Pernah dengar nama Agung Hapsah atau Arief Muhammad? Pasti pernah dong ya karena mereka adalah dua vlogger hits yang videonya banyak digemari anak muda zaman now, termasuk saya. Selain mereka ada banyak kok nama vlogger yang sudah merajai kancah per-Youtube-an dengan konten-konten mereka yang menarik, bahkan banyak teman-teman Blogger yang saat ini sudah bikin vlog untuk melengkapi tulisan mereka. Saya jadi pengin bisa juga dan pernah minta diajarin suami (Pewe). Sayangnya Pewe ngajarinnya belibet dan sayanya tidak paham (saya dibilang lemot sama Pewe). Akhirnya saya patah arang dan berpikir bikin vlog itu sulit. Tapi kemarin waktu ikutan workshop bikin vlog bertema Create Your Story with Smartphone yang diselenggarakan Komunitas ISB bekerja sama dengan CNI, saya jadi ngerti cara bikin vlog pakai smartphone. Gampang bikinnya asal tahu triknya.

Belajar Cara Bikin Vlog Pakai Smartphone di Acara Komunitas ISB dan CNI

Saya beruntung banget dapat kesempatan ikut acara Blogger Gathering Komunitas ISB yang diselenggarakan di Plasa Festival, Jakarta, tanggal 4 Maret 2018 lalu, apalagi pembicaranya adalah Kang Dudi Iskandar, fotografer yang sudah berpengalaman di bidang fotografi, seorang vlogger, founder Komunitas tOekangpoto.com dan editor foto untuk laman menara62.com. Tepat pukul 13.30 WIB, acara dimulai. Teh Ani Berta sebagai founder memberikan sepatah dua patah kata berkaitan dengan dunia Blogger, mengajak para Blogger untuk lebih bersyukur, menghargai setiap kesempatan yang datang, bersedekah, juga terus bersikap positif saja.

Ani Berta, Founder Komunitas ISB di Acara Bikin Vlog Pakai Smartphone

Setelahnya, Kang Dudi memulai workshopnya dengan menghadirkan data DARI Cisco berkaitan dengan banyaknya orang yang senang menonton video di Youtube. Dari data tersebut disebutkan telah terjadi peningkatan jumlah orang yang menonton Youtube hingga 400 persen sepanjang tahun 2012 hingga 2014. Lalu pada semester dua tahun 2014, konsumen di Amerika serikat telah menonton kurang lebih 38,2 miliar video. Perkembangang tontonan dalam bentuk video terus berlanjut dan 50 persennya menonton video melalui perangkat mobile dengan 45 persen video yang ditonton adalah video berdurasi kurang dari 6 menit. Di tahun ini, tayangan video berupa real time story telling via live stream social seperti periscope mulai populer ditambah lagi dengan banyaknya pengguna yang mengakses melalui Facebook. Tahun 2017, instastory dan Facebook Live naik daun dan menjadi salah satu media yang banyak diakses pengguna internet untuk menonton video. Dengan bergesernya kebiasaan orang menonton video, dari yang berdurasi panjang menjadi yang berdurasi pendek, menuntut pegiat sosial media dan blog, harus mau upgrade skill agar tak tertinggal. Jadi untuk para blogger, kemampuan bikin vlog pakai smartphone juga perlu diasah sehingga konten video yang dihasilkan bisa melengkapi tulisan yang dibuat di blog atau website serta bisa menambah pula konten untuk ditampilkan di Instagram. Bagaimana pun saat ini banyak pekerjaan yang diberikan ke Blogger tidak melulu berbentuk tulisan di blog, tetapi disertai pula dengan permintaan membuat video berdurasi pendek yang ditayangkan di Instagram, Facebook, atau di kanal Youtube masing-masing Blogger.

Vlog adalah video log atau catatan video. Seorang yang berkreasi menciptakan konten dalam bentuk vlog disebut vlogger. Apakah vlogger sama dengan youtuber? Ternyata ada perbedaan antara keduanya. Kalau vlogger membuat konten berupa cerita keseharian mereka, sementara youtuber kontennya lebih bervariasi dan bisa berdasarkan tren yang ingin mereka angkat (atau yang sedang berlangsung saat ini), tidak melulu berisi cerita keseharian yang mereka lalui.

Dulu waktu lihat Pewe bikin video yang kemudian dia tayangkan di Instagram, di Facebook, atau di kanal Hypstar-nya, saya mikir pasti butuh kemampuan khusus supaya bisa bikin vlog yang bagus. Tetapi menurut Kang Dudi yang penting mampu mengoperasikan smartphone, mampu mengedit, mampu membuat naskah, dan mampu menyebarkannya, maka siapa pun bisa bikin vlog pakai pakai smartphone.

Persiapan Bikin Vlog Pakai Smartphone

Beberapa hari sebelum acara berlangsung, Kang Dudi sudah meminta semua peserta workshop untuk mengunduh dua aplikasi dan menyiapkan beberapa video berdurasi pendek, sebagai bahan utama pembuatan vlog. Dua aplikasi yang diminta adalah Power Director: aplikasi untuk mengedit video, dan Legend: aplikasi untuk mengolah kata-kata dan gambar menjadi video atau GIF. Aplikasi Legend direferensikan untuk digunakan karena memiliki banyak kelebihan dibandingkan aplikasi pengolah kata lainnya. Kelebihan yang dimiliki Legend, antara lain: punya cukup banyak pilihan animasi teks, punya dua pilihan resolusi (1:1 dan 16:9), pilihan background juga banyak karena telah terintegrasi dengan layanan Flick atau memilih background sendiri dari folder gambar/foto yang kita miliki, punya banyak pilihan theme, support emoji, dan mudah dalam pengoperasiannya.

Jika sudah memiliki bahan utama, yaitu beberapa potongan video, selanjutnya yang perlu kita siapkan adalah bahan pendukung yang meliputi database, teks atau gambar yang mau disisipkan di video, juga musik. Musik berperan penting dalam suatu video loh. Musik yang tepat dan sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan bisa membuat penonton betah menonton video kita. Nah ini nih, impresi di awal ketika orang membuka video kita harus mampu mengundang rasa penasaran penonton sehingga mereka tertarik untuk menonton sampai selesai. Biasanya impresi atau ketertarikan orang untuk menonton video itu hanya dalam waktu kurang lebih 6-8 detik saja. Jika tidak menarik, mereka pasti langsung skip dan pindah ke video lain, tetapi kalau menarik dijamin mereka akan terus menonton sampai selesai, atau malah mencari video-video kita yang lain.

Kang Dudi Iskandar

Benarkah untuk bisa bikin vlog harus punya peralatan mahal, seperti kamera SLR, mirrorless, dan sebagainya? Ternyata, tidak! Menurut Kang Dudi, bikin vlog pakai smartphone pun bisa karena smartphone saat ini sudah full HD. Kelebihan lain bikin vlog pakai smartphone: lebih ringkas, ringan, dan selalu ada di tangan, sehingga ketika ada momen yang bagus untuk take video, kita bisa langsung ambil gambar tanpa perlu repot-repot lagi menyiapkan peralatan. Suara di smartphone pun sudah stereo. Meski begitu, jika kita ingin hasil video yang kita buat jadi lebih bagus, tak ada salahnya kita melengkapi beberapa peralatan pendukung seperti tripod, monopod/tongsis atau steady cam, remote control, holder tripod, microphone mini khusus untuk smartphone. Tripod maupun tongsis berguna untuk menstabilkan shot, zoom in zoom out, low angle shot, high angle shot, selfie, dan timelapse. Kalau microphone mini sangat berguna untuk membuat suara yang dihasilkan lebih jernih, terutama kalau kita merekam dalam situasi yang ramai.

Teknik Shot yang Perlu Diketahui

Meskipun masih sangat pemula bikin video pakai smartphone, tetap ada beberapa teknik shot yang perlu diketahui demi menghasilkan video yang bagus. Saat melakukan shot (pengambilan gambar), kita bisa melakukannya secara long shot atau cut to cut. Long shot adalah pengambilan gambar secara langsung dalam durasi waktu yang lebih panjang, dimulai ketika tombol “rec” ditekan dan berakhir saat tombol “rec” kembali ditekan untuk menghentikan proses shot. Sementara pengambilan gambar dengan cara cut to cut artinya pengambilan gambar dilakukan dengan durasi pendek beberapa kali. Misalnya take video 5-10 detik, cut, lalu ambil gambar lagi 5-10 detik, cut lagi, terus seperti ini hingga jumlah video yang dibutuhkan terpenuhi. Nanti potongan-potongan video ini dijadikan satu menggunakan aplikasi edit video seperti Power Director.

Untuk pengambilan gambar pun perlu divariasikan agar video yang dihasilkan lebih menarik dan tidak membosankan. Variasi yang bisa dilakukan, misalnya gambar diambil secara close up, kemudian di shot berikutnya gambar diambil secara close up aktivitas, lalu ada pula wide shot, side shot, dan over the shoulder shot. Kalau bisa kita memainkan berbagai teknik shot di 8,25 detik pertama video dan membuat video yang dihasilkan lebih menarik dan mengundang rasa penasaran maka penonton akan bertahan hingga video berakhir. Inilah waktu krusial yang perlu kita perhatikan saat bikin vlog pakai smartphone agar video kita tak dilewati penonton begitu saja.

Oh ya, selain teknik shot, ada 3 istilah dalam perekaman video yang perlu kita ketahui pula, yaitu:

  • Shot
    Satu rangkaian gambar tanpa interupsi. Satu shot terbentuk sejak tombol “rec” ditekan hingga tombol “rec” ditekan lagi untuk
    mengakhiri proses perekaman.
  • Scene
    Tempat atau setting kejadian berlangsung. Dalam satu scene bisa terdiri dari beberapa shot atau gabungan beberapa shot yang disusun
    sesuai alur cerita.
  • Sequence
    Rangkaian scene atau shot yang merupakan kesatuan utuh. Satu sequence bisa berlangsung pada satu setting atau beberapa setting.

Blogger Jadi Makin Keren Kalau Bisa Bikin Vlog

Nah ini nih ungkapan yang sering aku dengar. Katanya sekarang blogger tidak lagi hanya bikin postingan tulisan di blog masing-masing, melainkan harus pula mampu bikin vlog. Alasannya, kadang brand atau agensi yang kasih kerjaan tidak hanya meminta tulisan di blog saja, tetapi juga minta blogger terpilih untuk ikutan champaign di media sosial masing-masing, seperti di Twitter, Facebook, dan Instagram. Untuk Instagram, makin kece dong timeline Instagram-nya kalau ada vlog buatan kita. Kadang malah ada brand atau agensi yang juga meminta kanal Youtube. Bagaimana kalau kita hanya bisa menulis di blog dan tak mau bikin vlog? Ya, kerjaan yang didapatkan jadi terbatas.

Tips Menulis Naskah untuk Bikin Vlog Pakai Smartphone

Sebenarnya kalau sudah terbiasa menulis, jauh lebih mudah loh bikin vlog pakai smartphone. Proses pembuatan video hampir sama dengan saat kita merancang tulisan, yaitu menggunakan rumus 5W+1H. Hanya saja deskripsi yang dibuat tidak perlu detail. Kita cukup memberi sedikit penjelasan, sisanya biarkan video kita yang bercerita slide demi slide. Jika ingin insert tulisan di video, gunakan aplikasi Legend. Jadi tulisan dibuat dulu di aplikasi tersebut baru di insert di video yang diedit menggunakan Power Director. Jika menggunakan fitur membuat teks di Power Director, hasil kurang bagus. Di akhir acara, Kang Dudi kasih satu rahasia lagi, yaitu aplikasi editing video yang tidak ada watermark dan pengoperasiannya mudah. Nama aplikasi ini adalah QUIK dan bisa langsung diunduh di Play Store.

Kolaborasi Manis Komunitas ISB dan CNI

Komunitas Indonesian Social Blogpreneur (Komunitas ISB) digawangi oleh Teh Ani Berta. Komunitas ini menjadi wadah bagi para blogger yang ingin maju bersama-sama dan meraih sukses. Demi mewujudkan hal tersebut, Teh Ani sebagai founder sering memfasilitasi blogger untuk upgrade kemampuan diri dengan cara mengadakan workshop ataupun talkshow. Btw, ada hal istimewa loh di acara hari ini, yaitu diperkenalkannya Admin Komunitas, yaitu Kak Dama Vara dan Kak Liswanti Pertiwi. Semoga ISB semakin maju ya. Senangnya bisa bergabung dan belajar di sini.

Oh ya, satu lagi nih. Komunitas ISB juga membuka peluang kerja sama dan kolaborasi dengan banyak pihak. Untuk yang ingin berkolaborasi bisa langsung menghubungi Teh Ani Berta atau melalui akun komunitas:
Fanpage: https://www.facebook.com/KomunitasISB/
Instagram: @komunitasisb
Twitter: @komunitasISB

Untuk acara Blogger Gathering dan workshop bikin vlog pakai smartphone hari ini, komunitas ISB berkolaborasi dengan CNI, perusahaan yang telah berdiri sejak bulan Oktober 1986 dan berlokasi di Bandung. Cukup banyak produk yang dijual oleh CNI demi memenuhi kebutuhan pelanggannya, antara lain:

Produk-produk yang masuk dalam kategori ini, seperti: Ester-C Plus dan Sun Chlorella. Ada pula suplemen kalsium yang terbuat dari karang laut dan membantu pencegahan osteoporosis yang dikenal dengan nama Marine Organic Calcium (MOC). Untuk yang ingin menurunkan berat badan boleh menggunakan produk Organik Dietary Fiber Powder, yaitu suplemen serat berbahan beragam tanaman hasil pertanian organik yang membantu detoksifikasi pencernaan dan menurunkan kolesterol. Pada 2006 lalu, CNI juga meluncurkan produk Omega-3 Ester-E yang merupakan asam lemak tak jenuh Omega-3 dipadukan dengan vitamin E yang sudah diesterifikasi. Produk ini sangat bagus untuk menjaga kesehatan jantung.

Beberapa produk favorit yang berada dalam kelompok Food & Beverage antara lain: Ginseng Coffee, Ginseng Tea, Mango Juice Concentrate, Mie Sehati, Gold Soya, dan masih banyak lagi produk lainnya.

Produk personal care favorit yang telah diluncurkan sejak 2006, seperti Ires yang merupakan produk kosmetika khusus wanita Asia, kemudian ada Nutrimoist, Sigi-F, dan sebagainya.

Banyak loh produk home care yang tersedia di CNI. Untuk mengetahui lebih lanjut bisa langsung saja meluncur ke website CNI.

Produk terkenal CNI salah satunya adalah Ichi-I Pressure Cooker, yaitu panci baja anti karat yang dapat menaikkan temperatur air mendidih hingga mencapai 120ΒΊC serta cepat mendistribusikan panas secara merata. Selain itu ada pula pupuk pelengkap Plant Catalyst 2006, nutrisi kolam Plankton Catalyst 2006, dan berbagai produk penunjang/seasonal lainnya. Produk-produk yang dipasarkan CNI sudah terjamin kualitasnya, memiliki izin dari Depkes RI, dan beberapa telah dilengkapi dengan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia.

Yuk, kita bikin vlog pakai smartphone dan jadi blogger yang mampu menghasilkan konten kreatif, positif, dan bermanfaat.

14 COMMENTS

  1. kini makin mudah bikin video bisa pakai ponsel. hanya saja mesti rajin2 pindahin berkas ya kak secara butuh ruang lega πŸ™‚

    • Hehehe… Masih belajar menulis artikel yang baik ini aku, Mas… Hiks. Kadang masi suka berasa jelek tulisannya πŸ™ˆ

  2. Mas PeWe sengaja tuh mbak jelasinnya ribet (takut tersaingi :p) padahal dijelasin Kang Dudi jadi gampang paham, kan. Pakai aplikasi PD dan Legend lewat HP aja udah bisa bikin video keren.

  3. Wah asyiknya bisa belajar bnyk di acara seru begini ya. Untung pembicaranya bukan pewe. Kali ngga, bisa2 tetep belibet dan ga solutif untukmu. Hihihi..

  4. Hemmm… Saya agak gimana gitu kalo disuruh ngomong didepan layar, alias direkam, atau bikin vlog, malu juga. Hiks, tapi buat semua content kreator semangat menciptakan karya-karya luar biasa, dan kita saling mendukung. *Duh, kayak demo aja…

    • Aku nge-shoot udah mulai sering sih, tapi klo sekalian shoot sambil ngomong gitu masih belum pede euy, suaraku cempreng juga dan nggak enak didengar. Wahahaha. Tapi perlahan deh latihan karena katanya lebih bagus kalau video disertai suara kita juga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here