Mengenal Bullet Journal atau Buku Harian – Saat mulai menulis artikel ini, saya bertanya-tanya sendiri dalam hati, berapa banyak orang yang sampai hari ini masih membiasakan diri menulis jurnal atau buku harian? Berapa banyak orang mengenal bullet journal, jurnal harian, atau buku harian?

Kalau saya sudah senang menulis buku harian sejak masa sekolah dulu. Seingat saya, sejak mulai bisa menulis, saya senang sekali menulis kegiatan saya setiap hari di satu buku khusus. Kebiasaan ini terus berlanjut hingga masa SMA. Setiap momen menyenangkan, menyebalkan, menyedihkan, juga prestasi-prestasi yang berhasil saya capai, semuanya saya tulis di buku harian.

Dengan cara inilah saya menyimpan kenangan akan perjalanan hidup sehari demi sehari. Dan dari lembaran tulisan di buku harian, saya bisa belajar, apa saja yang perlu saya perbaiki dan apa saja yang perlu saya tingkatkan.

Baru-baru ini ketika kumpul bersama teman dan kebetulan ada beberapa teman yang melihat jurnal saya. Dia terheran-heran lho, kok saya masih menulis buku harian? Dari keheranan teman saya itulah akhirnya muncul niatan untuk menulis artikel kali ini.

Jadi, apa sih sebenarnya bullet jurnal atau buku harian?

Mengenal Bullet Journal atau Buku Harian

Bullet Journal atau Buku Harian atau bisa juga disebut jurnal pribadi adalah buku untuk menuliskan perasaan berkaitan dengan peristiwa yang dialami sehari-hari secara bebas tanpa perlu takut akan penilaian orang lain.

Di buku jurnal ini, kita bebas menuliskan apa saja, misalnya tentang keseharian, momen penting dan spesial, rasa marah, rasa syukur, atau opini pribadi akan suatu hal yang tak mungkin bisa kita bicarakan dengan orang lain.

Yah, seperti ketika kita ingin curhat, nah kalau curhat ke orang lain belum tentu nyaman buat kita kan? Alternatif lain untuk curhat tanpa perlu khawatir akan tanggapan orang lain (atau dalam case tertentu takut bocor ke mana-mana dan jadi viral… hahaha) ya tulis saja di buku harian.

Cara Memulai Journaling atau Menulis Buku Harian

Untuk bisa menulis di bullet journal atau buku harian ya pertama-tama kita harus sediakan satu buku, bisa buku tulis biasa, bisa jurnal atau notebook, atau seperti salah satu teman saya yang kreatif sangat, buku harian dia berasal dari kumpulan kertas-kertas sisa yang dijahit jadi buku unik dan tetap bisa ditulisi tentu saja.

Peralatan lain yang dibutuhkan untuk proses journaling, antara lain:

  • Alat tulis: pensil, pulpen, pensil warna, penggaris, crayon, etc.
  • Sticker dan washi tape bisa digunakan untuk mempercantik jurnal (sama halnya kalau menggunakan pensil warna, pen warna-warni, atau crayon)
  • Stamp + ink pad buat yang suka dekorasi dengan stamp.
  • Kertas sisa-sisa, entah sisa dari catatan yang sudah tak terpakai, sobekan koran, bungkus kue, dan sebagainya. Kertas-kertas ini juga bisa untuk dekorasi.

Ah, malas, mau nulis buku harian saja kok ribet pakai dekorasi! Ada sih teman yang sempat protes waktu melihat jurnal saya yang semarak dengan dekorasi. Nanti ya, saya akan tulis di artikel selanjutnya mengenai Creative Journaling dan Manfaat Menulis di Jurnal Harian. Sebagai perkenalan tentang kegiatan menulis buku harian, kita bebas menulis buku harian dengan cara kita dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing saja.

Kalau suka bermain-main dengan layout dan dekorasi yang berbeda di setiap halaman, ya bisa gunakan peralatan yang lebih banyak tadi. Tapi jika ingin menulis buku hariannya biasa saja, hanya tulisan, ya tidak apa-apa juga. Bagaimana cara kita mengisi buku harian, kita yang tentukan. Yang penting kita happy dengan kegiatan ini dan memang memiliki keinginan untuk merekam jejak kehidupan yang telah kita lalui.

Nah, sekarang sudah mengenal bullet journal atau buku harian, kan? Yuk, biasakan diri mulai menuliskan momen-momen menyenangkan dan penting untuk dikenang di kemudian hari.

4,463 total views, 6 views today

21 COMMENTS

  1. saya sejak SD suka nulis di buku harian
    kayaknya sampai kuliah deh
    sayang semua buku2 itu lenyap tak berbekas
    padahal bisa buat buku kenangan
    sekarang nggak telaten lagi

  2. masa-masa jadi asistennya bos, aku punya tuh bullet journal yang isinya task harian yang mesti aku selesaiin. Oh sama satu lagi buat centang-centangin hal-hal apa aja yang udah aku lakukan dan bisa bikin perubahan ke arah baik minimal buat diri sendiri

  3. Daku malah nulis nya bukan di buku diary mbak mon, tapi di buku tulis sekolah, hahaha… Lucu aja kalau inget masa itu… Apalagi yang ditulis tentang gebetan 😍😂

  4. Sekarang saya lagi suka menulis buku harian lagi. Biar tangannya luwes. Kan selama ini udah kebanyakan menyentuh keyboard. Udah lama gak menulis tangan

  5. Dulu aku sering banget mba nulis buku harian di diary bergembok kecil. Setiap pulang sekolah pasti langsung isi diary yang mayoritas isinya tentang cowo. Hahahaha

  6. Kegiatan rutin anakku disekolah terutama setiap weekend adalah menulis jurnal untuk disampaikan ke gurunya. Aku sendiri membiasakan dia menulis jurnal sejak dia belajar menulis.

  7. aku ga tahan buat bullet journal yang dihias-hias gitu. Selama ini yang penting nulis to-do list di buku aja buat panduan hal penting yang harus dilakukan.

  8. Saya sudah lama tinggalkan menulis dibuku harian. Dulu diary nya sampe banyak banget, isinya curhatan semua 😀
    kalau sekarang palingan cuma nulis beberapa note aja, yang sifatnya juga bukan sebuah rahasia

  9. Dulu sih SMP pernah nulis-nulis cerita keseharian di buku harian. tapi itu cuma sampai smp aja. selebihnya gak pernah lagi. hihihihi btw, pengen liat dekorasi buku harian mba monik kaya apa. penasaran.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here