaitan dengan topik yang memang saya kuasai.

Kalau untuk menulis kesehatan dan kecantikan, saya sangat lemah. Mungkin karena belum punya pengetahuan dan pengalaman terkait kedua topik tersebut.

Jadi kalau latar belakang pendidikan kamu keuangan dan kamu punya pengetahuan dan wawasan yang cukup mengenai keuangan, maka kamu bisa jadi freelance writer dengan spesialisasi keuangan atau finance, misalnya.

Untuk mencari tahu kamu cocok pada bidang spesialisasi apa, coba ikuti langkah-langkah berikut:

  • Identifikasi minat dan keahlian, dan coba gali di bidang apa kamu memiliki pengetahuan atau pengalaman lebih.
  • Lakukan analisis pasar untuk berbagai topik atau niche. Analisis bisa menggunakan Google Trends atau mengadakan survei. Ini cara terbaik untuk tahu topik apa yang sedang populer dan banyak dicari.
  • Tentukan keterampilan unik yang kamu miliki, seperti kemampuan menulis teknis, pemahaman SEO, atau kemampuan bercerita yang kuat.
  • Kamu juga bisa mulai mencoba menulis beberapa topik berbeda dan lihat mana yang paling kamu sukai. Bisa jadi latar belakangmu adalah finance, tapi ternyata kamu lebih enjoy menulis topik-topik terkait traveling, misalnya.

Pada prinsipnya, mengenal bidang keahlian akan sangat membantu kamu menentukan spesialisasi yang cocok. Contohnya, kamu ternyata berlatar belakang IT, maka kamu bisa menulis tutorial, artikel atau ulasan tentang software dan hardware.

Lalu, coba tawarkan jasamu ke perusahaan teknologi, startup, dan yang relevan dengan topik teknologi dan internet.

4. Senang Membaca & Belajar Hal Baru

Untuk jadi penulis lepas yang sukses, ada 2 syarat wajib yang harus kamu penuhi, yaitu senang membaca dan mau terus belajar hal baru.

Ada banyak bahan bacaan di luar sana yang bisa meningkatkan pengetahuan, memperluas wawasan, dan membantu kamu membuat tulisan yang lebih bernas.

Di saat yang sama, pastikan kamu sudah membaca buku On Writing: A Memoir of the Craft karya Stephen King yang isinya tentang proses kreatif menulis dari penulis buku best seller ini sendiri.

Jika ingin menulis konten untuk pemasaran digital, baca buku Everybody Writes: Your Go-To Guide to Creating Ridiculously Good Content karya Ann Handley.

Lalu hal baru apa saja yang perlu dipelajari? Beberapa di antaranya:

  • Pelajari Search Engine Optimization (SEO) untuk mengoptimalkan kinerja konten.
    Pahami cara kerja Google Analytics, Google Search Console, SEMRush, Ahrefs, dan tools analisis data dan keyword research lainnya.
  • Memiliki kemampuan menggunakan tool desain, seperti Canva atau Adobe Spark juga bagus untuk membuat gambar, edit foto, maupun infografis yang bisa mendukung isi tulisan.
  • Bagus lagi kalau kamu juga menguasai copywriting yang akan membuat kamu mendapatkan penghasilan yang jauh lebih banyak. Bahkan, kamu bisa dibayar lebih mahal dibandingkan kalau hanya menulis artikel biasa lho.

5 skill utama berkarir sebagai freelance writer

5. Asah Keterampilan Menulis

Sama seperti pisau yang terus diasah akan semakin tajam, begitupun dengan kemampuan kamu dalam menulis. Artinya, kamu perlu sering berlatih menulis agar kualitas tulisan kamu jadi lebih baik dari waktu ke waktu.

Latihan menulis di sini tidak melulu berkaitan dengan pekerjaan kamu sebagai freelance writer saja, tetapi menulis bisa sekadar menulis catatan harian, opini, menulis blog, atau jenis tulisan lain selain yang biasa kamu tulis.

Cara ini cukup ampuh agar kamu bisa menemukan gaya tulisan yang unik, penggunaan diksi atau pilihan kata yang semakin beragam, dan pastinya memiliki keunikan tersendiri yang akhirnya akan membuat kamu berpeluang mendapatkan lebih banyak klien.

Lebih bagus lagi kalau kegiatan latihan menulis ini juga diiringi dengan kebiasaan membaca banyak buku, artikel di blog, berita, dll.

Bahkan kamu bisa membaca karya penulis yang kamu kagumi. Analisis dan pelajari bagaimana penulis tersebut menyusun kalimat, membangun narasi, dan menarik perhatian pembaca.

6. Punya Skill Pendukung yang Lengkap

Menjadi penulis lepas yang sukses tidak hanya mengandalkan kemampuan menulis saja. Kamu juga perlu memiliki keterampilan pendukung yang lengkap, seperti:

  • Memahami cara mengoptimalkan konten dengan teknik SEO agar tulisan kamu mudah ditemukan pembaca di mesin pencari.
  • Punya kemampuan untuk mengatur waktu dengan efektif agar bisa menyelesaikan proyek tepat waktu.
  • Kemampuan berkomunikasi dengan baik dan bernegosiasi dengan klien mengenai tarif dan tenggat waktu juga penting sehingga setiap proyek bisa berjalan lancar.
  • Mampu menganalisis dan melakukan evaluasi kinerja tulisan supaya di kemudian hari bisa melakukan perbaikan. Untuk itu, lengkapi keterampilan membaca data atau insight di Google Analytics, Google Search Console, atau tools pendukung lainnya.

7. Bisa Melakukan Riset Pasar & Produk Knowledge

Menulis konten yang berkualitas memerlukan riset pasar yang mendalam dan pemahaman tentang produk yang baik.

Maka mau tidak mau kamu perlu bisa melakukan market research, mempelajari customer journey, memahami search intent, dan sebagainya.

Lalu, lengkapi juga pengetahuan dan wawasan kamu berkaitan dengan Product Knowledge. Artinya, kamu perlu mempelajari produk secara detail.

Mulai dari spesifikasi, panduan pengguna, deskripsi produk, fitur unggulan, manfaat produk, hingga benefit yang bisa audiens dapatkan jika menggunakan produk tersebut.

8. Mengantisipasi Penghasilan yang Tak Pasti

Sebagai penulis lepas, penghasilan kamu bisa mengalami fluktuasi dan tidak pasti setiap bulannya. Bisa jadi untuk 2-3 bulan kamu akan mendapatkan penghasilan dalam nominal tertentu, lalu di bulan keempat hingga beberapa bulan setelahnya kamu tidak mendapatkan proyek.

Otomatis, kamu perlu mengantisipasi kondisi saat tidak berpenghasilan dengan memiliki rencana keuangan yang baik. Beberapa cara mengatasi penghasilan yang tidak pasti ini, antara lain:

  • Usahakan untuk memiliki beberapa jenis proyek, namun tetap pastikan setiap proyek yang kamu ambil sesuai dengan kapasitas dan kemampuan kamu dalam menyelesaikannya.
  • Pertimbangkan untuk memberikan layanan tambahan, seperti editing, proofreading, atau konsultasi terkait strategi konten yang SEO friendly, misalnya.
  • Prioritaskan pengeluaran penting dan hindari pengeluaran yang tidak perlu. Jika perlu kamu bisa mencatat pengeluaran dan buat anggaran yang realistis berdasarkan nominal pendapatan terkecil yang kamu dapatkan.
  • Simpan sebagian penghasilan yang bisa kamu dapatkan setiap bulan dan siapkan dana darurat yang bisa menjadi pegangan kamu ketika tidak ada pemasukan. Idealnya, besarnya dana darurat ini bisa mencukupi kebutuhan kamu 3-6 bulan.
  • Pastikan setiap proyek memiliki kontrak yang jelas, jadwal pembayaran yang pasti, ruang lingkup pekerjaan yang detail, termasuk nominal pembayaran yang seharusnya kamu terima. Adanya kontrak mencegah hal-hal yang merugikan kamu di masa depan.

skill wajib freelance writer

9. Networking yang Luas

Networking atau membangun jaringan sangat penting selama kamu ingin berkarir sebagai freelance writer profesional.

Untuk itu, kamu bisa bergabung dalam komunitas para penulis, baik yang online maupun offline. Selain itu, aktiflah di media sosial dan bangun interaksi yang solid bersama penulis-penulis lain.

10. Punya Growth Mindset & Berwawasan

Growth mindset adalah konsep psikologi yang dikembangkan oleh Carol Dweck, yang menggambarkan keyakinan bahwa kemampuan dan kecerdasan dapat dikembangkan melalui kerja keras, belajar, dan ketekunan.

Ini berlawanan dengan fixed mindset yang percaya bahwa kemampuan seseorang telah ditentukan sejak lahir dan sulit untuk berubah. Kapan-kapan saya akan bahas growth mindset dan fixed mindset secara terpisah ya dan kenapa penulis perlu memilikinya.

Memiliki growth mindset berarti kamu selalu terbuka untuk belajar dan berkembang. Jangan pernah merasa puas dengan keterampilan yang sudah dimiliki, tetapi teruslah mencari cara untuk meningkatkannya.

Selain itu, perluas wawasanmu dengan mempelajari berbagai topik di luar bidang spesialisasi untuk memperkaya tulisanmu.

11. Keterampilan Digital Mumpuni

contoh digital skill penulis freelance

Agar bisa terus menjalani karir profesional sebagai penulis freelance, terus kembangkan diri dan miliki keterampilan digital yang lengkap.

Beberapa keterampilan digital yang penting dan wajib kamu miliki, antara lain:

  • Tahu cara kerja SEO dan bagaimana menulis konten yang optimal dan memiliki kinerja yang baik di mesin pencari seperti Google.
  • Menguasai penggunaan alat-alat SEO, seperti Google Analytics, Google Search Console, SEMrush, atau Ahrefs untuk analisis kata kunci, pemantauan kinerja konten, dan strategi SEO lainnya.
  • Bisa menggunakan berbagai software project management, seperti Trello, Asana, ClickUp, Notion, dan sebagainya.
  • Punya kemampuan untuk menggunakan berbagai platform publikasi tulisan. Misalnya blog wordpress, blogspot, atau CMS lainnya.
  • Menguasai berbagai cara berkomunikasi melalui email profesional, serta penggunaan platform komunikasi virtual, seperti Slack, Zoom, atau Microsoft Teams, untuk berinteraksi dengan klien dan rekan kerja.

Memiliki keterampilan digital yang lengkap akan memudahkan kamu berkolaborasi dengan klien dan tim secara efektif, terlebih lagi jika bekerja secara jarak jauh (remote).

Selain itu, keterampilan tersebut juga dapat membantu meningkatkan efisiensi dalam mengelola proyek, memantau kinerja konten, dan mengatur waktu kerja.

Kesimpulan

Menjadi freelance writer sukses membutuhkan effort dan upaya yang konsisten sembari terus meningkatkan kualitas diri dan kualitas tulisan. Semoga tips di artikel saya ini bisa membantu kamu memulai karir sebagai penulis lepas ya. Oh ya, buat berjaga-jaga, tak ada salahnya kalau kamu membaca juga Keuntungan dan Kerugian Menjadi Freelance Writer.

Sedang mengikuti pelatihan prakerja untuk meningkatkan skill

About the author

Hobi saya dalam hal kepenulisan menjadikan saya ingin selalu berkarya. Menciptakan ruang blog monicaanggen.com ini bukanlah sesuatu hal yang kebetulan gais. Sit, Enjoy, and Starting Read.. ^_^

Tinggalkan komentar