Bisa liburan ke Raja Ampat? Wah, mau banget karena sejak mengetahui keindahan Raja Ampat, saya telah merancang banyak rencana. Sebagai anak yang tumbuh di kota Seribu Sungai, Banjarmasin, bermain di sungai sudah jadi bagian saya sehari-hari. Saya juga terbiasa berenang di laut, melompat dari kapal pandu yang menjadi tempat Ayah saya bekerja. Menginjak remaja, Ayah memulai profesi baru, supir truk. Tiap liburan sekolah, saya sering diajak keluar masuk hutan, mendatangi daerah-daerah pelosok, menikmati petualangan mendebarkan. Sejak saat itu, saya menyukai petualangan-petualangan penuh tantangan. Suatu hari kelak, saya berharap bisa benar-benar menginjakkan kaki di Raja Ampat. Ada 5  hal yang akan saya lakukan di Raja Ampat nanti, yaitu:

5 Hal yang Akan Saya Lakukan di Raja Ampat

Raja Ampat merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Papua Barat dengan ibukota kabupaten terletak di Waisai. Empat pulau utama di wilayah ini adalah Waigeo, Salawati, Misool, dan Batanta. Keempat pulau ini masuk dalam kelompok 35 pulau yang berpenghuni. Sementara 610 pulau kecil lainnya, yang tersebar dan masuk dalam pemerintahan kabupaten Raja Ampat, masih asri dan belum berpenghuni. Hingga hari ini saya masih belum bisa membayangkan rasanya bisa berpetualang ke hutan-hutan di pulau-pulau tak berpenghuni. Pasti menegangkan sekaligus menakjubkan. Dalam daftar kegiatan yang pernah saya buat jika saya bisa berlibur ke Raja Ampat, menjelajah hutan ini sudah pasti masuk dalam daftar prioritas.

klik tiap poin dibawah

1. Menyelam & Berperahu ke Pulau-Pulau di Raja Ampat

Destinasi wisata Raja Ampat sudah lama terkenal sebagai tempat untuk melakukan penyelaman dan menikmati keindahan alam bawah laut, bahkan masuk dalam 10 Spot Diving Paling Indah di Dunia versi travel.detik.com, yang artikelnya ditayangkan di laman tersebut pada 5 Juni 2012. Saya juga banyak membaca berbagai artikel yang ditulis para traveler yang pernah ke Raja Ampat. Mereka bercerita mengenai asyiknya bisa berenang di antara berbagai jenis ikan, menikmati keindahan terumbu karang, bahkan bisa melihat lumba-lumba bungkuk Indo Pasific dan  paus baleen Papua yang merupakan hewan langka yang dilindungi.

Dari buku berjudul Papua: Jejak Langkah Penuh Kesan, yang ditulis oleh Frino Bariarcianur dan Ahmad Yunus, saya menemukan data penelitian yang pernah dilakukan Conservation International (CI), The Nature Conservancy, serta penelitian dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Dalam hasil penelitian mereka disebutkan hampir 75 persen jenis terumbu karang di dunia bisa ditemukan di Raja Ampat dan kurang lebih 1000 jenis ikan, penyu, dan biota laut lainnya hidup dan berkembang biak dengan baik di Raja Ampat. Lihat saja pada foto Gugusan Bukit Paynemo hasil jepretan Randi/detik.travel yang saya pinjam, indah sekali, kan? Dan rasanya pasti luar biasa menakjubkan kalau bisa berperahu dari satu pulau ke pulau lain sekaligus mengeksplorasi pulau tersebut.

Gugusan Bukit Karang Piaynemo. Sumber: Randi/detik.travel

Jadi, kegiatan wajib yang harus dilakukan adalah berenang dan menyelam di laut Raja Ampat, termasuk menyelam di Pulau Wai biar bisa melihat bangkai pesawat yang karam pada Perang Dunia II. Selain itu, saya ingin berperahu mengunjungi pulau-pulau lainnya untuk menikmati gugusan Bukit Karang Piaynemo dan gugusan karang (karst) yang banyak tersebar di wilayah Raja Ampat, ke Pulau Misool dan naik ke pegunungannya agar bisa melihat cap tangan di dinding karang yang katanya berusia 50.000 tahun. Tak lupa, berenang di Telaga Bintang yang lokasinya tak jauh dari Bukit Karang Piaynemo.

Telaga Bintang. Sumber: putri/detik.travel

2. Menjelajahi Gua Tersembunyi

Masih dari buku Papua: Jejak Langkah Penuh Kesan, saya membaca pula adanya gua-gua tersembunyi di pulau-pulau yang ada di Raja Ampat, seperti di Batanta, Salawati, dan pulau Waigeo. Tahun 2007, Cahyo Rahmadi dan tim peneliti LIPI yang tergabung dalam Ekspedisi Widya Nusantara melakukan penelusuran di gua-gua tersebut, serta melakukan pencatatan dan dokumentasi spesies yang hidup di dalam gua, seperti kepiting gua, ikan tanpa mata, atau katak gua. Selain itu, juga ditemukan lukisan di dinding (seni cadas) hasil karya manusia zaman megalithikum yang pernah tinggal di dalam gua. Andai ada kesempatan berlibur ke Raja Ampat, ada tidak ya yang mau menemani saya ekplorasi gua-gua tersembunyi ini?

Gua Keramat Misool. Sumber Gambar; detik.travel

3. Berburu Air Terjun

Selepas pendidikan SMP, saya merantau ke Malang untuk melanjutkan sekolah. Di Malang inilah pertama kalinya saya melihat Air Terjun Cuban Rondo. Sejak saat itu, saya tergila-gila dengan air terjun. Bulan Januari 2018 lalu, saya berlibur ke Bali dan  waktu liburan saya kemarin dihabiskan dengan berburu air terjun tersembunyi yang belum banyak diulas traveler. Di Raja Ampat, saya yakin juga ada air terjun, seperti Air Terjun Batanta dengan ketinggian kurang lebih 10 meter dan untuk mencapainya harus melewati hutan dulu. Seru nih kayaknya kalau bisa ke sini, apalagi di balik air terjun ini ada gua tersembunyi yang bisa menampung  kurang lebih 5 orang untuk duduk di dalamnya demi menikmati pemandangan yang indah banget dari balik air terjun.

4. Mengenal Penduduk Setempat dan Adat Istiadatnya

Saya senang mempelajari sejarah, termasuk adat istiadat masyarakat di suatu daerah. Dulu saya pernah membuat penelitian berkaitan dengan berbagai suku yang pernah tinggal di wilayah Kalimantan. Nah, kalau nanti ke Raja Ampat, hal yang sama pun akan saya lakukan. Saya ingin mengenal penduduk setempat dan adat istiadatnya, berbaur dengan mereka, ikut berkegiatan, mencoba Farobek (sistem barter yang biasa dilakukan masyarakat suku Biak), mencari tahu lebih banyak mengenai ritual Samson, dan jika beruntung, saya berharap mendapat undangan untuk ikut Wor  Sraw (pesta kecil) atau Munara/Wor Veyeren (pesta besar) yang biasa diadakan masyarakat suku Biak.

Beberapa makanan khas Papua yang nanti akan saya coba, antara lain: bagea, papeda, buah Matoa, dendeng rusa, dan ikan asar. Saya sudah cukup sering sih sebenarnya, makan bagea dan papeda karena kebetulan salah satu ipar saya berasal dari Ambon. Cuma ingin tahu saja apakah bagea dan papeda dari Ambol berbeda atau sama dengan yang di Papua. Sementara ikan asar ini seperti ikan asap, namun pasti rasanya berbeda karena ikan diasapi dengan bara panas dari batok kelapa. Hmmm… rasanya pasti enak nih, apalagi dinikmati sambil duduk di tepi pantai dan memandangi keindahan yang luar biasa.

5. Festival dan Kesenian

Saya masih belum mendapatkan informasi lengkap mengenai festival dan kesenian yang ada di Raja Ampat karena kebanyakan hanya membahas festival yang diselenggarakan secara umum di tanah Papua. Mungkin nanti, kalau saya berada di sana dan kebetulan sedang berlangsung suatu festival, saya akan membuatkan liputannya secara khusus sehingga orang-orang seperti saya yang membutuhkan informasi mengenai festival di Raja Ampat, bisa mendapatkan informasi tersebut dengan mudah.

Sementara untuk kesenian dalam bentuk seni tari, Raja Ampat memiliki cukup banyak ragam seni tari yang menarik sekali, seperti Setan Gemutu yang ditarikan oleh suku Matbat dari kampung Tomolol dan Folley, Tari Wala yang menceritakan sejarah suku Matbat dan ditarikan warga tiga kampung di Pulau Misool, sementara Suling Tambur adalah tarian khas Raja Ampat untuk menyamput tamu. Saat membaca berbagai artikel yang mengulas tiga jenis tarian ini, saya ingin sekali bisa melihat secara langsung. Di saat yang sama, saya juga jadi ragu, masa sih cuma 3 jenis tarian saja. Semoga saat saya berada di sana kelak, saya bisa mencari tahu lebih banyak mengenai berbagai seni yang ada di Raja Ampat.

Berbagi Ilmu dan Buku

Beberapa waktu lalu, kehidupan masyarakat Papua sempat terekspos dan disebutkan masih berada di garis kemiskinan serta membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah Indonesia. Saya kurang paham kebenarannya karena beritanya terlalu simpang siur. Tetapi jika saya bisa berada di sana, bisa dong saya live tweet, bikin IG Story, bikin blogpost tiap hari untuk menceritakan pengalaman saya selama berada di sana, mengambil foto sebanyak mungkin, dan yang wajib dilakukan adalah berbincang dengan penduduk setempat untuk tahu apa dan bagaimana sebenarnya situasi di sana. Selanjutnya jika diberi kesempatan, saya berniat berbagi ilmu dalam workshop atau pelatihan menulis gratis bagi para remaja di sana secara gratis, sekalian bagi-bagi salah satu buku saya mengenai cara menulis buku.

Saya hanyalah seseorang yang kebetulan diberi Tuhan talenta menuangkan isi pikiran dan ide-ide dalam bentuk tulisan (baik buku maupun artikel). Ilmu yang diberikan Tuhan secara gratis kepada saya inilah yang nanti akan saya bagikan kepada remaja-remaja di Raja Ampat agar mereka bisa menulis, kemudian memanfaatkan kemampuan tersebut untuk memperkenalkan Raja Ampat secara lebih luas melalui tulisan ke seluruh dunia, hingga bisa meningkatkan pariwisata di sana. Atau mungkin dari kegiatan menulis tersebut mereka bisa menulis buku, berbagi ide-ide cemerlang demi masa depan yang lebih baik, dan sebagainya.

Kalau memungkinkan, selain membawa 100 eksemplar buku saya yang berjudul 9 Langkah Selesaikan Outline Tulisan Fiksi dan Nonfiksi, saya akan menggandeng penerbit yang biasa menerbitkan buku saya untuk ikut menyumbangkan lebih banyak buku lagi bagi mendorong minat baca masyarakat di Raja Ampat. Ini hanyalah hal kecil, tapi semoga nanti di sana bisa bermanfaat.

Pesan Tiket Pesawat dan Hotel

Bagian paling penting untuk bisa berada di Raja Ampat adalah berburu tiket pesawat dan memesan hotel. Pemesanan tiket pesawat dan hotel ada baiknya dilakukan jauh-jauh hari agar bisa dapat harga murah dengan memanfaatkan promo yang tersedia, seperti di aplikasi ponsel maupun website tiket.com.  Selain untuk mencari tiket pesawat dan hotel ke Raja Ampat, di tiket.com juga bisa membeli #TiketKemanapun destinasi yang kita inginkan. Tinggal melakukan beberapa klik, pilih tanggal, bayar, dan selesai. Tidak perlu repot-repot meninggalkan rumah, kantor, bahkan bisa dilakukan dari atas tempat tidur.

Lebih Praktis Pesan Tiket Pesawat Dengan Aplikasi Tiket.com

Zaman sekarang semua orang dituntut bergerak cepat dan praktis jika tidak ingin tertinggal arus modernisasi yang sedemikian pesat. Tiket.com memahami hal ini hingga terus melakukan inovasi demi memenuhi kebutuhan pelanggan akan akses cepat ketika membutuhkan tiket pesawat. Saat ini, pemesanan tiket pesawat tidak lagi hanya bisa dilakukan melalui website tiket.com, tetapi juga sudah bisa dilakukan di aplikasi tiket.com dengan menggunakan ponsel kita masing-masing. Bagaimana caranya?

1. Unduh Aplikasi Tiket.com di Google Play Store yang ada di ponsel Android atau di App Store untuk pengguna Apple.

2. Setelah aplikasi terpasang, kita tinggal membuka aplikasi dengan menekan icon tiket.com. Lalu pilih lambang “Pesawat”.

3. Masukkan asal dan kota tujuan, tanggal keberangkatan sekaligus tanggal pulang (jika membeli tiket pulang pergi harga jauh lebih murah), jumlah penumpang, kelas kabin, kemudian klik “Cari Penerbangan”.

4. Pada layar akan muncul jenis maskapai, tanggal, serta waktu keberangkatan. Di sisi sebelahnya (tinggal geser layar ke kiri), jadwal kepulangan pun telah tersedia. Tentukan pilihan, nanti akan muncul total harga tiket pesawat yang harus dibayar. Jika telah setuju, tekan tombol bertuliskan “Pesan”.

5. Isi detail kontak dan detail penumpang. Jangan lupa memeriksa kembali data yang telah dimasukkan, terutama e-mail yang nantinya menjadi tempat pengiriman e-tiket. Jika telah yakin, tekan “Lanjutkan”.

6. Tentukan metode pembayaran. Di tiket.com, tersedia banyak pilihan pembayaran yang disesuaikan dengan kebutuhan kita. Jika memiliki kode promo, gift voucher, atau diskon khusus lainnya, jangan lupa memasukkannya pada tahap ini.


7. Periksa kembali, jika sudah benar, akhiri proses ini dengan menekan “Selesaikan Proses”. Lakukan pembayaran dengan segera dan tak lama kemudian kita akan menerima e-ticket di e-mail yang telah terdaftar saat pemesanan.

Apakah Pesan Hotel di Tiket.com Prosesnya Sama Dengan Pesan Tiket Pesawat?

Proses yang dilalui kurang lebih sama seperti saat kita hendak memesan tiket pesawat. Jika ragu, kita bisa cari tahu sekali lagi dengan membaca Cara Pesan Hotel ini.

Dari harga tiket pesawat ke Raja Ampat, sepertinya masih terjangkau ya, asalkan menabung dulu nih. Setelah menulis dan membagikan impian saya ini, kok ya saya malah jadi semakin pengin bisa sungguhan ke Raja Ampat. Semoga saja 5 hal yang akan saya lakukan di Raja Ampat ini bisa terwujud.

Sumber Referensi:

  • travel.detik.com.
  • Buku Papua: Jejak Langkah Penuh Kesan, karya Frino Bariarcianur dan Ahmad Yunus.
  • Berbagai artikel mengenai Raja Ampat.

803 total views, 1 views today

36 COMMENTS

    • Amin. Semoga, Mbak, karena kmaren sempat belajar juga dari turis asing, penulis kisah perjalanan di Bali, yang ternyata buka kelas gratis untuk penduduk setempat di sekitar Ubud.

    • Aamiin. Makasi doanya ya, Kak. Karena pasti ada lebih banyak kisah kalau ditulis penduduk setempat…

    • Amin. Semoga ya, Mas Nizam, kita semua bisa segera terbang ke Raja Ampat. Dulu aku pikir ke sana tiketnya 7jtan. Ternyata nggak sampe kok. Tadi malam sempat dapat tiket 3,5jt udah PP beli di tiket.com

    • Ayo, Koh Deddy, kita ke sini lagi. Lihat-lihat fotonya aja loh udah bikin mupeng, ntar sampe sana aku bakal nggak mau balik nih kayaknya.

    • Klo boleh bawa teman, sungguhan loh bakal aku ajak. Atau kita nabung dulu yak, nanti akhir tahun ke Raja Ampat sebulan… hahaha

  1. Kalo kata suami, kalau orang kaya beneran mainnya harus ke Raja Ampat XD
    Selain biaya transportnya mahal dan butuh effort besar menuju lokasi2 wisata

    Tapi lumayan juga ya kalau pake tiket.com saya pesen tiket kereta dan pesawat juga pasti pake tiket.com

    • Masih belajar nulis juga akunya, Mbak. Btw, makasi ya atas doanya. Semoga jadi rezeki, kalaupun belum, berarti nanti ke sananya harus sama Pewe… hahaha

    • Amin. Semoga ya. Emang Raja Ampat ini udah lama jadi destinasi impian dan bener kayaknya nggak kepengen pulang deh kalau sudah sampai sana. Hahaha

    • Hai, Mas, asli keren banget Raja Ampat. Aku lihat gambar-gambarnya aja mupeng banget. Iya, ini ikut lomba di laman detik travel

  2. Raja Ampat emang selalu bikin muleng, hehehe.
    Saya aja yang sekali kesana pengen balik lagi.
    Apalagi 3hr disana rasanya masih kurang, hahaha 😆
    Sukses ya kak untuk lombanya 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here