Pentingnya Administrasi Rapi Bagi Penulis

Apa sih pentingnya administrasi rapi bagi penulis? Administrasi yang rapi akan membantu penulis melakukan tracking dan evaluasi untuk semua karya tulis yang sudah ditulis, dikirimkan, sudah terbit, bahkan sudah mendapatkan bayaran. Simak selengkapnya yuk mengenai administrasi untuk penulis di artikel saya ini.

Kenapa Perlu Menulis Jadwal dan Progress?

Dulu, saya sering membaca (menemukan ungkapan) bahwa tugas penulis itu hanya tiga, yaitu, tulis, kirim dan lupakan. Katanya, kalau tulisan sudah kita kirim, ya sudah. Lupakan dulu. Nanti kalau waktunya terbit atau waktunya terima bayaran, berarti itu bonus. Sementara jika naskah tidak terbit atau tidak mendapat bayaran, itu berarti kita sedang belajar menulis. Hmmm… ini sayang sekali dan saya kurang setuju.

Sebelum kita membahas lebih jauh, mari kita kembali ke saat-saat kita masih menjadi seorang pelajar. Saya masih ingat dengan jelas bagaimana saya harus membuat catatan untuk setiap pelajaran yang sudah saya pelajari. Saya juga harus mencatat jadwal pelajaran dengan rapi dan menempelkan jadwal pelajaran tersebut di dinding.

Dulu saya tidak mengerti apa pentingnya melakukan hal tersebut. Namun ketika mulai merintis jadi penulis, saya kembali teringat pentingnya membuat catatan untuk semua pekerjaan. Tujuannya, supaya kita bisa mengingat status atau progres pekerjaan, untuk menyusun skala prioritas, bahkan untuk analisis dan evaluasi.

pengaturan folder file

Apa yang Perlu Saya Tulis?

Ada banyak sekali catatan yang saya buat untuk merancang jalan yang hendak saya lewati. Dan entah kenapa, saya melakukan pencatatan tidak hanya dalam hal perencanaan. Saya juga melakukan organisasi/pengelompokan untuk setiap hal yang harus saya kerjakan, yang harus saya lakukan, termasuk berbagai tulisan yang bisa saya hasilkan. Contohnya:

  • Apa saja yang harus saya lakukan?
  • Kenapa saya harus mengirimkannya?
  • Persiapan apa saja yang saya butuhkan?
  • Bagaimana pengaturannya?
  • Bagaimana skala prioritasnya?
  • Saya harus mengirimkan tulisan saya ke mana?
  • Apa hasilnya?
  • Berapa bayaran yang saya terima?

Ini Lho Alasan Pentingnya Administrasi Bagi Penulis

Kesadaran untuk membuat catatan atau administrasi untuk karya-karya yang pernah saya tulis dimulai ketika saya berhasil menyelesaikan naskah pertama kali di tahun 2010. Jadi, begitu naskah pertama selesai, Saya segera menuliskan tanggal selesai naskah itu, ke mana saya mengirim dan bagaimana hasil dari naskah tersebut setelah dikirim.

Begitu pula ketika saya menyelesaikan naskah-naskah saya berikutnya. Di kemudian hari, saya bisa melihat kembali catatan ini dan menemukan beberapa naskah yang ternyata belum menemukan penerbit dan masih bisa direvisi.

Salah satunya, naskah Yakin Selamanya Mau di Pojokan. Naskah ini pertama kali saya tulis tahun 2011. Dikirim ke beberapa penerbit dan tidak menemukan hasil. Tahun 2013 saya revisi. Tahun 2015 saya kirim ke Penerbit Grasindo, terbit, dan malah jadi buku best seller. Tracking naskah menjadi lebih mudah karena saya memiliki catatan yang rapi untuk semua hasil tulisan saya.

Berdasarkan pengalaman tersebut, maka ini nih pentingnya administrasi untuk penulis, antara lain:

1. Tracking Progress Tiap Naskah

Kita tidak pernah tahu takdir masing-masing naskah yang kita hasilkan. Ini tidak berlaku untuk naskah buku ya, tetapi juga untuk outline yang pernah kita buat, artikel, cerpen, atau jenis tulisan lainnya. Untuk tiap-tiap naskah, sudah tentu kita mengirimkan ke pihak berbeda. Kalau tak ada catatan, tentu bakal sulit untuk melacak ke mana saja tulisan pernah kita kirimkan.

2. Ingatan Kita Terbatas

Kalau kita hanya menulis satu karya tulis seumur hidup, mungkin mudah saja mengingat tulisan itu untuk waktu yang lama. Tapi bagaimana jika ternyata tulisan yang kita hasilkan bisa mencapai puluhan, ratusan atau ribuan? Bisakah kita mengingatnya satu per satu?

3. Mengingat Jejak Pengiriman Tulisan

Kita mengirimkan naskah A ke penerbit A dan naskah B ke penerbit B. Lalu naskah A ternyata ditolak. Akhirnya naskah ini kita diamkan dulu. Lalu kita menulis naskah C, naskah D, dan seterusnya.

Bisakah kita mengingat satu per satu ke penerbit atau ke media mana saja kita sudah mengirimkan naskah? Jangan sampai lho, kita mengirimkan naskah yang sama ke penerbit yang sama berkali-kali. Ini sudah tentu memalukan banget.

Dan yang lebih berbahaya lagi, jangan sampai kita mengirimkan naskah yang sama untuk beberapa penerbit yang berbeda. Biasanya, jika ada penulis yang mengirimkan naskah yang sama pada beberapa penerbit yang berbeda, dan jika sampai naskah tersebut diterbitkan, maka habislah karir penulis tersebut!

4. Evaluasi Tulisan dan Memudahkan Rencana Revisi

Dengan pencatatan yang rapi, naskah lama yang sudah bertahun-tahun lalu terlupakan, bisa kita evaluasi kembali. Kita olah kembali dan pada akhirnya takdir naskah yang dulu pernah ditolak ternyata malah bisa terbit di masa sekarang.

5. Tidak Menghabiskan Banyak Waktu untuk Mencari File

Dengan pencatatan/administrasi yang rapi, maka ada banyak hal yang bisa kita hemat. Kita bisa menghemat waktu karena kita tidak harus mengobok-obok file hanya untuk menemukan satu naskah lama. Sekarang coba ingat-ingat. Pernah tidak kamu menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mencari satu file tulisan, dan tak bisa menemukannya? Jika pernah, berarti bukan hanya waktu saja yang sudah terbuang percuma. Namun juga memboroskan tenaga, pikiran, dan perasaan.

Catatan naskah atau tulisan

Contoh Administrasi Memudahkan Saya Sebagai Penulis

1. Buku Marketing Berjudul Three Kingdom on Marketing

Buku marketing pertama yang saya tuliskan yaitu ‘Three Kingdom on Marketing’ adalah hasil dari kegemaran saya berburu literatur atau kisah-kisah tentang SAMKOK dan JAMAN TIGA KERAJAAN. Semua file yang berhubungan dengan hal tersebut saya jadikan satu folder.

Saya juga punya satu folder lain. Isinya, pengalaman saya sebagai seorang marketing yang sering saya tuliskan secara acak dalam lembar-lembar terpisah. Ketika pada akhir tahun 2011, ada penerbit yang meminta saya menulis tema tentang marketing sesuai dengan strategi perang Jaman Tiga Kerajaan, saya langsung mendapatkan ide untuk menggabungkan dua file tersebut menjadi satu naskah. Dan hasilnya adalah buku berjudul Three Kingdom on Marketing.

2. Novel Love Edelweiss and Me

Buku novel kedua saya yang berjudul ‘Love, Edelweiss and Me adalah hasil dari catatan kecil yang pernah saya tuliskan pada blog saya tanggal 19 Maret 2008. Saya membaca ulang catatan saya tersebut, menggabungkannya dengan pengalaman saya secara nyata, dan akhirnya menuliskan cerpen yang berjudul ‘Edelweiss Terakhir’. Cerpen ini pernah saya kirim ke beberapa media di tahun 2010 dan tidak menemukan takdirnya.

Saya ingat cerpen ini karena saya mencatatnya dengan baik di catatan naskah (administrasi saya). Saat saya punya waktu luang, saya mengolah kembali cerpen itu dan akhirnya berhasil menyelesaikan novel Love, Edelweiss and Me di tahun 2012. Tahu tidak, novel ini pun langsung mendapatkan angka penjualan yang lumayan besar lho.

Dua contoh di atas membuktikan betapa pentingnya catatan dan administrasi yang rapi akan sangat membantu penulis mengelola semua karya tulis yang pernah dihasilkan. Jadi, buat siapa pun yang ingin jadi penulis, alangkah baiknya jika sejak awal kita memiliki administrasi yang rapi. Kelak jika sudah begitu banyak naskah yang kita tulis, tidak ada satu pun dari naskah tersebut yang menjadi sia-sia. Oh ya, kalau kamu juga mencari cara jadi penulis, sekalian baca tulisan tentang Tips Jadi Penulis dan Hal yang Harus Dihindari dalam Proses Menulis.

About the author

Hobi saya dalam hal kepenulisan menjadikan saya ingin selalu berkarya. Menciptakan ruang blog monicaanggen.com ini bukanlah sesuatu hal yang kebetulan gais. Sit, Enjoy, and Starting Read.. ^_^

4 pemikiran pada “Pentingnya Administrasi Rapi Bagi Penulis”

  1. Terima kasih atas doanya, Mbak Woelan.
    Semoga kita semua sukses ya …

    Ayo kita sama-sama belajar dan berkarya 🙂

    Balas
  2. Ping-balik: Hippo Luncurkan Hippo Prime Powerbank Garansi Ganti Baru dan Hippo LEV - Catatan Monica Anggen

Tinggalkan komentar